Posts made by Widia Nata Saputri 2213053057

Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil Analisis Jurnal 2
1. Identitas Jurnal
Judul : Pendapat Tentang Moral di Zaman Now
Penulis : Ni Komang Rani Pradnyani

2. Hasil dan Pembahasan
Dalam jurnal dikatakan bahwa moral adalah karakter atau nilai yang ada dan melekat pada pribadi seseorang atau pada setiap individu. Moral mampu untuk mengarahkan individu yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang kuat dan mampu mempertanggung jawabkan secara mental dan spiritual kepada tuhan yang maha esa.

Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Pencegahan penurunan moral perlu adanya penanaman internalisasi baik bersifat pendidikan kewarganegaraan atau pendidikan pancasila, dan pendidikan karakter. Solusi peningkatan moral perlu adanya tripusat yang informal seperti keluarga dan masyarakat.

3. Kesimpulan
Moral yang sesuai untuk
kedepannya yakni moralitas yang
mampu mengedepankan nilai-nilai
moral, terutama nilai-nilai pancasila,
karena pancasila merupakan
pandangan hidup bangsa yang
mampu menjadi tolak ukur
kehidupan masyarakat indonesia.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil Analisis Jurnal 1
1. Identitas Jurnal
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam Masyarakat
Penulis : James
Tahun : 2015
Volume : 3
Nomor : 2
Halaman : 197-200
Nama jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik

2. Hasil dan Pembahasan
Saat ini, Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi dalam perekonomian, politik, keamanan, budaya, agama, ruang hidup, dan bidang lainnya. Para ahli mengatakan bahwa semua krisis mereka yang kita hadapi di Indonesia berakar dari moralitas bangsa dan krisis etika.
Beberapa isu moralitas antara lain: Penyalahgunaan narkoba, pola hidup yang merusak moral, Faktor, pornografi, konsumerisme dan materialisme, serta KKN. Selanjutnya terdapat beberapa cara penanganan permasalahan moralitas yang ada di masyarakat. Faktor yang perlu kita perhatikan, yaitu:
1. Faktor Spiritual (Pendidikan agama)
2. Faktor Keluarga (Memelihara keharmonisan keluarga dan ketentraman rumah tangga)
3. Faktor Lingkungan dan pergaulan
4. Faktor Pendidikan (Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi cara hidup dan cara berpikirnya)

3. Kesimpulan
Masalah moralitas adalah masalah yang sangat sulit dituntaskan. Untuk menjauhkan diri kita sendiri dari berbagai masalah moralitas, hendaknya kita menjaga diri agar tidak terpengaruh oleh kehidupan yang dapat merusak moral.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Analisis Video 4 dengan judul "Pelajar Anti Korupsi"
Dari video tersebut terlihat seorang pelajar bernama Hanafi yang melakukan tindakan korupsi uang kas melalui fotokopi, dimana seharusnya Ia menulis Rp5000 tetapi malah menulis Rp10.000. Korupsi adalah tindakan tidak jujur demi keuntungan pribadi.
Dari Video tersebut dapat diketahui bahwa korupsi adalah perbuatan yang salah. Sudah jelas bahwa korupsi sekecil apapun akan memiliki dampak dan kerugian pada diri sendiri bahkan orang lain.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
"Tak heran jika negara ini semakin berkembang! inilah perbedaan pendidikan dasar jepang dan indonesia"
Daru video tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan pendidikan dasar di Jepang dan di Indonesia
1. Kebersihan sejak dini
Di Indonesia tidak ada pembiasaan mengelola kebersihan karena tidak di ajarkan dalam kurikulum pendidikan, sedangkan di Jepang terdapat pembiasaan dan pengharusan siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelas.
2. Makan Bareng
Sekolah di Indonesia hanya memiliki kantin, tetapi tidak memperhatikan gizi yang dibutuhkan oleh siswanya. Sedangkan di Jepang, mereka mengatur menu makanan yang bergizi, cara makan yang dilakukan bersama-sama untuk membangun hubungan positif antar siswa dan antara siswa dengan guru.
3. Mata pelajaran sedikit
Di Indonesia memiliki jumlah mata pelajaran yang banyak dan berulang-ulang dalam seminggu. Sedangkan di Jepang mata pelajarannya tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu saja.
4. Pendidikan Karajter
Pendidikan di Indonesia terdapat banyak ujian, sedangkan di Jepang pada 3 tahun pertama para siswa tidak diberi ujian agar mereka fokus dalam mempelajari karakter pendidikan. Hal ini dilakukan karena pihak pemerintah Jepang percaya kalau karakter pendidikan akan menjadi dasar yang baik untuk para siswa dan membantu pendidikan mereka.
5. Membaca
Indonesia merupakan negara dengan minat baca yang rendah. Hal inu terjadi karena orang Indonesia tidak terbiasa membaca buku saat di sekolah. Sedangkan Jepang membiasakan para siswa untuk membaca buku selama 10 menit sebelum masuk pelajaran sehingga Jepang memiliki minat baca yang tinggi.
6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang perlengkapan pendidikan diperhatikan, seperti tas dan sepatu yang disamaratakan untuk mengurangi siswa yang minder dan tidak percaya diri.
7. Seragam Sekolah
Pendidikan di Indonesia memiliki seragam yang terbilang banyak, sehingga daoat terbilang ribet. Sedangan jepang hanya memiliki satu seragam.
Meskipun sistem pendidikan Jepang punya banyak kelebihan tapi pendidikan Jepang juga punya minus tekanan belajar yang sangat mengerikan bahkan kasus bunuh diri di Jepang itu salah satu yang terbanyak di dunia.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis video 2 yang berjudul "Potret Pendidikan di Dusun Terpencil"
Dalam video tersebut dapat diketahui bagaimana potret sekolah di dusun terpencil yang kekurangan fasilitas. Kurangnya fasilitas yang memadai seringkali menyebabkan peserta didik terganggu dalam proses belajar dan pembelajaran.
Harapannya pemerintah dapat memenuhi sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar, tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, dan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.