གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Widia Nata Saputri 2213053057

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Tugas analisis

Widia Nata Saputri 2213053057 གིས-
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisa mengenai penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Penanaman nilai dan moral sangatlah penting untuk karakter atau perilaku yang baik bagi setiap orang. Dalam mewujudkan perilaku baik tersebut tentunya sangat dibutuhkan cara dan strategi. Contohnya adalah dengan terus menerus mengajarkan nilai moral yang baik, memberikan contoh, dan mengajak anak didik serta menanamkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal mengenai penanaman nilai dan moral tersebut harus terus diberikan agar kebiasaan bisa tumbuh dalam diri peserta didik. apabila kebiasaan sudah ada, maka anak tersebut akan mulai terbiasa.

Hambatan yang kerap terjadi terletak pada diri anak didiknya, seperti menolak atau enggan menerima ajaran yang telah diberikan.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis jurnal 2
1. Identitas Jurnal
Judul : Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral pada Siswa SMP N Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orang Tua
Penulis : Ilham Hudi
Nama jurnal : Jurnal Moral Kemasyarakatan
Volume, Nomor, dan Tahun : Vol 2, No. 1, Juni 2017
Halaman: 30-44

2. Hasil dan Pembahasan
Dari jurnal tersebut dikatakan bahwa budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga akhlak. Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran. Karakter dimaknai sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lainnya.
Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
Anak-anak harus mengetahui bahwa tanggung jawab moral pertama mereka adalah menggunakan akal mereka untuk melihat kapan sebuah situasi membutuhkan penilaian moral.
2. Pengetahuan Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
Mengetahui sebuah nilai moral berarti memahami bagaimana menerapkannya dalam berbagai situasi.
3. Pengambilan Perspektif (perspektive talking)
Kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa.
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
Perkembangan terjadi secara bertahap, mereka akan mempelajari mana yang termasuk sebagai nalar moral dan mana yang tidak ketika mereka akan melakukan sesuatu pada tingkatan tertinggi.
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
Mampu memikirkan langkah yang mungkin akan diambil seseorang yang sedang menghadapi persoalan moral.
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Membangun pemahaman diri berarti sadar terhadap kekuatan dan kelemahan karakter kita dan mengetahui cara untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Perilaku Moral (Moral Action)
1. Kompetemsi, kemamouan mengubah oertimbangan dan oerasaan moral ke dalam tindakan moral yang efektif.
2. Kehendak, membuat pilihan moral untuk menjaga emosi agar tetap terkendali.
3. Kebiasaan, faktor pembentuk perilaku moral. Persepsi moral seseorang akan membantu dalam menentukan faktor-faktor moral mana yang memengaruhi keputusan yang akan diambil secara tepat sesuai dengan hatinya. Di samping itu, persepsi moral sesorang membantu pemahaman nilai-nilai moralitas hidup yang relevan saat ini.

3. Kesimpulan
Pendidikan karakter pada dasarnyamempunyai esensi yang tidak berbeda dengan pendidikan moral, budi pekerti dan pendidikan akhlak, yang bertujuan membentuk pribadi siswa, supaya menjadi pribadi yang baik, jika di masyarakat menjadi warga yang baik, dan jika dalam kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis video 6 yang berjudul"Drama Penerapan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga"
Dalam video tersebut terdapat keluarga kecil yg berisi ibu lala dan kedua kakak beradik bernama Santi dan Caca. Santi sebagai kakak tumbuh menjadi anak yang pembangkang, suka berbohong, mabuk-mabukan, dan tidak mau bersembahyang. Berkebalikan dengan Santi, Caca adalah adik yang baik hati yang gemar sekali menolong ibunya.
Dalam keluarga kita tidak boleh memiliki perilaku seperti Santi yang bermoral buruk. Santi bahkan mampu berbohong kepada ibunya dan tidak mau menolong ibunya yang meminta bantuan.