Posts made by Widia Nata Saputri 2213053057

Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Hasil analisis jurnal
Judul : PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Penulis : Syarifuddin
Pembahasan :
1. Konsep Dasar Pancasila
Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

2. Pancasila sebagai filsafat ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila sebagai filsafat ilmu
mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan
tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia.

3. Implikasi sila-sila dalam Pengembangan iptek
1). Ketuhanan yang maha esa
Nilai-nilai pancasila menurut Soedjadi:
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
2). Kemanusiaan yang adil dan beradab
kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Nilai Kemanusiaan menurut Mochtar:
a. Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan wajib asasinya.
b. Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam sekitar, dan terhadap Tuhan.
c. Manusia sebagai mahluk beradab atau berbudaya yang memilki daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan.
Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
3). Persatuan Indonesia
nilai-nilai pada sila ke 3 adalah
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan IPTEK.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
nilai-nilai dalam sila ke 4 sebgai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis.
5). Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai-nilai sila ke 5 adalah:
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan

Simpulan:
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan
landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Berangakat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas
hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
Nama: Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Hasil analisis jurnal
Judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Penulis : Ika Setyorini
Pembahasan:
 
Pancasila merupakan dasar negara yang fundamental yang tercantum dalam pembukaan UUD
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Nilai-nilai pancasila meliputi:
-nilai dasar (instrinsik), yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak (mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers)
-nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu (disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strategi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perlu nya)
-nilai praktis, yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.
Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman bahwa setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan Nilai-nilai pancasila dan selalu menjadi kan pancasila sebagai dasar pengembangan.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
- Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam
Pembukaan UUD 1945 yaitu pada alenia keempat Pembukaan UUD 1945.
- Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
-Sumber Politis Pancasila sebagai dasar nila pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.

Simpulan:
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilainilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia
Pancasila diharapkan dapat menjadi akar dan dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Nama: Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Hasil analisis video
Judul : Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK
Pancasila adalah dasar negara yang menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam pancasila mengenai dasar ketuhanan merupakan suatu hal yang mutlak bagi Indonesia. Namun berjalan berlawanan jika dilihat dari pandangan sekuler bangsa barat yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan.
Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:
1. Dalam sila satu Pancasila mengenai ketuhanan, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.
2. Dalam sila ke dua mengenai kemanusiaan, yang adik dan beradab, memberikan dasar moralitas bahwa dalam mengembangkan IPTEK haruslah beradab, karena IPTEK merupakan hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila persatuan Indonesia, mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK harusnya bisa mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Dalam sila keempat menganai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari bahwa pengembangan IPTEK secara demokratis, maksudnya setiap ilmuan harus mempunyai kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain , serta memiliki sikap terbuka untuk dikritik.
5. Dalam sila ke lima mengenai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, mengkomplementasikan pengembangan IPTEK hendaknya menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan, berupa keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Hasil analisis jurnal
Judul : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati,
Ponoharjo, dan Mohamad Khamim
Isi dan pembahasan:
Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri pendiri bangsa. Pancasila hadir sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa indonesia yang plural dan tak tergantikan. Pelestarian nilai-nilai Pancasila dilakukan khususnya lewat proses pendidikan formal, karena lewat pendidikan berbagai butir nilai Pancasila tersebut dapat disemaikan dan dikembangkan secara terencana dan terpadu.

1. Sikap, secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).
a. Ciri-ciri sikap diantaranya adalah sikap di bentuk dan dipelajari sepanjang perkembangan dalam hubungannnya dengan objeknya, sikap dapat berubah-ubah, sikap tidak berdiri sendiri tetapi selalu pun ya hubungannnya tertentu dengan suatu objek.
B. Tingkatan sikap, terdiri dari berbagai Tingkatan yaitu: menerima, merespon, menghargai, dan bertanggungjawab jawab.
C. Fungsi sikap, yaitu fungsi instrumental (fungsi penyesuaian atau manfaat yang berkaitan dengan sarana dan tujuan), fungsi pertahanan ego, fungsi ekspresi nilai, dan fungsi pengetahuan individu.

2. Ilmu pengetahuan dan teknologi
-Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah
sebagai arti dari kata science (bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan. Secara terminologi, pengertian ilmu sekurang-kurangnya mencakup tiga hal, yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode untuk mendapatkan pemahaman terhadap pengertian ilmu. Sementara itu pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga
macam, yaitu etika (pengetahuan tentang
baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah).
Ilmu sebagai pengetahuan (knowledge)
adalah pengertian ilmu pada umumnya. Ilmu dikatakan sebagai aktivitas (activity) adalah serangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilaksanakan manusia. Istilah ilmu juga merupakan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diperiksa kebenarannya.
-Teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.

Simpulan: 
Perkembangan Iptek yang ada dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang bidang perdagangan. 
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Hasil Analisis Soal

A.    Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab: mengenai sistem etika perilaku politik saat ini adalah belum sesuai dengan yang diharapkan atau bisa dibilang belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Hal tersebut terjadi karena pemerintah saat ini masih menganut birokrasi dari pemerintah yang lama sehingga pemerintah belum bisa menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Selain itu juga etika politik masih belum sesuai dnegan nilai-nilai pancasila karena banyak oknum-oknum yang menyalahgunakan pemerintahannya untuk kepentingan pribadi dan berkuasa yang tidak sesuai hukum.

B.     Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab: etika generasi muda disekitar tempat tinggal saya beberapa sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia. Contohnya adalah bersikap sopan dan santun, menghargai yang lebih tua, dan membantu apabila terdapat seseorang yang butuh pertolongan. Namun sebagian pula ada beberapa yang belum mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia. Contohnya adalah sering mengejek dan mengolok-olok teman sebayanya, ada pula yang kurang sopan terhadap yang lebih tua, serta ada beberapa yang mengambil sesuatu milik orang lain tanpa izin.
Solusi mengenai hal diatas adalah perlunya pemahaman dan pelajaran mengenai pancasila dan etika etika didalamnya sehingga dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Peran orang tua juga adalah salah satu faktor penting dalam penanaman etika dan nilai pancasila.