Kiriman dibuat oleh Silvia Novi Fitriana 2213053062

Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2
A. Identitas Jurnal
1. Judul : "Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa SMP Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orang Tua"
2. Penulis : Ilham Hudi
3. Kata kunci : Pengetahuan Moral, Perilaku Moral, Pendidikan Orang Tua
4. Vol/No/Tahun : VOL.2, NO.1, JUNI 2017

Pentingnya pengembangan karakter dinegara maju menjadi aspek penting dalam sistem pendidikan untuk menerapkan kembali nilai-nilai positif dan menyaring unsur-unsur negatif yang dapat mempengaruhi perilaku anak dan remaja. Banyak faktor yang berperan dalam membentuk kualitas moral siswa, salah satunya adalah keteladanan yang diberikan oleh guru, orang tua, dan masyarakat. Di lingkungan sekolah diperlukan lembaga dan sidang formal agar peserta didik dapat memperoleh pengetahuan akhlak, menghayati nilai-nilai yang murni, dan melaksanakan perbuatan akhlak yang baik. Perilaku dan akhlak tidak terbentuk dengan sendirinya, sehingga kurikulum sekolah memegang peranan penting sebagai pedoman dalam mengarahkan pendidikan nilai moral dan karakter pada siswa.

Misalnya saja pengetahuan akhlak siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh pendidikan akhlak yang diberikan oleh orang tuanya. Dukungan orang tua terhadap pendidikan berdampak positif terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moralnya. Oleh karena itu, peran kurikulum sekolah sangat penting sebagai pedoman untuk membimbing siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai moral dan karakter.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1
A. Identitas Jurnal
1. Judul : "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital Bagi Kalangan Millenial"
2. Penulis : 1Ahmad Yani Nasution, 2Moh Jazuli
3. Kata kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial
4. Vol/No/Tahun : Vol. 3, No. 1, Juli 2020

Saat ini, generasi milenial dianggap sebagai penopang utama masa depan suatu negara. Generasi ini, terutama generasi remaja, mempunyai peran penting dalam membentuk masa depan Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting bagi negara untuk meningkatkan kualitas generasi muda ini. Generasi milenial kerap dikaitkan dengan aktifnya penggunaan media sosial dan teknologi digital seperti PC, ponsel, tablet, dan perangkat lainnya. Artinya mereka mempunyai akses luas terhadap globalisasi yang dapat mempengaruhi nilai-nilai moral.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen Agama Islam Universitas Pamulang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai degradasi moral di kalangan generasi milenial dan upaya mengatasinya di era digital. Melalui kegiatan ini, para dosen menunaikan kewajiban Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. PKM ini tidak hanya memberikan wawasan kepada masyarakat namun juga membekali mereka dalam mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, masyarakat juga menjadi sumber pembelajaran bagi perguruan tinggi, membawa pemahaman terhadap realitas kehidupan. Harapannya, keberhasilan PKM ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk mendukung kegiatan serupa.
Nama : Silvia Novi Fitriana
NPM : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis video 6
"Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila di Lingkungan Keluarga"

Dalam video tersebut terdapat drama yang memperlihatkan perbedaan tingkah laku dua kakak beradik, Caca dan Santi. Caca adalah anak yang baik, sedangkan kakak laki-lakinya, Santi, berperilaku buruk bahkan melibatkan penyimpangan moral. Pesan yang dapat diambil adalah betapa pentingnya menerapkan nilai-nilai moral dalam lingkungan keluarga. Orang tua mempunyai peran besar dalam mengubah dan memperbaiki perilaku anak yang salah. Namun apabila nasehat tersebut tidak membuahkan hasil, pemberian hukuman atau sanksi untuk mendidik merupakan langkah yang perlu dilakukan agar anak menyadari kesalahan yang dilakukannya.
Nama : Silvia Novi Fitriana
NPM : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis video 5
"Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan Kampus"

Kehidupan kampus mempunyai peranan yang cukup besar dalam membentuk karakter mahasiswa, dimana pendidikan tinggi di Indonesia mengacu pada pendekatan nilai dan moral. Seluruh perguruan tinggi di negeri ini menerapkan kebijakan pendidikan nilai yang melibatkan mahasiswa dalam memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di masyarakatnya setelah lulus.

Mata kuliah kewarganegaraan dirancang untuk membimbing mahasiswa dalam berpartisipasi aktif dalam dunia politik. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang tanggung jawabnya sebagai warga negara. Namun terdapat tantangan seperti menurunnya semangat kerja di lingkungan perkuliahan. Kekerasan, menyontek dan plagiarisme merupakan permasalahan yang sering dihadapi siswa dalam menyelesaikan tugasnya.

Pentingnya pendidikan di bidang pendidikan juga tercermin dalam mengatasi permasalahan bullying di kampus. Perbuatan tersebut tidak hanya dapat merugikan secara fisik, namun juga dapat merugikan kesehatan mental korbannya. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami dampak negatif perilaku bullying serta mampu menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan mendukung.

Meskipun telah ada upaya untuk memberikan nilai-nilai pendidikan dan moral, namun masih terdapat penyimpangan moral lainnya yang perlu dibenahi, seperti tindakan plagiarisme dan kecurangan. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan memegang peranan penting dalam menumbuhkan jiwa Pancasila pada peserta didik. Harapannya, mahasiswa dapat menghadapi berbagai permasalahan moral secara bijaksana dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan di kampus dan masyarakat pada umumnya.
Nama : Silvia Novi Fitriana
NPM : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis video 4
"Stand Up Komedi : Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik"

Dalam video stand-up comedy disebutkan bahwa pendidikan moral di Indonesia seringkali tidak tepat sasaran, dengan kemerosotan moral yang nyata akibat pengaruh teknologi. Sumber permasalahan tersebut mencetuskan gagasan bahwa pendidikan moral harus disesuaikan dengan kenyataan dan kehidupan anak, tidak hanya terfokus pada teks. Pendidik diharapkan mampu memberikan contoh nyata melalui kebiasaan sehari-hari terutama dalam hal-hal yang sering dilakukan, sehingga anak dapat memahami nilai-nilai moral yang benar tanpa salah mengartikan materi pembelajaran.