གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Silvia Novi Fitriana 2213053062

Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 2G

Analisis jurnal
1. Identitas jurnal
a. Nama jurnal :Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
b. Judul jurnal "Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani"
c. Penulis : Aulia Rosa Nasution
d. Halaman : 201-212

3. Isi jurnal
A. Pendahuluan
Pendidikan kewarganegaraan diPerguruan Tinggi saat ini telah diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No.267/Dikti/Kep/200 tentang Penyempurnaan Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Kepegawaian Pendidikan Kewarganegaraan diPerguruan Tinggi. Pasca jatuhnya Rezim Orde Baru di awal tahun 1998, masyarakat Indonesia menyadari kembali pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan agar dapat menerapkan demokrasi, hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat madani sebagai unsur yang hilang dalam pendidikan kewarganegaraan model lama (Ubaedillah,2008: 4)

B. Pembahasan
Adanya Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan mendidik generasi muda untuk menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, modifkasi, dan beradab dengan pengertian mereka sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dan kesiapan mereka menjadi bagian warga dunia (Global Society) (Ubaedillah, 2008: 6).
Untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang demokrasi ada beberapa norma yang dapat dilakukan antara lain kesadaran akan pluralisme, musyarawah, cara-cara yang sesuai tujuan, norma kejujuran dalam pemufakatan, kebebasan nurani/persamaan hak dan kewajiban , percobaan dan kesalahan (trial and error) ( Latif , 2007: 39). Demi kenyamanan proses perwujudan demokrasi juga perlu memperhatikan adanya Hak asasi manusia (HAM), HAM adalah hak dasar setiap
manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa bukan mempersembahkan manusia atau lembaga kekuasaan (Sutiyoso, 2010: 167). Pelaksanaan HAM telah dilakukan melalui 2 instrumen yaitu
1. Kovenan hak-hak sipil dan politik atau International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR).
2. Kovenan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya atau International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESCR).

C. Kesimpulan
Untuk menjadi sebuah negara yang matang berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat sejalan dan sejalan dengan penguatan penguatan wawasan kebangsaan yang berbasis pada empat konteks dasar nasional Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)dan Bhinneka Tunggal Ika.
Nama :Silvia Novi Fitriana
Npm :2213053062

Analisis soal 2

A. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu melalui sila-silanya
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Didalam sila ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME
yang terus menjalin hubungan dengan manusia dan alam
semesta beserta isinya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Didalam sila ini berisi mengenai adanya konsep manusia yang
utuh.
3. Persatuan Indonesia
Dalam sila ketiga ini menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan
faham kebangsaan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
Sila keempat Menjelaskan bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan
penuh rasa tanggungjawab.
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Sila ke lima menerangkan bahwa keadilan pada dasarnya bertumpu pada habitat
sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.

B. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasila di Indonesia sekarang dan di masa mendatang yaitu pemimpin yang amanah dan berjiwa Pancasila supaya kelak berbagai keputusan yang diambil nya sesuai dengan ideologi pancasila yang bertujuan untuk membangun Negara Indonesia menjadi Negara yang makmur dan sejahtera.
Nama :Silvia Novi Fitriana
Npm :2213053062

Analisis soal 1
A. Tanggapan saya mengenai berita tersebut bahwa media sosial adalah sebagai sarana yang sangat rentan dalam penyebaran berita hoaxs dikalangan masyarakat. Untuk itu masyarakat harus lebih hati-hati dalam memilah-milah berita mana yang benar dan mana yang hoaxs. Latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks. Seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi bahkan bisa juga menyebarkan berita hoaks. Upaya yang dapat saya lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran berita hoax adalah dengan menghindari Judul yang Provokatif, periksa terlebih dahulu sumber berita tersebut, periksa kebenaran foto dalam berita, periksa Alamat Situs Web, membaca keseluruhan berita, dan Lebih berpikir logis dan kritis.

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila tentunya berdampak negatif seperti berita diatas yaitu maraknya penyebaran berita hoaxs dimedia sosial. Solusi dari saya untuk pengembangan iptek yang lebih baik dengan memfilter berbagi informasi dan menggunakan teknologi untuk hal positif.

C. Solusi dari sikap konsumerisme menurut program studi yang saya ambil yaitu PGSD dengan mengajarkan kepada peserta didik untuk menyisihkan sebagaian uang dan menabungnya, dan mempergunakan hasil tabungannya dikemudian hari dengan sebaik-baiknya untuk membeli keperluan yang benar-benar dibutuhkan, bukan membeli sesuatu yang diinginkan karena trend.
Nama :Silvia Novi Fitriana
Npm :2213053062

Analisis jurnal

1. Judul jurnal :Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu Dan Implikasi
Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

2. Penulis jurnal
Syarifuddin

3. Pendahuluan
Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia telah bersifat final, sehari setelah Proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Pancasila harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetauan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat danbudaya bangsa. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikas.

4. Pembahasan
•Konsep Dasar Pancasila
Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Pancasila merupakan hasil dari berbagai macam pemikiran yang lahir dari budaya nusantara. Suku-suku bangsa dinusantara telah melakukan akulturasi antar suku bangsa, antar bangsa sehingga terbentuklah kepribadian kebudayaan bangsa. Akulturasi budaya terus berkembang hingga abad ke 16 ketika bangsa Eropa masuk ke Indonesia dan mulai melakukan usaha penjajahan. Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia banyak mengalami berbagai macam akulturasi budaya, ekonomi, politik, pendidikan hingga pengetahuan.

•Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu
pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.

•Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.
3. Persatuan Indonesia
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara,
persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,mengimplementasikan
pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

5. Simpulan
Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai
dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.