Posts made by Silvia Novi Fitriana 2213053062

Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1
Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Tahun Terbit : 2022
Kata Kunci : Nilai Moral Pancasila, Generasi dan Anti Korupsi

Dari jurnal tersebut Pendidikan nilai dan moral sangatlah penting ditanamkan sejak dini. Pendidikan moral pada anak usia dini merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan untuk memberikan kesadaran tentang moral pada anak sejak dini. Tujuannya untuk mewujudkan generasi anti korupsi, membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan, mengembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melalui pendidikan jalur formal, non formal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga pendidikan, peserta didik ,masyarakat dan lingkungan keluarga. Keberadaan moral akan membawa keharmonisan dalam kehidupan apabila dilaksanakan sesuai dengan moral yang berlaku. Anak akan mampu melaksanakan moral yang ada jika diberikan pendidikan moral yang dilaksanakan dengan optimal oleh orang tua dan lembaga pendidikan di luar rumah. Pelaksanaan pendidikan moral harus dilaksanakan secara terus-menerus, karena hasil dari pendidikan moral tidak dapat dilihat dalam waktu yang singkat, namun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membentuk sikap dan kebiasaan bermoral anak. Hal itulah yang menjadi alasan bahwa pendidikan moral harus dilaksanakan sejak usia dini.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Judul video "Pengamalan Sila Pancasila Dalam Kehidupan"
Hasil analisis berdasarkan video tersebut yaitu Indonesia memiliki lambang negara yaitu Garuda Pancasila. Pengamalan sila Pancasila dapat diartikan sebagai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat lima sila dalam Pancasila antara lain sebagai berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa, dilambangkan dengan bintang. Pada sila pertama mengajak kita untuk percaya kepada tuhan dan melaksanakan perintahnya. Contoh penerapannya seperti bersyukur kepada tuhan, melaksanakan agama sesuai dengan agama yang dianut, tidak memaksakan agama orang lain, berdoa baik sebelum atau sesudah makan, dan menghargai agama orang lain (toleransi).

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dilambangkan dengan rantai. Pada sila kedua mengajak kita untuk saling mencintai terhadap sesama manusia. Adapun contoh penerapan sila kedua dalam kehidupan sehari-hari seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, tidak berbuat kasar terhadap orang lain, saling tolong menolong sesama teman, dan bersikap sopan terhadap yang lebih tua.

3. Persatuan Indonesia, dilambangkan dengan pohon beringin. Pada sila ketiga mengajak kita untuk cinta terhadap Bangsa Indonesia. Adapun contoh penerapan sila ketiga seperti mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dengan tertib, mencintai dan bangga terhadap produk dalam negeri, bermain dan rukun dengan teman, ikut serta melestarikan budaya daerah, dan tidak membeda-bedakan suku dan agama.

4. Kerakyatan Yang Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, dilambangkan dengan kepala banteng. Pada sila keempat mengajak kita untuk senantiasa bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Adapun contoh penerapan sila keempat seperti mampu menyampaikan pendapatnya, berdiskusi dan kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat orang lain, dan musyarawah dalam pemilihan perangkat kelas seperti ketua kelas.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dilambangkan dengan padi dan kapas. Pada sila kelima mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama. Adapun contoh penerapan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari seperti tidak berbuat kecurangan, menghargai apapun hasil karya orang lain, rajin menabung, melaksanakan suatu hak dan kewajiban secara seimbang, dan mengikuti gotong royong dalam membersihkan kelas.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 2G

Identitas Jurnal
Judul jurnal : Pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Volume dan Halaman: Vol. 9, No. 3, Halaman 710 - 724
Penulis: Iwan Fajri , Rahmat , Dadang Sundawa , Mohd Zailani Mohd Yusoff
Tahun : 2021
Kata Kunci: Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Hasil analisis
Pendidikan yang diselenggarakan di Aceh merupakan implikasi dari penerapan Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Aceh yang berbasis islami. Pemerintah Provinsi Aceh mengharapkan dengan penerapan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan ini dapat mewujudkan proses pendidikan di Aceh yang berlangsung secara islami di seluruh satuan pendidikan di Aceh dan mengintegrasikan budaya Islam dalam proses pendidikan di Aceh. Oleh karena itu kurikulum pendidikan islam sangat cocok dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat yang berbasis islami. Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.

Nilai moral islam adalah Alquran dan Hadits Nabi, dan ini berarti bahwa nilai harus mutlak dan stabil. Mohamed (1995) mengatakan bahwa sumber nilai dalam masyarakat Muslim dapat dirujuk kembali pada tradisi dan kebiasaan, menyerupai bangsa lain, atau kutipan intelektual dan peradaban, inovasi dalam agama dan jenis sumber lain yang relevan. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi
dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019). Dalam pendidikan ini kompetensi dasar yang ada dalam setiap mata pelajaran harus memuat nilai-nilai religius atau spiritual.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 221305362
Kelas : 2G

Pendidikan nilai dan moral sangat perlu diterapkan di sekolah. Fungsi adanya pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar adalah untuk mengembangkan potensi dasar peserta didik agar menjadi individu yang berakal budi dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila/kebudayaan nasional guna membentuk akhlak peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai falsafah. Terutama di tingkat sekolah dasar yang mana sebagai fondasi untuk membentuk generasi yang berkualitas dan bermoral tinggi.
Tujuan utama pendidikan nilai dan moral adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir moral, membuat keputusan secara etis, menciptakan peserta didik yang memiliki rasa cinta tanah air tinggi serta rasa nasionalisme terhadap NKRI.

Adapun cara yang harus dilakukan peserta didik untuk mempelajari nilai dan moral yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat yaitu dengan senantiasa mendengar, menghargai serta diharapkan mampu mempelajari peristiwa-peristiwa positif yang terjadi baik dilingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dari peristiwa tersebut diharapkan peserta didik mampu mengimplementasikan dalam kehidupannya sehari hari. Contohnya dalam lingkungan sekolah yaitu menyapa teman, bersalaman jika bertemu guru, dan membuang sampah pada tempatnya. Contoh dalam lingkungan keluarga seperti hidup rukun dengan kakak atau adik. Selanjutnya contoh dalam lingkungan masyarakat mengikuti pentas budaya yang ada di daerah setempat guna untuk menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum 1

by Silvia Novi Fitriana 2213053062 -
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 2G

1. Bagaimana pembelajaran pendidikan nilai dan moral diajarkan di sekolah dasar?
Jawaban : Pendidikan nilai dan moral di Sekolah Dasar dapat dilakukan melalui pembelajaran, ekstra kurikuler dan melalui budaya sekolah. Dalam penguatan nilai dan moral peserta didik dikelas maupun diluar kelas dapat dilakukan dengan cara menetapkan tata tertib, mengadakan upacara bendera setiap hari senin guna meningkatkan rasa cinta tanah air anak terhadap bangsa, serta memberikan ilmu pengetahuan yang mengutamakan moral, karakter, sikap, etika dan tingkah laku sesuai dengan pancasila dan undang-undang dasar 1945.

2. Bagaimana pendidik memberikan pengetahuan mengenai pendidikan nilai dan moral yang di ajarkan pada peserta didik?
Jawaban : Salah satu peran pendidik dalam pembentukan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan mengajarkan sopan santun. Jika peserta didik melakukan hal yang kurang pantas, sebagai pendidik jangan langsung menghakimi dan langsung memberikan label pada siswa tersebut. Dekati peserta didik kemudian koreksi tindakan tersebut dengan cara yang baik karena kadang kala bukan peserta didik sengaja bertindak tidak sopan, tetapi mereka belum tahu caranya bertindak secara sopan santun. Dari situlah kita sebagai pendidik memberikan sedikit pengajaran mengenai nilai sopan santun kepada peserta didik untuk dapat diimplementasikan kedepannya.

3. Berikan contoh hal yang sering dilakukan oleh peserta didik tentang penerapan pendidikan nilai dan moral?
Jawaban : Contoh hal yang sering dilakukan oleh peserta didik tentang penerapan pendidikan nilai dan moral seperti berdoa sebelum memulai pembelajaran, melaksanakan piket kelas sesuai jadwal yang telah ditentukan, datang ke sekolah tepat pada waktunya.