Posts made by Silvia Novi Fitriana 2213053062

Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis jurnal 2
Judul Jurnal "Pentingnya Pendidikan Nilai Di Era Globalisasi"
Penulis : Hidayati

Di era globalisasi, masyarakat harus meningkatkan keterampilannya agar seimbang dengan perkembangan saat ini. Dengan pesatnya perkembangan kemajuan ini, dunia menjadi semakin besar dan modern. Dengan munculnya inovasi-inovasi baru dan peningkatan keahlian manusia, masyarakat harus beradaptasi dengan kemajuan tersebut agar tidak ketinggalan. Di era globalisasi juga pendidikan harus menjadi prioritas utama kebutuhan hidup, karena itu diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di era globalisasi. Pendidikan yang sangat penting adalah pendidikan karakter, dengan adanya pendidikan moral menciptakan masyarakat yang bermartabat dan berkualitas. Pendidikan dapat dilakukan baik di lingkungan sekolah, masyarakat, dan sekolah. Sarana untuk menunjang pendidikan dapat dilakukan melalui lagu-lagu nasional, suatu pertunjukan mengenai kebudayaan, dan lainnya. Untuk menanggulangi era globalisasi yang pesat diperlukannya kesadaran masyarakat yang tinggi dan wawasan yang luas.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis video 1
Pada tahun 1967, Philippa Foot memperkenalkan sebuah eksperimen yang dikenal sebagai "trolly problem". Dari eksperimen tersebut membuat kita lebih memikirkan konsekuensi dari sebuah pilihan, dalam sesuatu yang harus selalu dikorbankan. Oleh karena itu sudah pasti terdapat banyak sekali resiko dalam setiap pilihan. Dalam eksperimen tersebut tidak ada jawaban yang mutlak benar atau salah. Pentingnya bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai moral dan etika sehingga mereka dapat mengambil keputusan secara jelas, terarah, dan bertanggung jawab. Dalam mengambil sebuah keputusan sebaiknya tidak hanya dari satu aspek moralitas saja, diperlukan juga aspek-aspek lain seperti realitas dan efisiensi untuk mencapai suatu keputusan yang baik. Moralitas selalu berkaitan dengan pengambilan keputusan, maka dari itu sebelum pengambilan keputusan perlu pertimbangan lebih matang untuk menghindari akibat yang fatal.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Jurnal 1
Identitas Jurnal
Judul jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani, Mohd Yusoff
Nama jurnal : Jurnal Kewarganegaraan
Tahun Terbit : 2021
Volume : 9
Nomor : 3
Kata Kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Hasil analisis dari jurnal tersebut yaitu penyelenggaraan pendidikan di provinsi Aceh mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Proses pembelajaran di Aceh berorientasi pada budaya Islam berdasarkan syariah Islam di Aceh. Penyelenggarakan pendidikan di Aceh merupakan upaya pengembangan seluruh aspek kepribadian peserta didik guna mewujudkan masyarakat Aceh yang beradab dan bermartabat. Kurikulum di Aceh masih belum bersifat substantif, belum memiliki konsep yang pasti dan belum ada model yang tetap, sehingga setiap sekolah memaknainya secara berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Implementasi pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islam sesuai dengan apa yang ditentukan oleh qanun Aceh dalam bidang pendidikan. Kurikulum Islam ini mengelola satuan pendidikan di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Budaya Islam di sekolah diperlakukan melalui beberapa aspek budaya yaitu disiplin, berkomunikasi dengan sopan, dan menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan Islam.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis video 2
Judul video "Mirisnya Kekerasan Dilingkungan Sekolah". Salah satu penyebab hilangnya nyawa peserta didik dilingkungan sekolah diduga hanya karena masalah sepele yakni perkelahian antar mulut dan pembullyan. Untuk meminimalisir terjadinya kejadian seperti itu perlu adanya pengawasan yang lebih ketat dari pendidik ataupun pihak sekolah terkait. Adapun kekerasan dilingkungan sekolah yang mengakibatkan peserta didik depresi (trauma) seperti duel yang terjadi karena peserta didik satu merasa terganggu oleh suara bising yang dilakukan oleh peserta didik lainnya. Untuk mengatasi kekerasan dilingkungan sekolah perlu adanya peranan dari orang tua, hal yang bisa dilakukan seperti memperkuat komunikasi antar orang tua dan anak, memberikan pengetahuan mengenai batasan-batasan dalam bergaul, dan mengajak anak lebih mengenal lingkungan rumah dan orang sekitar.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2
Judul : Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalangan Remaja
Penulis : H. Wanto Rivaie
Vol, nomor, tahun, dan halaman : Vol. 1. No. 1. April 2010, halaman 90-100
Kata Kunci: Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia

Hubungan antar warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahterah. Di lembaga pendidikan formal dan non formal. Pendidik bertanggung jawab atas pelatihan Nilai moral untuk membangun jati diri Generasi muda (Uyoh Sadulloh dkk, 6-12), dilakukan dengan usaha pendidikan, pengajaran dan pelatihan. Pendidikan bukan hanya tentang konten pengetahuan saja tetapi juga nilai moral Pancasila. Oleh karena itu dalam kegiatan mengajar lebih menekankan pada aspek kognitif. Sementara itu, pelatihan fokus pada aspek motivasi atau keterampilan yang sesuai dengan minat peserta didik.

Upaya membangun masa depan bangsa Indonesia mungkin dapat terwujud bila, pertama jika konsep multikulturalisme menyebar luas dan dipahami pentingnya bagi bangsa Indonesia, serta adanya keinginan bangsa Indonesia pada tingkat nasional maupun lokal untuk mengadopsi dan menjadi pedoman hidupnya. Kedua upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mewujudkan cita-cita ini.
Upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sejak usia dini, yang dimulai dari kelompok primer yaitu lingkungan keluarga, sampai dengan lingkungan yang lebih luas/kelompok sekunder yaitu lingkungan tetangga, teman sebaya (peer group), lembaga pendidikan formal dan pendidikan
non formal. Proses internalisasi nilai-nilai Pancasila ini tidaklah cukup hanya dihafal atau dipahami, namun yang lebih penting bagaimana hal ini dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai warga bangsa maupun sebagai warga dunia yang sedang terus berubah. Dengan jatidiri dan berwawasan kebangsaan diharapkan akan terhindar saling bermusuhan antara anggota masyarakat baik secara horizontal maupun vertikal, dan akan dapat dihindari disintegrasi bangsa yang kita cintai ini.