Posts made by Vita Novianti 2213053238

Nama : Vita Novianti
NPM: 2213953238
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
"PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang bersumber pada karya Piaget. Yakni terkait kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami.

Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral dan tidak memusatkan perhatian pada penyataan (statement).

Penelitian Kohlberg menyatakan bahwa apa yang membedakan tingkatan moral seseorang apat
dilihat dari alasan apa yang digunakan seseorang untuk melakukan sesuatu.
Kohlberg menyatakan bahwasanya perkembangan moral terbagi menjadi 3 level dimana setiap levelnya memiliki 2 tahapan.

Level 1. Moralitas Pra konvensional
1) Tahap 1 Ketaatan dan Hukuman
Hukuman adalah alat untuk mengatur atau menegakkan suatu peraturan tertentu. Pada tahap ini, anak- anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut. Dan mereka tidak akan melakukan sesuatu hal sebagai upaya untuk menghindari hukuman.
2) Tahap 2 Individualisme dan Pertukaran
Pada tahap ini anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu.

Level 2. Moralitas Konvensional
3) Tahap 3 Hubungan Interpersonal
Pada tahap ini seseorang akan mempertimbangkan pandangan orang lain. Bersikap "baik," dan mempertimbangkan bagaimana pilihan memengaruhi hubungan.
4) Tahap 4 Menjaga Ketertiban Sosial
Pada tahap ini berfokus dalam menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan. Peraturan harus dipatuhi agar tercipta lingkungan yang kondusif.

Level 3. Moralitas Pasca konvensional
5) Tahap 5 Kontrak Sosial dan Hak Perorangan
Pada tahap ini seseorang akan memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain.
6) Tahap 6 Prinsip Universal
Pada tahap ini, orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi, mereka akan melakukan tindakan yang menurut dirinya itu benar. Walaupun mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan.

Nama : Vita Novianti

NPM: 2213053238

Kelas : 3F

Analisis Jurnal PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Jurnal ini membahas tentang isu moral yang terjadi di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan China.

a. Indonesia

Persoalan terkait pendidikan di Indonesia masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang hingga saat ini belum tuntas. 

b. India

Dalam pendidikan nasional India, pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan yang tidak secara khusus dikembangkan melalui satu sudut pandangan agama. 

c.Malaysia

Pendidikan nilai di Malaysia cukup konsisten dalam mengembangkan nilai, moral, norma, etika, estetika melalui pendidikan formal, meskipun dalam pelaksanaannya mengalami beberapa kendala. 

d. China

Dalam tradisi Cina, pendidikan memiliki hubungan erat dengan kewajiban moral. Pemerintah cina mengambil kebijakan yakni memasukan pendidikan moral ke dalam kurikulum sekolah dasar dan diajarkan sekali dalam seminggu.

Perbedaan yang ada diantara 4 negara tersebut yakni karena perbedaan ideologi bangsa. Namun pada dasarnya negara tersebut memiliki tujuan yang satu atau tujuan yang sama yakni memberikanp enekanan pendidikan nilai moralp ada nilai etik moral terutama dalam hal nilai-nilai yang bersifat asasi manusia, universal, dan global.

Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berfokus untuk mengembangkan dan meningkatkan komponen - komponen integrasi pribadi. 

1) pribadi yang terintegrasikan selalu melakukan pertumbuhan dan perkembangan: Yakni memandang hidup sebagai suatu proses

2) Integrasi pribadi yang memiliki kesadaran akan jati diri dan identitasnya. masing, 

3) Integrasi pribadi yang senantiasa terbuka dan peka terhadap kebutuhan orang lain

4) Pribadi yang mengilustrasikan sebuah kebulatan kesadaran.

Pendekatan pendidikan nilai dan moral

1) inculcating, yaitu menanamkan nilai dan moralitas

2) Modelling, yaitu meneladankan nilai dan moralitas

3) Facilitating, yaitu me- mudahkan perkembangan nilai dan moral

4) Skill development, yaitu pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tentram dan kehidupan sosial yang kondusif.

Nama: Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas: 3F

Saat ini banyak terjadi fenomena atau kejadian terkait degradasi moral. Bahkan disekitar kita saat pada kehidupan sehari-hari banyak tindakan yang menjurus pada degradasi moral. Dunia pendidikan Indonesia memiliki tugas yang cukup berat dalam mengatasi terkikisnya nilai-nilai moral pelajar Indonesia.

Pendapat dari Bu Retno (KPAI)
Moral seorang anak dapat dilihat saat ia berada di lingkungan keluarga atau rumah. Lingkungan keluarga adalah pendidikan utama dan pertama bagi anak-anak yang mana akan menjadi dasar terbentunya karakter moral mereka.

Selanjutnya yakni lingkungan sekolah. Selain lingkungan keluarga lingkungan sekolah juga memiliki peran yang penting. Sekolah adalah tempat ia menuntut ilmu menambah wawasan dan membentuk kepribadian. Sehingga tenaga pendidik atau guru sudah seharusnya dalat mengelolaan kelas dengan baik untuk menunjang pembentukan karakter yang baik pada peserta didik.

Lingkungan sekolah harus didesain sebagai lingkungan yang sebaik mungkin seaman dan senyaman mungkin agar proses belajar dan mengajar dapat terlaksana dengab baik. Begitu pula dalam proses pembelajaran baik guru maupun peserta tidak dibenarkan menyikapi sesuatu dengan kekerasan.

Pendapat Dr. Itje (Praktisi Pendidikan)
Terdapat 4 kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru yaitu kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan pendagogic. Seorang guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran melainkan juga harus menguasai kompetensi diri.

Pembekalan untuk para calon tenaga pendidik juga harus ditekankan pada hal kepribadian. Agar calon tenaga pendidik tersebut nantinya memiliki bekal atau pengetahuan untuk mengelola peserta didik dengan baik.

Pendapat ibu Fero
Dilihat dari segi psikologis anak-anak bertumpu pada level kognisi atau kemampuan bernalar dan berfikir.
Anak-anak tidak mampu mengelola emosi. Saat dia marah maka akan muncul implus atau rangsangan untuk ia melakukan tindakan tertentu. Yang mana dalam melakukan tindakan tersebut seorang anak tidak memikirkan konsekuensi yang nantinya akan terjadi dari tindakan yang ia perbuat.

Kemampuan dalam mengelola hendaknya diajarkan atau dibina sedini mungkin agar nantinya ia menjadi seseorang yang tidak gegabah dan memiliki kepribadian yang baik.
Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F

Analisis Video 1
"6 TAHAP PERKEMBANGAN MORAL MENURUT KOHLBERG"

Video ini mengajak kita untuk menambah wawasan terkait 6 tahapan moral yang dicetuskan oleh Kohlberg

Lawrence Kohlberg menyatakan bahwasanya perkembangan moral terbagi menjadi 3 level dimana setiap levelnya memiliki dua tahapan.

Level 1 Pra-Konvensional
1) Menghindari Hukuman
Hukuman menjadi alat untuk mengatur atau menegakkan suatu peraturan agar peraturan tersebut dipatuhi dan tidak dilanggar.
Ketika seseorang mengetahui hukuman tentang suatu hal maka ia akan menghindari dengan tidak bertindak sesuatu.
2) Keuntungan dan Minat Pribadi
Seseorang akan memperhitungkan apa yang nantinya akan terjadi apa yang akan ia peroleh ketika akan melakukan suatu tindakan.

Level 2 Konvensional
3) Menjaga Sikap Orang Baik
Pada tahap ini, seseorang akan mempertimbangkan pandangan dan harapan orang lain serta mempertimbangkan kesepakatan sosial yang ada terhadapnya.
4) Memelihara Peraturan
Peraturan adalah sebuah instrumen untuk menjabarkan lebih lanjut dan rinci mengenai suatu ketentuan. Peraturan harus dipatuhi agar tercipta kondisi yang kondusif dan tidak ricuh.

Level Pasca Konvensional
5) Orientasi Kontrak Sosial
Pada tahap ini seseorang akan mempertimbangkan hak asasi yang dimiliki orang lain dalam mengambil keputusan moral.
6) Prinsip Etika Universal
Seseorang akan melakukan tindakan yang menurut dirinya adalah tindakan yang benar meskipun tindakan yang dilakukan bertentangan dengan hukum dan tidak sejalan dengan norma yang ada. Oleh karena itu tahap ini identik dengan menggambar prinsip internal seseorang.