Posts made by Vita Novianti 2213053238

Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F
Prodi : PGSD

Analisis Jurnal
" PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”

Pada tersebut membahas terkait rendahnya kualitas moral masyarakat Indonesia. Pendekatan komprehensif merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Karena kondisi saat ini sangat berbeda dengan kondisi pada masa lalu yang mana pada saat ini kehidupan sudah semakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat.

Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek yakni sebagai berikut:
1) Isi pendidikan nilai harus komprehensif
2) Metode pendidikan  harus komprehensif
Termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan- keterampilan hidup yang lain.
3) Pendidikan nilai harus terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas
Dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberiaan penghargaan, dan semua aspek kehidupan.

Pendidikan nilai dan moral hendaknya dilengkapi pengembangan kognitif tingkat tinggi sehingga peserta didik akan memiliki keterampilan dalam membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri, memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan untuk melakukan tindakan bermoral. Pendidikan nilai dan moral pun hendaknya mampu mengembangkan peserta didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual. Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bernuansa indoktrinasi perlu diinovasi dengan pendekatan komprehensif. Yakni meliputi
a. inculcating
b. modeling
c. facilitating
d. skill development

Nama : Vita Novianti

NPM: 2213053238

Kelas : 3F

Prodi : PGSD

Analisis Jurnal 1 

"Pendidikan Moral Di Sekolah"

Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem. Yang mana sebagai sebuah mikrosistem sekolah memiliki pengaruh kuat yang dapat dilihat langsung dalam diri subjek didik. Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh dan perencanaan terkait Pendidikan moral di sekolah bersifat komprehensif yang mana tidak berfokus pada satu komponen saja tetapi harus melibatkan berbagai komponen yakni pendidik, materi, metode dan evaluasi. 

1) Pendidik

Guru adalah ujung tombak untuk mengupayakan atau untuk mewujudkan moral yang baik peserta didik. Sehingga dalam pelaksanaannya seorang guru harus mampu menjadi teladan atau roll model bagi peserta didiknya.

2) Materi

Materi pendidikan moral meliputi ajaran untuk menjadi orang bermoral dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap tuhan Yang Maha Esa.

3) Metode

a. Inkulkasi Nilai

b. Metode Keteladanan

c. Metode Klarifikasi Nilai

d. Metode Fasilitasi Nilai

e. Metode Keterampilan Nilai Moral

4) Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pendidikan yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral, dan perilaku nilai/moral.

Komponen-komponen tersebut harus menjadi kesatuan yang padu yang mana antar komponen satu dan yang lainnya harus selaras dan saling mendukung sehingga mendapatkan hasil yang optimal yaitu berkembangnya nilai-nilai moral peserta didik. Nilai-nilai moral tersebut dapat dijadikan bekal agar nantinya mereka menjadi generasi muda emas atau generasi yang berkualitas.

Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

Analisis video 2
" Pendekatan Pentahelix pendidikan nilai dan moral"

Beberapa pendekatan yang dapat membantu dalam menanamkan nilai yaitu :
1.Pemerintah
Pemerintah membuat UUD nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan wajib ada dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai.
2.Masyarakat / Komunitas
Kehidupan yang setiap hari kita jalani ataupun kebiasaan-kebiasaan yang kita ataupun oranglain lakukan dapat membantu dalam penanaman nilai dan moral.
3. Akademisi
Tenaga pendidik baik guru ataupun dosen ataupun seluruh orang yang ada di lingkungan pendidikan akan melakukan transfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
4. Pengusaha / Pemilik Modal
 Penerapan nilai dapat dilakukan melalui pengusaha atau pemilik modal.
5.Media
Penanaman nilai dapat dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang saat ini berkembang pesat yakni melalui media sosial maupun media elektronik.

Herman (1972) mengemukakan bahwa '...value is neither taught not cought, it is learned.''  Yang bermakna bahwa substansi nilai tiaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan.
Nilai harus ditangkap, dicerna, kemudian diinstalasikan dan dibekukan kedalam diri kita.

Beberapa aliran dalam pengajaran nilai yaitu aliran relativisme (bersifat relatif, subjektif, dan temporer), aliran kebebasan (menekankan pembebasan dalam nilai).
Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F
Prodi : PGSD

Analisis Video 1
" Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral"

Pada video ini kita diajak untuk mengetahui dan memahami peran guru atau pendidik pada jenjang sekolah dasar dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui pembelajaran PPKn.

Anak-anak harus dibekali pendidikan moral dari sedini mungkin terutama pada usia sekolah dasar. Apabila seorang anak tidak dibekali pendidikan moral maka perilaku atau sifatnya mudah terpengaruh kearah negatif. Saat ini masalah moral semakin menjadi-jadi sebagai contoh kasus bullying hingga tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak. Sebenarnya usaha untuk menanggulangi kemerosotan moral ini telah banyak dilakukan baik oleh lembaga keagamaan, pendidikan, sosial maupun instansi pemerintah. Namun usaha-usaha tersebut belum cukup optimal untuk mengatasi permasalah tersebut.

Pentingnya PPKn dalam pendidikan nilai dan moral yakni sebagai berikut:
1. Pembangunan watak atau karakter
2. Secara makro PPKn merupakan wahana sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
3. Acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
4. Jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik

Hal yang harus dilakukan oleh guru atau tenaga pendidik agar pendidikan nilai dan moral dapat tertanam pada peserta didik
1. Indoktrinasi
Yakni menanamkan nilai-nilai disiplin.
2. Klarifikasi Nilai
Yakni seorang guru mengasah peserta didik menggunakan pernyataan benar atau salah, baik atau buruk. Yang kemudian diajak untuk menganalisis apa alasan jika benar ataupun apa alasan jika itu salah.
3. Teladan dan Contoh
Seperti yang kita ketahui bahwasanya guru adalah digugu dan ditiru. Dari kalimat tersebut kita bisa mengambil inti yakni guru sudah seharusnya menjadi teladan atau roll model pagi peserta didiknya.
4. Pembiasan dalam perilaku
Penanaman moral biasanya lebih banyak dilakukan melalui pembiasaan tingkah laku dalam proses belajar mengajar. Dari kegiatan awal berdoa hingga penutup.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan
1. Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila
2. Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik
3. Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila
4. Menggugah kesadaran peserta didik sebagai warga negara
5. Memberikan motivasi agar dalam setiap langkah dan berperilaku sesuai Pancasila
6. Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik
7. Pembangunan watak dan karakter