Kiriman dibuat oleh Vita Novianti 2213053238

Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F

Analisis Jurnal " Pentingnya Pendidikan Nilai Di Era Globalisasi"

Dalam globalisasi teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor pendukung utama. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sangat pesat. Informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat diakses dan terbuka untuk semua orang. Namun, globalisasi tersebut juga membawa pengaruh yang cukup besar dari segala aspek kehidupan manusia.
Dari aspek politik, ekonomi hingga sosial-budaya.
Era globalisasi membawa pengaruh terhadap moral seseorang. Dari degradasi moral hingga melakukan tindakan yang menyimpang terutama pada anak-anak.

Salah satu penyebab degradasi moral dan fenomena kekerasan yang terjadi terus menerus adalah gagalnya Pendidikan di Indonesia.Pendidikan lebih mementingkan kecerdasan intelektual, akal, dan penalaran, tanpa diimbangi dengan intensifnya pengembangan hati, perasaan, emosi, dan spiritual. Sehingga menyebabkan seseorang berkarakter oportunis, hipokrit, dan besar kepala, tanpa memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang memadai.

Dari permasalahan tersebut dapat kita maknai begitu pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi anak-anak. Pendidikan nilai dan bermoral bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi seseorang yang dapat mengelola hidupnya sesuai dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Satuan pendidikan dan tenaga pendidik diharapkan memberikan pembelajaran yang dapat mengasah dan meningkatkan rasa nasionalisme serta menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa.
Selain itu, perlu adanya kerjasama lingkungan sekolah, lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat dalam membentuk karakter anak-anak.
Sehingga generasi muda Indonesia memiliki bekal dengan nalar dan hati yang benar, norma dan agama yang kuat, rasa nasionalisme yang benar, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dalam menghadapi era globalisasi.
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

Analisis jurnal
"PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH"

Perkembangan teknologi dan informasi semakin pesat. Perkembangan tersebut mempengaruhi lingkungan sosial salah satunya yakni berpengaruh terhadap perkembangan moralitas yang dimiliki remaja pada zaman modern ini.
Dalam menanggapi hal tersebut pemerintah Aceh selain menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh juga melaksanakan pendidikan sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh.

Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik. Namun juga pada bidang pendidikan. Dalam proses penyelenggaraan nya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun. Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Pengimplementasian kurikulum pendidikan Islam dilakukan agar sesuai dengan kekhasan dan sosial budaya masyarakat Aceh. Dan bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam mewujudkan masyarakat Aceh (ureung Aceh) yang berperadaban dan bermartabat.

Islam berupaya membaurkan semua aspek kehidupan materialistis atau spiritual, dan berupaya membangun tujuan individu yang searah dengan tujuan masyarakat dan mengintegrasikan perkataan dengan perbuatan. Serta menyeimbangkan kebutuhan dalam kehidupan ini dan keinginannya dalam kehidupan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

oleh Vita Novianti 2213053238 -
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

Analisis video 2 " Mirisnya Kekerasan di Lingkungan Sekolah"

1) Tahun 2015 Siswa kelas 2 di SDN Kebayoran Lama, Jakarta meninggal dunia setelah berkelahi dengan temannya yang diduga karena perkelahian mulut
2) Tahun 2017 siswa kelas 2 SD di Sukabumi Jawa Barat meninggal di halaman sekolah setelah berkelahi, yang dugaannya karena dirundung dan dilempar minuman beku.
3) Tahun 2017, duel antar dua siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam Hari Guru yang terjadi di SDN kabupaten Bandung.

Dari beberapa kasus yang dipaparkan pada video dapat kita maknai bahwasannya lingkungan disekolah masih sangat memperhatikan dan perlu adanya evaluasi agar menjadi lebih baik. Lingkungan sekolah adalah lingkungan anak-anak yang mana seharusnya lingkungan tersebut menjadi tempat mereka belajar, tempat mereka berkembang, serta tempat mereka menyalurkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Namun, hal tersebut berbanding terbalik lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang buruk bagi beberapa siswa.

Banyak terjadi tindakan tidak bermoral disana mulai dari bullying hingga tindak kekerasan. Tindakan bullying sudah tidak asing lagi bagi semua orang bahkan sudah menjadi hal yang dinormalisasikan dilingkungan sehari-hari. Padahal tindakan tersebut sangat tidak baik tindakan bullying dapat merusak mental seseorang bahkan dapat membuat mereka menjadi depresi hingga melakukan tindakan yang berbahaya.

Persoalan-persoalan tersebut seharusnya menjadi sebuah pembelajaran untuk dunia pendidikan di Indonesia. Bahwasanya dunia pendidikan di Indonesia perlu dievaluasi perlu dibenahi agar tidak terjadi kembali tindakan membahayakan dan tindakan tidak bermoral.
Serta perlu adanya kerjasama antara tenaga pendidik, orang tua serta masyarakat. Lingkungan rumah, lingkungan masyarakat serta lingkungan sekolah memiliki tanggung jawab dalam pembentukan karakter anak-anak. Karna anak-anak masih sangat dekat dengan lingkungannya yang menyebabkan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangannya.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

oleh Vita Novianti 2213053238 -
Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F

Analisis video "Apakah moral"

Video tersebut mengajak kita untuk menghadapi sebuah persoalan dilematis tentang moralitas. Persoalan-persoalan tersebut membuat moralitas menjadi sebuah dilema.
Philippa foot pada tahun 1967 mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal dengan trolley problem. Trolley problem merupakan sebuah skenario yang dibuat untuk menguji serta meningkatkan rasa moral seseorang.

Skenario pertama: kita dihadapkan persoalan tentang dua pilihan yakni merelakan untuk mengorbankan satu orang tertabrak kereta atau mengorbankan lima orang untuk tertabrak kereta.
Skenario yang kedua: Kita dihadapkan dengan persoalan kembali dengan dua pilihan yakni sengaja mendorong satu orang untuk menyelamatkan lima orang atau tidak melakukan apa-apa dan membiarkan lima orang tertabrak kereta.

Dengan persoalan-persoalan dari the trollley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan yang akan kita ambil. Serta kita akan berpikir untuk mendefinisikan kembali moralitas dari perspektif yang berbeda-beda. Kemudian mencari manakah nilai moral yang lebih baik atau mungkin yang kita pikirkan lebih baik itu hanya tipuan belaka.

Pembelajaran moral bagaikan sebuah doktrin yang mana harus ada yang kita korbankan untuk kepentingan yang lebih besar.

Video tersebut menjadi sebuah pembelajaran untuk kita dalam menghadapi persoalan yang terjadi di sekitar, tentang hal-hal yang menjadi konsekuensi dari sebuah moral serta tentang moralitas yang kerap kali menjadi egoisme seseorang atau sekelompok golongan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

oleh Vita Novianti 2213053238 -
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238
Kelas : 3F

nilai nilai yang harus kita teladani dan kita lakukan dalam kehidupan sehari hari

1. Sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengandung makna untuk percaya dan bertakwa kepada tuhan
a. Menghormati pemeluk agama lain
b. Tidak memaksakan suatu kepercayaan atau agama kepada orang lain
c. Senantiasa bertakwa dengan menjalankan segala perintahnya

2. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab
a. Saling tolong menolong apabila ada yang mengalami kesulitan ataupun musibah
b. Berperilaku dan bersikap yang sopan kepada semua orang terutama yang lebih tua

3. Sila ketiga, ketuhanan yang maha esa
Sila ini bermakna agar warga negara Indonesia senantiasa cinta terhadap tanah air
a. Melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia
b. Menggunakan produk-produk lokal contohnya batik. Sebagai rasa bangga terhadap produk yang dibuat oleh masyarakat Indonesia.

4. Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
a. Melakukan musyawarah apabila akan mengambil suatu keputusan
b. Menghargai pendapat orang lain

5. Sila kelima, Persatuan Indonesia
Sila ini bermakna agar seluruh warga negara Indonesia senantiasa bersikap adil.
a. Bersikap adil kepada semua teman tanpa membedakan-bedakan satu dengan yang lainnya.
b. Selalu menghargai karya orang lain

Cara agar seseoarang dapat meneladani dan menerapkan nilai-nilai Pancasila
1. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketakwaan. Dengan cara tersebut berbekal pengetahuan dan ketakwaan seseorang dapat mengubah perilaku-perilaku yang sebelumnya mengarah ke negatif menjadi perilaku yang positif yang selalu meneladani nilai-nilai Pancasila.

2. Melalui pendidikan
Kehidupan seseorang selalu dipengaruhi oleh pendidikan. Oleh karena itu pembelajaran pada sekolah harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila kedalamnya. Sehingga peserta didik dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.

3. Memberikan teladan yang baik
Tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat hendaknya dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan penerapan nilai-nilai Pancasila. Orang tua dapat memberikan teladan saat dirumah, tenaga pendidik atau guru memberikan teladan yang baik saat dilingkungan sekolah dan masyarakat memberikan teladan yang baik dilingkungan sekitarnya.
Dengan kerjasama yang optimal maka dapat membentuk karakter generasi muda yang senantiasa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.