གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Vita Novianti 2213053238

LKPDSD_B1_Ganjil_24/25 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Vita Novianti 2213053238 གིས-
Nama : Vita Novianti
NPM : 2213053238

Izin menjawab pertanyaan dari Sherli
Membuat sumber belajar yang inovatif adalah langkah penting untuk meningkatkan minat belajar siswa dan membuat proses pembelajaran lebih efektif. Anak-anak di usia sekolah dasar cenderung lebih tertarik pada hal-hal yang visual, interaktif, dan menyenangkan. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam mengembangkan sumber belajar yang inovatif antara lain :

1. Memahami Konsep Sumber Belajar Inovatif
Sumber belajar yang kembangkan tidak hanya sekedar menarik, tetapi juga harus relevan, interaktif , menyenangkan dan beragam
2. Mengenali peserta didik
Pada tahap ini kita harus mengetahui terlebih dahulu tingkat perkembangan kognitif, minat serta gaya peserta didik.
3. Memilih media yang tepat
Terdapat banyak media yang dapat kita gunakan dan manfaatkan. Contohnya Gambar, animasi, video, infografis, komik, Aplikasi pembelajaran, game edukasi dll.
4. Desain yang menarik
Setelah kita menentukan media apa yang akan kita gunakan kita harus mendesain media tersebut semenarik mungkin. Yakni dengan menggunakan warna cerah, font mudah dibaca, layout rapi dan mudah dibaca serta ilustrasi yang relevan dan menarik perhatian.

LKPDSD_B1_Ganjil_24/25 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Vita Novianti 2213053238 གིས-

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ibu, izin mengirimkan makalah dan powerpoint kelompok 2

Anggota kelompok 2

  1. Annisatul Alfaidah (2213053078)
  2. Dwi Ratna Asih (2213053037)
  3. Helau dari Florence (2213053023)
  4. Jeky Septa Anggara (2213053253)
  5. Luluk Utami (2213053257)
  6. Vita Novianti (2213053238)

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

Vita Novianti 2213053238 གིས-
Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F

Berikan analisa mu mengenai penanaman nilai dan moral dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, mulai dari bagaimana cara menanamkannya , hambatan hambatan proses penanamannya, dan trik atau strategi apa yang tepat yang dipakai agar penanaman tersebut dapat menjadi kebiasaan dan dilakukan secara terus menerus oleh anak didik kita.

Jawaban
A. Penanaman nilai dan moral
1). Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga atau orang tua adalah lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak. Lingkungan keluarga pun sangat berpengaruh terhadap moral seseorang anak. Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah memberikan pemahaman terkait dampak positif dari penanaman nilai moral serta dampak negatif jika tidak melaksanakan penanaman nilai dan moral. Pemahaman tersebut disertai dengan tindakan-tindakan kecil sebagai implementasi nya sehingga anak akan lebih cepat memahami dampak positif dari tindakan tersebut apabila dilaksanakan dengan baik. Serta dapat memahami dampak negatif yang akan terjadi apabila tindakan tersebut tidak dilaksanakan.
Kemudian orang tua juga bisa melakukan pembiasaan sejak dini seperti sikap saling menyayangi, bergotong royong, rajin beribadah dll.

2). Lingkungan sekolah
Di sekolah guru memiliki peran yang penting. Guru singkatan dari dari di gugu dan di tiru. Seorang guru menjadi roll model bagi peserta didiknya. Oleh karena itu guru harus senantiasa memberikan contoh yang baik sehingga apa yang ia lakukan akan ditiru oleh peserta didik. Tindakan-tindakan tersebut akan menjadi kebiasaan yang akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

3). Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat pun juga berpengaruh terhadap nilai dan moral seseorang. Lingkungan masyarakat dapat berupa memupuk atau meningkatkan moral anak dengan cara mengadakan acara bersama serta gotong royong dll. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa toleransi, tolong menolong, saling menghargai dan menghormati antar sesama.

B. Hambatan
Hambatan yang terjadi tentu dari faktor internal seseorang. Faktor internal tersebut meliputi niat dan kemauan. Meskipun lingkungan keluarga, lingkungan sekolah serta lingkungan masyarakat sudah bekerja sama dengan baik akan tetapi orang tersebut memiliki kesadaran moral yang tidak cukup baik maka akan menghambat upaya-upaya tersebut.

C. Trik atau strategi
Penanaman nilai moral tidak bisa hanya dilakukan sekali saja. Terutama untuk anak-anak, anak akan melakukan hal yang sama apabila tindakan tersebut sering ia lihat. Anak-anak perlu adanya pembiasaan, oleh karena itu penanaman nilai dan moral harus senantiasa dilakukan secara terus menerus.
Selanjutnya adalah keterlibatan semua pihak yakni orang tua, pendidik serta masyarakat. Apabila semua pihak dapat bekerja sama dengan baik maka proses penanaman nilai dan moral akan lebih optimal.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Vita Novianti 2213053238 གིས-
Nama : Vita Novianti
NPM: 2213053238
Kelas : 3F

Analisis jurnal 2
" Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa SMP Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orangtua"

Saat ini jaman modern yakni ditanda dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Informasi pun semakin tidak terbatas. Dengan hal itu informasi dapat diakses dengan sangat mudah dan menyebabkan berbagai nilai-nilai dari luar yang bersifat negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi bangsa.

Peserta didik memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik.
Serta Enam pengetahuan moral yang diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter, yakni
1). Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3).Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4). Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5).Membuat Keputusan (Decision Making)
6). Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge).

Di dalam lingkungan sekolah diperlukan nya keteladanan dari seorang guru. Guru menjadi roll model bagi semua peserta didiknya. Yang mana segala hal yang diucapkan atau dilakukan akan ditiru. Oleh karena itu seorang guru harus memberikan contoh moral yang baik kepada anak peserta didiknya.Agar mereka pun mampu mencontoh teladan tersebut. Kemudian, pendidikan orang tua juga berdampak baik terhadap pengetahuan moral dan mempengaruhi perilaku moral peserta didik.