Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Analisis Jurnal 1
"PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL"
Kehidupan manusia semakin kompleks dengan munculnya masalah global seperti pelanggaran HAM, kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk memikirkan sistem pendidikan yang dapat mengatasi tantangan ini. Di sisi lain, revolusi teknologi telekomunikasi dan transportasi telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Kerjasama global dalam berbagai bidang juga semakin meningkat, tanpa dibatasi oleh batasan geografis. Namun, globalisasi juga membawa dampak negatif, seperti kompetisi yang tidak sehat.
Jurnal tersebut juga memaparkan mengenai isu pendidikan nilai moral dibeberpa Negara sebagai berikut :
1. Indonesia: Pendidikan nilai di Indonesia masih terfokus pada kurikulum nasional dan lokal, tanpa sentuhan yang cukup dalam perspektif global. Pandangan yang simplistik tentang pendidikan nilai juga masih ada. Sistem pendidikan era Orde Baru dianggap tidak berhasil dalam menanamkan nilai moral dan humanisme kepada siswa.
2. India: Pendidikan nilai di India lebih populer dan tidak terpaku pada sudut pandang agama tertentu. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan dalam konteks pemahaman nilai agama yang bersifat universal.
3. Malaysia: Pendidikan nilai dilakukan secara langsung melalui mata pelajaran moral dan agama, serta tidak langsung melalui mata pelajaran lain dan kegiatan kokurikuler. Meskipun konsisten dalam mengembangkan nilai, sistem pendidikan masih memiliki kendala dalam hal pendekatan pembelajaran, evaluasi, dan pelaporan nilai.
4. Cina: Pendidikan nilai memiliki hubungan erat dengan kewajiban moral dalam tradisi Cina. Namun, pendidikan nilai dihadapkan pada tantangan seperti fokus pada kemampuan akademik yang menggeser pengembangan moralitas, serta kurangnya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengembangkan nilai.
NPM : 2213053219
Analisis Jurnal 1
"PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL"
Kehidupan manusia semakin kompleks dengan munculnya masalah global seperti pelanggaran HAM, kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk memikirkan sistem pendidikan yang dapat mengatasi tantangan ini. Di sisi lain, revolusi teknologi telekomunikasi dan transportasi telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Kerjasama global dalam berbagai bidang juga semakin meningkat, tanpa dibatasi oleh batasan geografis. Namun, globalisasi juga membawa dampak negatif, seperti kompetisi yang tidak sehat.
Jurnal tersebut juga memaparkan mengenai isu pendidikan nilai moral dibeberpa Negara sebagai berikut :
1. Indonesia: Pendidikan nilai di Indonesia masih terfokus pada kurikulum nasional dan lokal, tanpa sentuhan yang cukup dalam perspektif global. Pandangan yang simplistik tentang pendidikan nilai juga masih ada. Sistem pendidikan era Orde Baru dianggap tidak berhasil dalam menanamkan nilai moral dan humanisme kepada siswa.
2. India: Pendidikan nilai di India lebih populer dan tidak terpaku pada sudut pandang agama tertentu. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan dalam konteks pemahaman nilai agama yang bersifat universal.
3. Malaysia: Pendidikan nilai dilakukan secara langsung melalui mata pelajaran moral dan agama, serta tidak langsung melalui mata pelajaran lain dan kegiatan kokurikuler. Meskipun konsisten dalam mengembangkan nilai, sistem pendidikan masih memiliki kendala dalam hal pendekatan pembelajaran, evaluasi, dan pelaporan nilai.
4. Cina: Pendidikan nilai memiliki hubungan erat dengan kewajiban moral dalam tradisi Cina. Namun, pendidikan nilai dihadapkan pada tantangan seperti fokus pada kemampuan akademik yang menggeser pengembangan moralitas, serta kurangnya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengembangkan nilai.