གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ yunita Lestari 2213053219

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

yunita Lestari 2213053219 གིས-
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1
“PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH”
Dalam rangka membangun generasi bangsa yang berkualitas tentu perlu adanya pendidikan moral yang harus dilaksanakan secara bersungguh-sungguh. Selain orang tua, guru juga memiliki peran yang penting dalam proses pembentukan moral anak. Seharusnya keluarga, sekolah, dan masyarakat berkolaborasi dalam tanggung jawab bersama untuk membentuk anak-anak menjadi individu yang tidak hanya bermoral baik tetapi juga cerdas secara intelektual, sehingga terwujudlah generasi muda yang unggul pada bangsa ini. Adapun dalam proses ini tentu melibatkan semua komponen dalam lingkungan sekolah seperti guru, staf sekolah, dan siswa. Adapun komponen lain yang tak kalah penting yaitu cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen-komponen ini, sekolah dan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

yunita Lestari 2213053219 གིས-
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 2
“Pendidikan nilai dan moral”

Nilai berarti memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi, sedangkan moral atau morse diartikan sebagai kebiasaan-kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang.
Berikut merupakan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai:
_Pemerintah
pemerintah membuat undang-undang nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3 yang mana agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia wajib ada di dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai.
_Masyarakat atau komunitas
kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat dapat membantu untuk menanamkan nilai akademisi seorang pendidik seperti guru ataupun dosen yang bekerja di di bidang akademisi pasti akan melakukan transfer of knowledge dan transfer of value di dalamnya
_Pengusaha atau pemilik
_Media

Herman (1972) mengemukakan bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan, nemun nilai harus ditangkap, dicerna, diinternalisasikan, dan dilakukan di diri kita. Dalam menilai kualitas seseorang. dapat dilihat dari penerapan nilai di dalam dirinya.
Aliran Dalam pengajaran nilai
_ Aliran relativisme
yaitu nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai yang bersifat relatif subjektif temporer dan situasional
_ Aliran kebebasan atau value free
yaitu nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

yunita Lestari 2213053219 གིས-
Nama: Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 1
"Peran pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PPKN"

Kesadaran nilai moral berguna dalam mengarahkan anak untuk mampu membuat pertimbangan secara matang atas berlakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Ketika seorang tidak dibekali pendidikan moral yang terjadi adalah adanya masalah moral, seperti masalah yang sekarang ini sangat menyita perhatian terutama dari para pendidik, alim ulama, pemuka masyarakat, dan orang tua. Di zaman sekarang, tidak sedikit kita temui kasus orang tua yang mengeluhkan anak nya yang sukar patuh, keras kepala, bahkan nakal. Tak hanya orang tua, gurupun tak jauh berbeda kesusahanya dalam mendidik anak. Adapun dari berbagai lembaga, seperti lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, lembaga sosial, maupun instansi pemerintah telah melakukan upaya untuk menanggulangi kemrosotan moral yang terjadi di indonesia.
Pendidikan moral sangat penting disosialisasikan kepada seluruh peserta didik Demi kemajuan sekolah bangsa maupun negara dalam membentuk karakter peserta didik kepribadian serta karakter yang baik tentu akan membentuk generasi masa depan yang cerah. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat menyadarkan kita akan pentingnya PPKN dalam pendidikan nilai dan moral:
1. Pembangunan Watak atau karakter
2. Secara makro PKN juga merupakan Wahana sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
3. Acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
4. Jabatan untuk menuju pendidikan moral yang baik
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan nilai dan moral karena yang disampaikan oleh mata pelajaran ini adalah nilai-nilai dan moral yang dibutuhkan oleh warga negara dalam berkehidupan sebagai warga negara dan masyarakat yang baik.
Pendidik SD dapat menggunakan beberapa pendekatan agar penanaman nilai dan moral ini dapat terpatri dengan baik di diri peserta didik

1. Indoktrinasi
Pendekatan indoktrinasi ini membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang dewasa. Untuk mendapatkan pribadi yang dewasa, peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan adapun dalam pendekatan ini. Apabila dalam pelaksanaannya peserta didik melanggar maka ia akan dikenai hukuman namun tentu saja hukuman ini tidak berbentuk kekerasan.
2. pendekatan klarifikasi nilai
Pendekatan klarifikasi nilai ini secara tidak langsung guru menyampaikan kepada peserta didik mengenai benar atau salah, baik atau buruk, namun siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menyatakan nilai-nilai dengan caranya sendiri. Adapun pendekatan ini peserta didik diajak untuk mendiskusikan isu-isu moral.
3. Teladan atau contoh
Pada pendekatan ini seorang guru hendaknya menjadi suri tauladan atau contoh bagi peserta didiknya pembiasaan dalam berperilaku penanaman moral biasanya lebih banyak dilakukan melalui pembelajaran. sementara waktu dalam proses KBM misalnya berdoa sebelum dan sesudah, berdoa sebelum makanan, salam kepada guru dan teman dan lain sebagainya.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan
A. Memberikan pengertian pengetahuan dan pemahaman tentang Pancasila
B. Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik
C. Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila
D. Menggugah kesadaran anak didik sebagai warga negara dan warga
E. Memberikan motivasi agar dalam setiap langkah laku lampahnya bertindak dan berperilaku sesuai Pancasila
F. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik
G. Membangun watak dan karakter

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

yunita Lestari 2213053219 གིས-
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219

Analisis Jurnal 2
“PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”

Teori Kohlberg tentang perkembangan moral, secara resmi disebut sebagai "cognitive-developmental theory of moralization," memiliki akar dalam karya Piaget. Piaget mengasumsikan bahwa kognisi (pikiran) dan afeksi (perasaan) berkembang bersamaan, dan bahwa keputusan moral adalah hasil dari perkembangan kognisi yang alami. Sementara itu, banyak psikolog pada masa itu menganggap bahwa pikiran moral lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial. Dalam pengembangan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatiannya pada perilaku moral, artinya apa yang seseorang lakukan tidak menjadi fokus utamanya.

Teori perkembangan moral Kohlberg dibagi menjadi tiga tingkat, masing-masing dengan beberapa tahap, sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional:
_Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman: Pada tahap ini, individu melihat aturan sebagai sesuatu yang tetap dan mutlak. Mereka mematuhi aturan untuk menghindari hukuman.
_Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran: Individu pada tahap ini lebih mempertimbangkan kebutuhan individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana tindakan tersebut memenuhi kebutuhan individu.
Level 2. Moralitas Konvensional:
_Tahap 3 - Hubungan Interpersonal: Pada tahap ini, individu fokus pada memenuhi harapan dan peran sosial. Mereka menekankan konformitas, bersikap "baik," dan memperhatikan bagaimana tindakan mereka memengaruhi hubungan sosial.
_Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial: Individu pada tahap ini mulai mempertimbangkan masyarakat secara keseluruhan saat membuat penilaian. Mereka menekankan menjaga hukum, ketertiban, mengikuti peran sosial, dan menghormati otoritas.
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional:
_Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Individu: Pada tahap ini, individu mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pandangan, dan keyakinan orang lain. Mereka melihat aturan hukum sebagai penting untuk mempertahankan masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan bahwa anggota masyarakat harus menyetujui standar-standar ini.
_Tahap 6 - Prinsip Universal. Tingkat penalaran moral terakhir Kolhberg didasarkan pada prinsip-prinsip etika universal dan penalaran abstrak. Pada tahap ini, orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan.