Kiriman dibuat oleh yunita Lestari 2213053219

Nama: Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 5
Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan Kampus


Pentingnya nilai moral Pancasila dalam lingkungan kampus tidak dapat diabaikan. Kehidupan di kampus bukan hanya tentang mencapai keberhasilan akademis tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar menjadi individu yang berintegritas berakhlak dan memiliki jiwa nasionalis. Setiap kampus di Indonesia berkomitmen untuk mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswanya, sebagai landasan moral dan etika. Mahasiswa diajak untuk memahami menghormati dan menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya Unggul dalam aspek akademik, tetapi juga menciptakan warga kampus yang berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila bukan sekedar konsep yang harus diingat, tetapi lebih penting lagi nilai-nilai tersebut harus dihayati.

Pendidikan Pancasila di kampus memiliki peran penting dalam membangun jiwa nasionalis dan moral. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan demokrasi yang menjadi landasan bagi kehidupan bersama dalam masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat luas.
Nama: Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 4

Pernyataan artis komedian, Ari keriting mencerminkan kritik terhadap pendidikan moral di Indonesia yang seringkali menyederhanakan pandangan tentang menjadi anak yang baik. Pernyataan tersebut menggambarkan kebutuhan untuk memahami bahwa menjadi anak yang baik tidak dapat diukur hanya dari satu tindakan khusus seperti membantu nenek-nenek menyeberangi jalan. Kebaikan dapat ditunjukkan dalam berbagai cara yang mencakup empati, toleransi, kejujuran, dan tanggung jawab.

Mengatasi penurunan dan kurangnya pendidikan moral di Indonesia merupakan tantangan besar. Penting untuk kita ingat bersama bahwa pembentukan karakter dan moralitas tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Melalui kerjasama dan komitmen bersama masyarakat Indonesia dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat.
Nama: Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 3
Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral

Pandangan kita terhadap lingkungan hidup, mencerminkan bagaimana kita memandang etika dan moral dalam berinteraksi dengan alam. Kesadaran terhadap lingkungan seringkali terkait dengan persepsi bahwa pemanfaatan alam untuk kebutuhan manusia adalah hal yang wajar. Meskipun demikian, perlu diakui bahwa pandangan ini dapat mengarah pada tindakan-tindakan yang merugikan lingkungan, seperti menobang pohon secara tidak terkontrol atau membuang sampah sembarangan masalah. Lingkungan hidup menjadi masalah etika Karena manusia seringkali lupa dan kehilangan orientasinya dalam memperlakukan alam dengan penuh tanggung jawab. Hal ini menjadi suatu permasalahan etika karena tindakan-tindakan tersebut melibatkan pertimbangan nilai dan norma yang seharusnya mengarah pada perlakuan yang baik terhadap alam. Adapun seperti yang kita ketahui bersama bahwa di dalam kehidupan sehari-hari tindakan moral adalah tindakan yang paling menentukan kualitas baik buruknya kehidupan seseorang.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 2
Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan moral

Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan moral sangat signifikan dalam membentuk karakter dan moralitas anak-anak lingkungan di sekitar individu, termasuk keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media massa berperan penting dalam pembentukan nilai-nilai dan etika yang dianut seseorang. Perkembangan Iptek memberikan dampak ganda terhadap pendidikan moral khususnya pada remaja-remaja di Indonesia, di satu sisi iptek dapat memberikan akses luas terhadap informasi, memperluas wawasan, dan meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai moral. Namun di sisi lain, iptek juga membawa dampak negatif, seperti maraknya konten negatif di media sosial, penyebaran informasi yang tidak benar, dan dekatnya akses remaja terhadap materi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi.
Adapun tiga faktor yang menyebabkan krisisnya pendidikan moral yaitu
-Kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga
-Adanya pengaruh dari globalisasi
-Kurangnya peranan dari agama di lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri
Nama: Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis video 1
Refleksi Moral Hidup dalam Kehidupan Manusia

Setiap kebaikan yang kita beri kepada orang lain akan melahirkan kebahagiaan di dalam hidup kita dan lingkungan sekitar kita. Adapun penting untuk kita sadari, bahwa berbuat baik tidak perlu memandang suku, ras, agama, budaya, kepercayaan, ekonomi, latar belakang, dan lain sebagainya. Ketika kita hidup di dalam rasa syukur, memberi orang lain, Menolong sesama, hidup sesuai dengan ajaran tuhan, maka akan membuat hidup kita menjadi lebih tenang, dan akan dikelilingi oleh orang-orang baik.
Berikut merupakan contoh refleksi moral hidup dalam kehidupan manusia:
- Membantu seseorang yang tengah kesulitan
-Berbagi makanan kepada hewan
-Memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan
-Berbagi makanan pada Tetangga