Nama: Vita Mulyasari
NPM: 2213053080
Kelas: 2 C
Analisis Jurnal
Post Test
Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia
Berdasarkan analisis saya mengenai jurnal Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia yang menjelaskan bahwa Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi
yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek
ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, melainkan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali dan selalu diperbaharui,sehingga wujudnya akan selalu bergantung pada proses pembentukannya. seperti halnya identitas bangsa saat ini yang menunjukkan gambaran yg tidak tunggal,tetapi sangat plural. Keberagaman perkembangan saat ini lebih merujuk pada persoalan kepentingan-kepentingan pribadi yang mendominasi dan terdominasi,antara yang mempengaruhi dan yang dipengaruhi,yang kemudian menyatukan identitas tersebut.
Bertolak dari hal tersebut, mengenai etnosentrisme yang merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik yang lain. Seiring dengan menguatnya etnosentrisme maka dari itu sangat diperlukan identitas dan karakter bangsa sebagai sarana dalam pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental serta kemampuan bangsawan merupakan tugas utama pembangunan nasional,dimana diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme yang selanjutnya menjadi dasar keyakinan atas adanya integrasi nasional.
NPM: 2213053080
Kelas: 2 C
Analisis Jurnal
Post Test
Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia
Berdasarkan analisis saya mengenai jurnal Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia yang menjelaskan bahwa Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi
yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek
ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, melainkan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali dan selalu diperbaharui,sehingga wujudnya akan selalu bergantung pada proses pembentukannya. seperti halnya identitas bangsa saat ini yang menunjukkan gambaran yg tidak tunggal,tetapi sangat plural. Keberagaman perkembangan saat ini lebih merujuk pada persoalan kepentingan-kepentingan pribadi yang mendominasi dan terdominasi,antara yang mempengaruhi dan yang dipengaruhi,yang kemudian menyatukan identitas tersebut.
Bertolak dari hal tersebut, mengenai etnosentrisme yang merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik yang lain. Seiring dengan menguatnya etnosentrisme maka dari itu sangat diperlukan identitas dan karakter bangsa sebagai sarana dalam pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental serta kemampuan bangsawan merupakan tugas utama pembangunan nasional,dimana diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme yang selanjutnya menjadi dasar keyakinan atas adanya integrasi nasional.