Posts made by Marissa Dewi Meilani 2213053282

Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Soal-2

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
Jawab:
Pendapat saya mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka adalah bentuk penyimpangan nilai-nilai Pancasila yaitu sila pertama dan sila ketiga. Yang mana terorisme merupakan tindakan yang kejam dan tidak dibenarkan dalam agama apapun dan terorisme menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bernegara. Solusinya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi adalah dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila agar tidak terjadinya sebuah penyimpangan.

2. Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!
Jawab:
Menurut saya nilai Pancasila yang dilanggar dari peristiwa tersebut ialah sila pertama dan sila ketiga. Sanksi yang pantas diberikan untuk pelaku tersebut adalah hukuman mati, karena peristiwa tersebut memakan banyak korban sehingga pelaku harus diberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dialami oleh para korban.
Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Soal

A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab:
Sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan seperti contohnya pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia ialah dengan saling peduli dan menolong, tidak memberikan stigma negatif bagi penderita yang terkena covid-19, dan menyediakan dukungan kebutuhan sehari-hari.

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawab:
Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan ialah dengan tidak membeda-bedakan seseorang dari agama, suku, ras, dan budaya. Karena kita adalah negara yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika sehingga kita harus menghargai perbedaan tersebut supaya terwujudnya persatuan.

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara!
Jawab:
Yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara ialah setiap kelompok/bangsa/negara memiliki nilai-nilai dasar yang berbeda sebagai acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara itu sendiri. Contohnya saja Indonesia yang menggunakan Pancasila sebagai acuan dan identitas Indonesia.

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawab:
Menurut saya sikap para pendiri bangsa sudah benar dengan menghapuskan 7 kata tersebut dengan diganti “Yang Maha Esa”, karena agama di Indonesia bukan hanya agama islam. Dan kita tidak boleh memandang hanya dari satu sisi saja dan kita harus menghargai perbedaan yang ada.
Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Soal

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawab:
Hubungan pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi dan alat pemersatu bangsa. Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, mahasiswa atau generasi muda harus mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Melalui pendidikan Pancasila mahasiswa atau generasi muda dapat mempelajari tentang nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Urgensinya pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa atau generasi muda yaitu memperkokoh jiwa kebangsaan mahasiswa atau generasi muda sebagai calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan yang tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham asing yang dapat mendorong untuk tidak dijalankannya nilai-nilai Pancasila.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawab:
Hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan ialah pembentukan dan pengembangan karakter. Manfaat mempelajari karakter pada Pendidikan Pancasila yaitu dapat terbangun karakter dari masyarakat Indonesia yang baik, bermartabat dan juga berintegritas dalam melakukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Jawab:
Faktor penghambat diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi yaitu adanya pola pikir bahwa tidak adanya kaitan antara pendidikan Pancasila yang ada dengan mata kuliah di setiap program studi atau jurusan yang ditempuh oleh mahasiswa, dikarenakan dalam perguruan tinggi, program studi atau jurusan yang dipilih oleh masing-masing mahasiswa sudah bersifat spesifik, tidak seperti pendidikan pada saat SMA yang masih bersifat umum. Sedangkan faktor penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi yaitu karena pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata kuliah wajib yang selalu ada di universitas. Ketentuan ini berdasarkan Pasal 35 Ayat 5 Undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal tersebut menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Jawab:
Relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan saya (PGSD) yaitu kita diharapkan harus bisa menanamkan karakter, kepribadian dan moral yang baik, serta menamakan pengetahuan mengenai Pancasila terlebih bagi anak SD. Agar menjadi generasi yang cerdas dan berjiwa pancasila sesuai dengan tujuan negara.
Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Video

Dalam pidato tersebut Ir. Soekarno menyampaikan bahwa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, serta memasukkan Pancasila kedalam Pembukaan UUD Negara Indonesia. Pancasila terdiri dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti prinsip. Pancasila bagi Indonesia adalah lima prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia.
Kelima sila Pancasila tersebut yaitu:
1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Nasionalisme
3. Kemanusiaan
4. Demokrasi
5. Keadilan sosial
Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Video-2

Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi sebelum proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dikumandangkan. Pada tanggal 14 Agustus 1945, pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Berita ini diketahui oleh kalangan muda di Bandung pada tanggal 15 Agustus 1945 melalui siaran radio divisi Landon. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta baru kembali ke tanah air memenuhi panggilan panglima Jepang untuk Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi di Saigon, Vietnam. Dari sinilah terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Golongan muda ingin cepat-cepat dilaksanakannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan golongan tua menginginkan bahwa Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan secara terorganisir. Perbedaan pendapat inilah yang membuat golongan muda melakukan penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang dikomandoi oleh Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh dari perkumpulan menteng 31 untuk membawa Soekarno dan Hatta ke rumah pengasingan di Rengasdengklok yang jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon pada tanggal 16 Agustus 1945. Hal ini dilakukan agar mereka jauh dari pengaruh pemerintah Jepang. Saat itu di Jakarta juga terjadi perundingan yang cukup sengit antara Achmad Subardjo (golongan tua) dan Wikana (golongan muda), hingga pada akhirnya tercapai kesepakatan mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang harus dilaksanakan di Jakarta. Akhirnya Soekarno dan Hatta di jemput dari Rengasdengklok menuju rumah Laksamana Maeda yang berada di daerah Menteng. Naskah proklamasi akhirnya dirumuskan oleh Ir. Soekarno Drs. Moh Hatta dan Ahmad Soebardjo, banyak pertimbangan sebelum tercapainya kata sepakat mengenai kepastian isi yang teredaksional dari naskah teks proklamasi. Setelah disepakati selanjutnya Sayuti Melik yang mengetik sesuai dengan naskah yang telah mengalami berbagai perubahan yang akhirnya disepakati tersebut. Penyusunan teks berlangsung hingga dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945 dan Soekarno yang membacakan teks proklamasi tersebut.