Posts made by Marissa Dewi Meilani 2213053282

Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Video-2

Dalam video tersebut tepatnya pada tanggal tanggal 15 Agustus, 75 tahun lalu terjadi peristiwa bersejarah dimana Jepang menyerah kepada sekutu yang membuka peluang Bangsa Indonesia untuk memplokamasikan Kemerdekaan Indonesia. Setelah 2 hari kemudian, 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika serikat di Pulau Hurber memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda dan sejumlah negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika latin untuk bersama-sama berperang melawan Jepang. Jerman dan Italia juga bergabung kemudian puncak perang sekutu melawan Jepang adalah dijatuhkan nama bom atom ke kota Hiroshima Jepang pada 6 Agustus 1945. Pada perang tersebut terdapat 140 ribu orang tewas seketika dari setengah penduduk kota Hiroshima yang ketika itu berjumlah 350 ribu, tidak berhenti disana bom atom kedua dijatuhkan sekutu ke kota Nagasaki Jepang 3 hari kemudian tanggal 9 Agustus 1945. 6 hari pasca pengeboman Nagasaki tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, menteri luar negeri Jepang ketika itu Sigimatsu Sakaibara menanda tangani surat tanda Jepang menyerah diatas kapal perang Amerika Serikat.
Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Video-1

Dalam video tersebut ratusan warga desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian. Hal ini terjadi karena warga merasakan ketidaknyamanan dari limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai. Ratusan warga langsung menuju pabrik yang membuang limbah olahan pabrik kesungai, di lokasi pabrik warga langsung melakukan penutupan terhadap saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian, selain mencemarkan lingkungan sungai, warga pun merasa tidak nyaman akan bau busuk yang di timbulkan dari limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai. Warga meminta pihak aparat desa untuk segera menutup keenam pabrik pembuatan pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah, pemilik pabrik pun pasrah dengan upaya warga yang menutup saluran limbah milik pabrik, pemilik pabrik juga mengaku selama ini tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya sendiri.
Nama: Marissa Dewi Meilani
NPM: 2213053282
Kelas: 1E
Analisis Jurnal
A. Identitas Jurnal
1. Judul Jurnal: Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
2. Nama Penulis: Ika Setyorini
3. Nama Jurnal: Studi Al-Qur’an dan Hukum
4. Volume, No, dan Halaman: Vol. IV, No. 02, Hal. 213 – 222.
5. Tahun: 2018

B. Isi Jurnal
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
1) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers;
2) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara; dan
3) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.
Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman,
1) Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2) Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan.
3) Ketiga, nailai nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia.
4) Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harys berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi
Hal lain yang menegaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembanagan iptek adalah
1) Pertama bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakina religiusnya, teapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karena keduanya mempunyai logika sendiri.
2) Kedua, ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan.
3) Ketiga, iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.
4) Keempat, Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iotek harus merata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat.
5) Kelima, Kesenjanagan dalam dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebagai salah satu prinsip keadilan.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Pada alenia keempat Pembukaan UUD 1945. Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Sumber Politis Pancasila sebagai dasar nila pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.
Nama: Marissa Dewi Meilani
NPM: 2213053282
Kelas: 1E
Analisis Jurnal

A. Identitas Jurnal
1. Judul Jurnal: Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2. Nama Penulis: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
3. Nama Jurnal: Cakrawala : Jurnal Pendidikan
4. Volume, No, dan Halaman: Vol. 12, No. 1, Hal. 32 – 42.
5. Tahun: 2018

B. Isi Jurnal
• Sikap
Secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).
Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah :
1) Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya,
2) Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu.
3) Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek.
Tingkatan sikap terdiri dari beberapa tingkatan :
1. Menerima (receiveng)
2. Merespon (responding)
3. Menghargai (valuing)
4. Bertanggung jawab (responsible)
Menurut Katz (1964) dalam buku Wawan dan Dewi (2010, p.23) sikap mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
1. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat berkaitan dengan sarana dan tujuan.
2. Fungsi pertahanan ego merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan egonya.
3. Fungsi ekspresi nilai, sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
4. Fungsi pengetahuan, individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya.

• Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah sebagai arti dari kata science (bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan. Secara terminologi, pengertian ilmu sekurang-kurangnya mencakup tiga hal, yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode untuk mendapatkan pemahaman terhadap pengertian ilmu. Sementara itu, pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah). Ilmu dan pengetahuan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan, namun tidak selamanya bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tertentu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan.
Secara etimologis, kata teknologi berasal dari kata techne dan logos. Techne berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu, sedangkan logos mengacu kepada kata logi yang mengacu kepada makna tata pikir. Secara terminologi, teknologi mempunyai arti kemampuan manusia (masyarakat) untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan alam guna kepentingan hidupnya. Dapat disimpulkan bahwa teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.
Nama : Marissa Dewi Meilani
NPM : 2213053282
Kelas : 1E
Analisis Video

Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
IPTEK adalah hasil karya manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan. IPTEK bermanfaat untuk kepentigan yang berdampak positif maupun negatif. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-niali yang penting dalam perkembangan IPTEK.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya, apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.
2. Sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas iternasionalisme (kemanusian) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.