Posts made by Safira Sita Salsabilla 2213053027

Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Vidio 2
Judul video: Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Para siswa SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras kelas lantaran ketiadaan ruang kelas. Sekolah yang terletak di kaki Gunung Api Egone ini hanya memiliki enam ruangan dimana lima ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan satu ruangan sebagai ruang guru. Perpustakaan juga tak dimiliki sekolah ini. Meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah. setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga dua kilometer guna bisa belajar di sekolah.

Di masa pandemic Covid 19 ini, ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar daring, sekolah ini tak mampu melaksanakannya karena di wilayah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali. Sehingga pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah.

Ketika musim hujan anak-anak tidak bisa belajar karena hujan angin, pagi mereka harus berteduh dibawah pohon karena panas. Pemerintah diharapkan segera membangun satu ruang kelas supaya anak aman belajar dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Video 1

Judul video “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan – Lentera Indonesiaa”

Pendidikan itu seperti cahaya sebenarnya, jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat. Tetapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah Kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau.

Anak-anak Dayak, Kalimatan Utara adalah satu dari sekian banyak keragaman dalam negara kesatuan kita Indonesia. Martencis Siregar pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara mengatakan bahwa anak-anak dari Tanjung Matol masih banyak yang menikah di usia dini. Kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak yang menjadi persoalan. Ia berkeinginan untuk membuat orang tua sadar akan pentingnya pendidikan dan membuat anak-anak Tanjung Matol mau pergi ke sekolah untuk belajar.

Martencis Siregar mengajar tidak hanya di dalam kelas, namun juga dilakukan di luar kelas. Ia menyadarkan kepada siswanya bahwa belajar dapat dilakukan dari mana saja dan di mana saja. Ia juga selalu memotivasi dan mencari cara agar siswanya memiliki keinginan untuk belajar.
ama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 2

A. Identitas Jurnal
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Kata kunci : Moral, etika, dan hukum

B. Hasil Analisis
Pada masyarakat terdapat nilai-nilai dasar perilaku yang secara umum diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum. Norma tersebut biasa disebut etika.

Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya. Orang yang melakukan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika.

Apabila terjadi pelanggaran tentunya pasti ada sanksi yang didapatkan baik sanksi hukum maupun sanksi sosial dari masyarakat itu sendiri. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.

Unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
a. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
b. Keadilan (gerechtigkeit)
c. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)

Tujuan utama era reformasi di Indonesia adalah penegakan hukum dan keadilan. Dalam bermasyarakat manusia dituntut harus mempunyai etika, agar dapat dihormati oleh sesamanya.

Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yaitu meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral, menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat, dan membatasi teknologi yang ada. Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, seminar tentang kesadaran hukum, menegakan HAM dimasyarakat, dan pemerintah harus bertindak.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 1

A. Identitas Jurnal
Judul Jurnal: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono

B. Hasil Analisis
Memasuki abad ke-21, kehidupan nyata masyarakat manusia masih tetap diliputi berbagai macam konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu.

Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata-kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujuan bersama. Jadi tidak perlu terjadi benturan konflik.

Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur” menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Kehidupan bermasyarakat adalah suatu si stem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud.

Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum. Nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut doro ngan moral (hati nurani individual) dan nilai-nilai etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan belajar suatu kemajuan dapat diraih.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Menurut saya perbedaan kriteria nilai hard skill dan kriteria soft skill yaitu:
Hard skill adalah kemampuan yang bisa dipelajari, dievaluasi, dan diukur. Soft skill adalah kemampuan yang erat kaitannya dengan kepribadian seseorang dan nantinya menunjukkan bagaimana orang itu mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Dari segi pengukuran, hard skill dapat dinilai dan dideskripsikan dengan menggunakan kuantitatif. Di sisi lain, soft skill lebih sulit untuk dinilai dan biasanya dilihat lewat skala kualitatif.

Di tempat kerja, soft skill akan membantu seseorang menghadapi keadaan yang berubah. Tidak peduli apapun posisi kamu, kemampuan untuk bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang lain sangat penting. Hard skill merupakan sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh seseorang untuk bisa melaksanakan tugas sesuai dengan posisinya.

Contoh hard skill yaitu visualisasi data, analisis data, dan bahasa pemrograman. Sedangkan soft skill yaitu berpikir kreatif, kritis, mampu berkerja sama tim, kepemimpinan, dan empati.