Posts made by Safira Sita Salsabilla 2213053027

Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 2

A. Identitas Jurnal
Judul : Pendapat Tentang Moral di Zaman Now
Penulis : Ni Komang Rani Pradnyani
Tahun : 2015
Volume : 1
Nomor : 2
Nama jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Kata Kunci : Moral, Nilai-Nilai Etika, Kesusilaan

B. Hasil Analisis
Moral adalah karakter atau nilai yang ada atau melekat pada pribadi seseorang atau pada setiap individu karena moral melekat pada diri setiap manusia dan dalam kapasitas manusia. Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang memiliki keunggulan tersendiri dari cipta, rasa, dan krasa. Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Moral mampu untuk mengarahkan individu yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang kuat dan mampu mempertanggung jawabkan baik secara individu atau kelompok, untuk bangsa dan negara secara mental dan spiritual kepada tuhan yang maha esa.

Pencegahan penurunan moral perlu adanya penanaman internalisasi baik bersifat pendidikan kewarganegaraan atau pendidikan pancasila, pendidikan karakter. Solusi peningkatan moral perlu adanya tripusat yang informal seperti keluarga dan masyarakat misalnya dalam keluarga bagaimana orang tua dalam keluarga mendidik anaknya dengan baik dan benar.

Kita sebagai warga negara Indonesia harus mampu untuk mengembangkan nilai-nilai pancasila yang memiliki sifat keadilan dan mengacu pada nilai-nilai setiap sila pancasila. Karena nilai-nilai pancasila merupakan start fundamental dalam tatanan kehidupan bangsa yang mampu menjadi tolak ukur bagi kehidupan bangsa.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Video 1

Judul Video : Video animasi nilai dan moral di lingkungan masyarakat

Contoh nilai dan moral yang baik di lingkungan masyarakat yaitu:
1. Tolong menolong
2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Bertegur sapa
5. Mengikuti pembelajaran dengan tentram

Contoh nilai dan moral yang tidak baik di lingkungan masyarakat, yaitu:
1. Mencuri
2. Membuang sampah tidak pada tempatnya
3. Memandang rendah orang lain
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi dijalan raya
5. Membuang sampah disungai
6. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman yang berkelahi

Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memiliki makna ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Istilah moral ini sering juga disebut sebagai akhlak, budi pekerti, ataupun susila.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 1

A. Identitas Jurnal
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam Masyarakat
Penulis : James
Tahun : 2015
Volume : 3
Nomor : 2
Halaman : 197-200
Nama jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik
Kata Kunci : Moralitas, Agama

B. Hasil Analisis
Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu sebab maka narkoba menjadi salah satu permasalahan moralitas dalam masyarakat. Sasaran dan yang menjadi korban narkoba pada umumnya adalah anak-anak, siswa sekolah, remaja pemuda dan mahasiswa.

Ada berbagai pola hidup yang merusak moral manusia, beberapa diantaranya yaitu free sex (seks bebas), pornografi, konsumerisme, materialisme, dan KKN ( Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Seks bebas adalah perkawinan yang terjadi secara sembunyi-sembunyi dan hanya memperhatikan pemuasan dorongan seksual semata-mata. Pornografi adalah bau, busuk tidak sedap dipandang, dilihat atau didengar, kata grafis berarti bentuk, gambar-gambar, film-film, bentuk-bentuk tayangan, yang bau busuk tidak sedap dipandang atau dilihat oleh mata.

Orang yang berpola hidup konsumerisme tidak dapat dibedakan dengan orang yang berpola hidup meterialisme. Bagi mereka segala sesuatu diukur dengan materi, uang atau harta. Orang yang berprinsip seperti ini mementingkan kesenangan duniawi dan lupa akan hal-hal yang bersifat rohani atau spiritual.

Faktor yang perlu kita perhatikan dalam penanganan permasalahan moralitas, yaitu:
A). Faktor spiritual (Ajaran agama)
B). Faktor keluarga (Memelihara keharmonisan keluarga dan ketentraman rumah tangga)
C). Faktor lingkungan dan pergaulan
D). Faktor Pendidikan (Pengaruh tingkat pendidikan terdapat cara hidup dan berpikir)
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM  : 2213053027

Analisis Vidio 4
Judul Video: Pelajar Anti Korupsi

Pendidikan anti korupsi sangatlah penting untuk dipelajari dan dipahami oleh generasi muda. Hal tersebut karena Pendidikan anti korupsi dapat menumbuhkan kesadaran akan nilai dan moral yang baik pada diri generasi muda.

Generasi muda perlu diajarkan sembilan nilai anti korupsi yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil agar dapat mencegah terjadinya tindak korupsi.

Dengan menanamkan dan melatih sembilan nilai anti korupsi sejak dini dapat melahirkan generasi muda yang bersih dari korupsi dan dapat melawan korupsi.
Nama : Safira Sita Salsabilla
Npm : 2213053027

Analisis video 3
Judul video: Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Beginilah Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

Terdapat banyak sekali perbedaan perbedaan tingkat pendidikan antara Jepang dan Indonesia.
Berikut perbedaan sistem pendidikan Jepang dan Indonesia
1. Kebersihan Sejak Dini
Indonesia itu merupakan salah satu negeri yang paling sering membuang sampah sembarangan. Sedangkan sekolah di Jepang tidak mempunyai petugas kebersihan. Hal ini disebabkan kurikulum Jepang mengharuskan semua siswa untuk membersihkan kelasnya sendiri. Hal ini disebabkan agar siswa bertanggung jawab dan peka terhadap kondisi lingkungan yang kotor.

2. Makan Bareng
Proses makan di Jepang dianggap penting, makanya pendidikan mengatur makanan di sana mulai dari menu, gizi dalam makanan, dan cara makan. Mereka juga makan bersama-sama dan diikuti oleh para guru-guru. Hal ini dilakukan untuk membangun hubungan positif antar siswa dan siswa dengan guru.

3. Mata Pelajaran Sedikit
Beda dengan mata pelajaran di Indonesia yang lebih banyak mata pelajaran, hal ini berbeda dengan Jepang mata pelajaran pendidikan dasar di Jepang tergolong sedikit setiap mata pelajaran yang diajarkan tidak akan diulang lagi pada minggu selanjutnya.

4. Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian dari ujian tulis, membaca sampai nantinya jadi faktor kenaikan kelas. Sedangkan di Jepang tidak melibatkan ujian di tiga tahun pendidikan dasar mereka. Pada tiga tahun pertama akan difokuskan untuk mengajarkan pendidikan karakter seperti sopan santun, tolong menolong dan pendidikan karakter lainnya. Hal ini dilakukan karena pemerintah Jepang percaya kalau pendidikan karakter akan menjadi dasar yang baik untuk para siswa dan membantu meningkat pendidikan .

5. Membaca Dulu
Di Indonesia sangat rendah di minat membaca Indonesia. Jepang membiasakan siswa untuk membaca sebelum memulai pembelajaran itulah mengapa Jepang memiliki minat baca yang tinggi.

6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang perlengkapan sekolah di samakan untuk menghindari dari minder karena berbeda dengan temannya.

7. Seragam Sekolah
Seragam sekolah yang terlalu banyak di gunakan di Indonesia lebih terkesan ribet. Bila di jepang hanya ada satu macam walaupun setiap sekolah memiliki seragam yang berbeda-beda.