Posts made by Safira Sita Salsabilla 2213053027

Nama : Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 1

A) Identitas Jurnal
Judul : Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Tahun : 2020
Nomor : 1
Volume : 3
Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Kata Kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

B) Hasil Analisis
Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM) yang harus berkoordinasi dengan LP2M. Khususnya saat ini LP2M sedang gencar mengkampanyekan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital. Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.

Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits.

Dalam kegiatan PKM, siswa diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang
mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus
dilaksanakan dan ditingkatkan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

ANALISIS VIDEO 6
Judul: Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila di Lingkungan Keluarga

Dari video tersebut dapat diambil pelajaran dari Caca yang memiliki sifat baik, rendah hati, rajin sembahyang, dan berbakti pada ibunya. Caca memiliki moral yang baik dan sesuai dengan Pancasila. Sikap Caca tersebut patut dicontoh agar generasi muda Indonesia dapat menghayati nilai Pancasila sehingga dapat menjadi geberasi yang bermoral baik. Lain halnya dengan kakaknya yang bernama Santi yang memiliki bermoral tidak baik. Kurangnya pemahaman dan penghayatan mengenai nilai-nilai moral dan Pancasila menyebabkan generasi muda memiliki nilai yang buruk seperti Santi. Apabila sudah seperti Santi, maka akan susah dalam mengendalikan sikap buruknya sehingga tidak dapat diberi nasehat sedikitpun termasuk oleh ibunya sendiri. Jadi sebagai generasi muda kita harus memiliki pemahaman yang baik tentang moral dan Pendidikan Pancasila serta menghayati tentang nilai-nilai yang diajarkan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Video 5
Judul Video: Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan kampus

Hasil dari analisis video tersebut bahwa kampus merupakan suatu awal pembentukan karakter seorang mahasiswa. Setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia. Lewat kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila. Nilai-nalai moral Pancasila tidak hanya dipahami namun juga harus dihayati.
Masalah moral yang ada di lingkungan kampus, yaitu:
1. Vandalisme dan kekerasan
2. Mencuri
3. Mencontek
4. Tidak terhormat Pada pejabat publik
5. Kekejaman terhadap sesama teman seusianya atau bullying
6. Menyerang keyakinan
7. Bicara kasar
8. Pemerkosaan dan pelecehan seksual
9. Bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara
10. Perilaku merusak diri

Maka kita juga harus menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa. Pancasila dapat menjadi basis Pendidikan Karakter yang khas Indonesia dengan fokus keberagaman toleransi dan keadilan sosial misalnya dengan menguraikan sila pertama menjadi bahan-bahan nilai dalam pendidikan karakter, seperti transisi dan penghargaan terhadap kepercayaan lain.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
ANALISIS VIDEO 4

Judul Video: Bagaimana Cara Menjadi Anak yang Baik?

Dari video ini dapat dianalisis bahwa pendidikan moral mengajarkan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan pendidikan nilai dan moral. Terdapat perasaan gagal karena tidak mampu mencapai tata cara "anak yang baik" karena pengaruh standar pendidikan moral. Contohnya adalah menyeberangkan nenek-nenek, tetapi kenyataannya hal ini tidak sesuai karena sangat jarang ditemukan seorang anak yang menyeberangkan nenek-nenek. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral perlu berubah mengikuti perubahan zaman dan realita kehidupan sehingga dapat memberi contoh yang lebih mudah untuk menjelaskan cara agar menjadi anak yang baik.

Pada kenyataannya pendidikan moral, Pancasila, dan kewarganegaraan sangat diperlukan dalam dunia pendidikan untuk memperbaiki etika, nilai, dan moral generasi penerus bangsa. Terlebih lagi pendidikan moral, Pancasila, dan kewarganegaraan di Indonesia hanya menekankan pada teori saja, namun masih kurang dalam mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya pendidikan tersebut dapat mengubah etika, nilai, dan moral seseorang dalam kehidupan sehari-hari karena seseorang sudah benar paham tentang moral dan dapat mengimplementasikan dalam realita. Generasi muda harus memiliki kesadaran yang tinggi akan nilai, moral, dan jiwa Pancasila agar dapat membentengi diri untuk menjadi pribadi yang baik.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Video 3 yang Berjudul “Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral”.

Hasil analisis Video tersebut bahwa Lemahnya kesadaran terhadap lingkungan hidup terjadi karena adanya anggapan bahwa pemanfaatan alam bagi manusia itu adalah hal yang wajar. Menebang pohon guna kebutuhan manusia juga adalah hal yang sangat lumrah, membuang sampah sembarangan dimanapun sepertinya masih merupakan suatu hal yang wajar karena belum ada aturan yang ketat. Menebang pohon seenaknya atau membuang sampah sembarangan itu hal yang salah, tapi kita masih tetap sejak melakukannya berulang-ulang sebab kita itu diuntungkan tidak menjadi repot. Adapun terkait dengan masalah lain yaitu masalah etika dan moral masalah lingkungan hidup itu menjadi masalah etika karena manusia itu seringkali lupa dan kehilangan orientasinya dalam memperlakukan alam. Tindakan moral adalah tindakan yang paling menentukan kualitas baik buruknya hidup seseorang. Kajian perspektif etika dan moral melalui penyusutan sumber daya alam polusi pencemaran bisnis dan konservasi sumber daya alam. Penyusutan sumber daya alam sumber daya alam itu meliputi sumber daya lahan, hutan, dan air mineral. Sumber daya alam yang dieksploitasi pastinya akan mengalami penyusutan dan menimbulkan dampak bagi lingkungan.

Konservasi adalah pemeliharaan & perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan & kemusnahan dengan cara pengawetan (Peter Salim, 1991). Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkembangnya pasar maka konservasi sumberdaya alam dan lingkungan mempunyai prospek yang sangat luar biasa peluangnya untuk kegiatan bisnis baru. Akan tetapi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam itu akan menimbulkan biaya yang nantinya jauh lebih besar dari pada manfaat ekonomi yang bisa kita ambil.

Kawasan konservasi sendiri memiliki beberapa peranan, yaitu penyelamatan usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan, sebagai pengembangan ilmu pendidikan, pengembangan pariwisata alam dan peningkatan devisa, mendukung pembangunan di bidang pertanian, keseimbangan lingkungan alam, dan bermanfaat bagi manusia.