Kiriman dibuat oleh Safira Sita Salsabilla 2213053027

Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Video 2
Berdasarkan video yang berjudul “Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama Dan Moral Anak Usia Dini” dapat dianalisis bahwa Penilaian adalah salah satu tugas pokok yang harus dilakukan oleh guru agar guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak. Instrumen penilaian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan berbagai alat penilaian peserta didik.

Manfaat penilaian:
1. Bagi anak untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, jadi dengan penilaian guru dapat mengukur perkembangan setiap anak sehingga tahu ketika adanya gejala kesehatan pada pertumbuhan masing-masing anak, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya.
2. Bagi orang tua, orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak pada satuan PAUD, memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika di rumah.
3. Bagi guru manfaat bagi guru untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak, mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak.

Prinsip-prinsip penilaian yaitu:
1. Mendidik
2. Berkesinambungan
3. Objektif
4. Akuntable
5. Transparan
6. Sistematis
7. Menyeluruh
8. Bermakna

Mekanisme penilaian, yaitu:
1. Menyusun teknik instrumen penilaian serta penetapan indikator pencapaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrumen penilaian.
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar serta secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan pejabat perkembangan anak pada orang tua.

Teknik penilaian ini terbagi menjadi empat, yaitu:
1. BB artinya belum berkembang jadi bila anak-anak dalam melakukan kegiatan harus dibantu dibimbing dan dicontohkan
2. MB artinya mulai berkembang. Jadi bilang anak-anak melakukan kegiatan tetapi harus diingatkan dan harus sedikit dibantu oleh guru.
3. BSH artinya berkembang sesuai harapan. Jadi bila anak ini dapat melakukan kegiatannya secara mandiri konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
4. BSB adalah capaian yang tertinggi untuk perkembangan anak-anak. BSB artinya berkembang sangat baik Jadi jika anak-anak ini sudah dapat melakukan kegiatannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator. Anak-anak seperti ini dapat diberi nilai BSB yaitu berkembang sangat baik.

Bentuk-bentuk penilaian, yaitu:
1. Penilaian harian
2. Penilaian mingguan
3. Penilaian bulanan
4. Penilaian semester
5. Fotofolio anak
6. Dokumen lain yang diperlukan oleh setiap satuan PAUD
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Video 1
Etika, Nilai, dan Moral

Nilai dan moral saling berkaitan karena berusaha mangarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Etika adalah cara manusia memperlakukan sesamu dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat. Contohnya adalah mengucap salam ketika bertamu atau memasuki rumah dan izin serta mencium tangan kedua orang tua ketika ingin pergi. Etika dan Moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan atau berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaanyang berlaku dalam masyarakat.

Nilai ialah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan tau perilaku seseorang. Nilai juga dapat disebut penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan.

Sifat dan jenis nilai:
1. Bersifat relatif, artinya nilai bergantung oleh tempat dan waktu
2. Lebih bersifat subjektif nilai berbeda-beda bagi setiap orang

Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral adalah sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Contoh etika, nilai, dan moral dalam masyarakat yaitu menyapa orang yang lebih tua, ketika orang yang lebih tua tersebut berjalan kaki maka kita yang menggunakan kendaraan harus turun dari kendaraan dan menuntunnya lalu menyapa orang yang lebih tua tersebut.

Manfaat mempelajari etika, nilai, dan moral sebagai berikut.
1. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
2. Bersikap toleran, sopan, dan etis dalam bersikap dan bertindak
3. Melihat kemampuan orang lain dalam kehidupan
4. Bertanggungjawab terhadap bidang ilmu
5. Meningkatkan profesionalitas
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Jurnal 2
A. Identitas Jurnal
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Volume, Nomor dan Halaman: Vol. 3, No. 1, Halaman 79 - 84
Tahun : 2020
Penulis: Ahmad Yani Nasution dan Moh Jazuli
Kata kunci: Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

B. Hasil Analisis Jurnal
Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM) . Setiap kegiatan P3KM yang diselenggarkan oleh seluruh Program Studi (Prodi) harus berkoordinasi dengan LP2M. Khususnya saat ini LP2M sedang gencar mengkampanyekan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM. Di dalam sesi pelatihan atau sesi inti peserta banyak mengajukan pertanyaan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Jurnal 1
A. Identitas Jurnal
Judul : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis : Ulil Hidayah
Tahun : 2018
Volume : 05
Nomor : 01
Nama jurnal : Jurnal Pedagogik
Kata Kunci : Reconstruction, Evaluation, Moral Education, Social Harmony

B. Hasil Analisis Jurnal
•Tujuan Pendidikan Nasional
Merujuk pada pendapat Naquib Al-Attas, akar kata pendidikan mengambil pada istilah ta’dzib mempunyai pengertian bahwa pendidikan merupakan proses perwujudan manusia yang mempunyai adab. Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik.

Pada era otonomi, kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. Ketika pemerintah daerah memiliki political will yang baik dan kuat terhadap dunia pendidikan, ada peluang yang cukup luas bahwa pendidikan di daerah bersangkutan akan maju (Baharun, 2012).Karena itu, perlu digarisbawahi adalah out put pendidikan yang melahirkan manusia cakap dalam potensi kepribadian dan sosial. Karena masalah bangsa yang masih menjadi sorotan utama adalah out put pendidikan yang masih buram dalam membangun relasi sosial.

•Tantangan Materi Pelajaran di Sekolah
Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertayakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Secara teoritis PAI adalah proses pendidikan yang dilakukan pendidik untuk membekali anak didik dengan pengetahuan, pemahaman, penghayatan pengamalan ajaran agama Islam (Muchlis Sholichin, 2007). Sedangkan PKn adalah pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga Negara yang secara politik adewasa dan ikut serta membangun sistem politik demokratis (Subhan Sofhiyan).

•Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi PAI dan PKn di Sekolah
Pada tahap persiapan yang telah tersusun dalam perangkat pembelajaran SKL (Standard Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu melalui Permendikbud No. 54 Tahun 2013, kemudian menjadi turunan standar isi, kompetensi inti dan materi. Pada KI 1 merujuk pada pencapaian kompetensi spiritual. Pada KI 2 mecakup aspek sosial. Pada KI 3 mencakup pengembangan kognitif dan pada KI 4 mengarah pada pengembangan implementatif.
Sebagaimana yang ditulis di buku ajar, pada kurikulum 2013 tidak lagi menekankan istilah SK (Standar Kompetensi) melainkan menggunakan KI (Kompetensi Inti). Hal ini yang diharapkan pada pendidikan adalah tercapainya system pembelajaran yang dinamis, tidak menciptakan manusia robotic yang hanya patuh dengan aturan-aturan belajar yang kaku.

Sedangkan pada tahap pelaksanaan pembelajaran, pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Dalam hal ini dapat dipaparkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran PAI dan PKn di sekolah sudah menekankan pada kegiatan active learning, di mana peserta didik dapat mengeksplor wawasan dan pengetahuannya sendiri melalui sumber beajar yang tidak terbatas.

Evaluasi meliputi semua aspek penilaian pembelajaran pada ranah kemampuan berpikir (kognitif), kemampuan rasa, sikap atau perilaku (afektif) serta kemampuan keterampilan (psikomotorik). Pada tahap evaluasi penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada kegiatan diskusi, pengayaan (pendalaman materi), refleksi akhlak mulia, ulangan dalam bentuk soal uraian dan pilihan ganda serta mencatat sikapsikap karakter selama proses pembelajaran.

•Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral
Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di sekolah. Fokus pada tahapan evaluasi pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik.

•Output Pendidikan yang Didambakan Menuju Masyarakat Ideal
Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap peranannya di masa sekarang dan akan datang.