Kiriman dibuat oleh Safira Sita Salsabilla 2213053027

Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Video 3

Judul video: Penanaman dan Penerapan Nilai-Nilai Moral melalui Delapan Fungsi Keluarga

Keluarga memiliki delapan fungsi yang dapat menjadi acuan untuk menanamkan dan menerapkan nilai nilai moral. Fungsi tersebut sebagai berikut.

1. Fungsi agama
Mengandung nilai moral seperti Keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang.

2. Fungsi sosial budaya
Mengandung nilai moral seperti gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan

3. Fungsi cinta kasih
Memgandung nilai moral seperti empati atau peka, keakraban, keadilan pemaaf, kesetiaan, pengorbanan suka menolong, dan bertanggung jawab

4. Fungsi perlindungan
Mengandung nilai moral seperti pemaaf, tanggap, dan ketabahan

5. Fungsi reproduksi
Mengandung nilai moral yaitu bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Mengandung nilai moral seperti sikap percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.

7. Fungsi ekonomi
Fungsi ekonomi mengandung nilai moral yaitu hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.

8. Fungsi peliharaan lingkungan
Fungsi ini memiliki nilai moral yaitu kebersihan dan kedisiplinan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Video 4

Judul video: Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring

Berdasarkan vidio tersebut dapat dianalisis bahwa modernisasi dan globalisasi saat ini, kita mudah dalam mengakses informasi bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media. Berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita. Ada informasi positif dan informasi dari aktif. Sebagai generasi muda kita dituntut untuk mencintai dalam negeri, tapi disisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita. Maraknya kasus-kasus yang kita lihat menggambarkan perilaku dan juga menggambarkan perilaku generasi muda. Permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, pembulyan, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama, tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua. Ini merupakan polemik yang memprihatinkan. Hal ini berhubungan dengan etika dan moral yang merupakan pedoman bagi setiap manusia.

Tiga persamaan etika dan moral yaitu:
1. etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat.

Pengembangan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah, merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa. melihat kondisi sekolah saat ini dampak dari pendemi covid 19 pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah, bukan hal yang mudah melakukan pembelajaran di rumah tapi kita bisa mengantisipasi dan bisa mengurangi kesulitan itu dengan cara mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring. Bagaimana tata cara melakukan pembelajaran daring sesuai dengan nilai dan norma yang paling utama yaitu sopan dan santun.

Contoh etika berkomunikasi dengan baik dalam proses pembelajaran daring yaitu perhatikan waktu, gunakan bahasa yang baik dan sopan, awali dengan salam salam, ucapkan kata maaf karena kita tidak tahu apa kesibukan bapak atau ibu guru, perkenalkan diri secara lengkap, to the point, sampaikan tujuan kalian dengan jelas dan tidak bertele-tele, akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih.

Etika berkomunikasi dengan baik yaitu menggunakan nama asli di akun sosial media, tampilkan foto asli di grup chat dan tampilkan wajah saat video , hindari pembicaraan di luar topik pembelajaran, bicara dan komentar yang baik dan sopan.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027
Analisis Jurnal 2

A. Identitas Jurnal
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Volume, Nomor, dan Halaman:Volume 12, Nomor 1, halaman 41-54
Tahun : 2014
Penulis: Fahrudin
Kata kunci: Pendidikan nilai, kenakalan remaha, pendidikan keluarga

B. Hasil Analisis
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas.

Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu: (1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5) fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.

Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, yaitu: 1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak, 2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, 3) Pendidikan moral tidak berjalan dengan semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, 4) Suasana rumah tangga yang kurang baik, 5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil, (6) Banyak tulisan, gambar, dan siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, 7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik, 8) Kurangnya tempat bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda, 9) Pengaruh westernisasi.

Proses yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menciptakan harmonisasi dalam keluarga, di antaranya yaitu: tidak bertengkar di hadapan anak-anak, selalu berkomunikasi dengan bahasa yang santun, dan selalu memberikan teladan terhadap hal-hal yang positif.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM  : 2213053027

Analisis Video 2
Berdasarkan video yang berjudul“Pendidikan moral anak sekolah (Pendidikan Pancasila)" dapat dianalisis bahwa video tersebut mengajarkan tentang pendidikan moral dan Pendidikan Pancasila. Pendidikan Moral dan pendidikan Pancasila sangat penting untuk anak sekolah dasar karena dapat membantu dalam membentuk karakter agar peserta didik dapat membedakan antara perbuatan yang baik dan buruk. Pendidikan Moral dan Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dalam video terdapat contoh seorang peserta didik melempar kertas kepada gurunya. Guru sebagai pendidik bertugas meluruskan dan memberi nasihat kepada peserta didik tersebut bahwa perbuatan yang dilakukan itu salah dan dapat menimbulkan dampak buruk bagi pelakunya. Selain itu guru menjelaskan bahwa perbuatan tidak baik itu jangan sampai terulang.

Sedangkan kita sebagai siswa sudah sepatutnya berperilaku sopan dan santun kepada sesama manusia, terlebih pada guru karena guru adalah orang tua di sekolah. Ketika berada di luar sekolah, kita juga tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang tidak baik juga, seperti merokok dan meminum minuman keras.

Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik karena guru adalah figur yang dicontoh peserta didik selain orang tuanya. Oleh karena itu, guru terlebih dahulu harus bermoral baik agar dapat mendidik peserta didiknya menjadi baik pula dan pengajarannya lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.
Nama: Safira Sita Salsabilla
NPM : 2213053027

Analisis Video 1
Berdasarkan video yang berjudul“Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar” dapat dianalisis bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia, disamping kebutuhan akan pangan sandang dan papan. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada. Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban. Jadi pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan.

Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar, karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pekerti, mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggungjawab. Pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak terdapat dua penyebabnya yaitu:
1. Perundungan di sekolah
Dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik. Saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus. Perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Perundungan yang dimaksud adalah menyakiti korban secara fisik atau sosial.
2. Kekerasan secara fisik di keluarga
Hal ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya. Peran Orang tua dalam mengembangkan nilai moral sangat penting di lingkungan keluarga maupun masyarakat karena anak akan meniru perilaku orang tuanya. Sedangkan guru harus bisa menjadi teladan atau figur yang dapat memberikan contoh baik untuk peserta didik.

Penyelesaian terhadap moral anak supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai, peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap hari agar siswa mengingatnya dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.

Upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal yang harus diajarkan oleh guru dan orang tua sejak dini.