Kiriman dibuat oleh Asty Yulia Pratiwi 2213053255

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Volume : 1
Nomor : 2
Halaman : 54-56
Tahun Terbit : 2015
Judul : PENDAPAT TENTANG MORAL DI ZAMAN NOW
Nama Penulis : Ni Komang Rani Pradnyani

Analisis Jurnal 2

Moralitas adalah watak atau nilai-nilai yang ada atau melekat pada watak seseorang atau setiap individu. Karena moralitas melekat pada setiap orang dan kemampuan kemanusiaannya. Ukuran perilaku moral yang sesuai dengan nilai, etika, atau akal sehat adalah kesesuaian dengan aturan atau nilai kebenaran. Oleh karena itu, dengan akhlak kita dapat membimbing individu-individu yang mempunyai karakter dan individualitas yang kuat, yang bertanggung jawab secara individu dan kolektif terhadap bangsa, dan yang dapat bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa baik secara mental maupun spiritual.
Moralitas yang dapat mengedepankan nilai-nilai moral khususnya nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila merupakan pedoman hidup nasional dan dapat menjadi standar hidup masyarakat Indonesia.
Kita dapat menyimpulkan bahwa moralitas adalah adat istiadat dan tata krama.
Ukuran perilaku moral yang sesuai dengan nilai, etika, atau akal sehat adalah kesesuaian dengan aturan atau nilai kebenaran.
Solusi untuk meningkatkan moral memerlukan tiga pusat informal: keluarga dan masyarakat.
Misalnya dalam keluarga, bagaimana orang tua dalam keluarga membesarkan anak-anaknya dengan baik dan benar.
Moralitas berorientasi masa depan adalah moralitas yang dapat menekankan pada nilai-nilai moral, khususnya nilai-nilai Pancasila. Sebab, Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa yang dapat menjadi standar hidup masyarakat Indonesia.
Nama : Asty Yulia Pratiwi
NPM : 2213053255

Analisis Jurnal 1
Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik
Volume : 3
Nomor : 2
Halaman : 197-200
Tahun Terbit : 2015
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam
Masyarakat
Nama Penulis : James

Berbagai permasalahan moral yang timbul di masyarakat antara lain :
1. Penyalahgunaan Narkoba dan Obat-obatan terlarang. Karena narkoba merupakan persoalan moral dalam masyarakat, maka narkoba dapat merugikan generasi muda masyarakat. Kelompok sasaran dan korban narkoba biasanya adalah anak-anak, anak sekolah, generasi muda, dan pelajar. Akibatnya generasi yang akan datang akan rusak secara intelektual, mental, kejiwaan, dan spiritual, bodoh serta timpang, dan generasi di negeri ini akan semakin sedikit (lost generation).
2. Gaya Hidup (Lifestyle), Ada berbagai pola gaya hidup yang merugikan moralitas manusia, beberapa di antaranya sangat relevan dengan kehidupan sosial kita dan yang terbaru adalah: Free Sex .
3.Pornografi, Istilah pornografi terdiri
dari dua kata, yakni “porno” dan “grafis”.
Kata porno atau poerneias pada hakekatnya berarti: bau, busuk tidak sedap dipandang, dilihat atau didengar, kata grafis berarti bentuk, gambar-gambar, film-film, bentuk-bentuk tayangan, yang bau busuk tidak sedap dipandang oleh mata.
4. Konsumerisme dan Materialisme. Orang yang mempunyai gaya hidup konsumeris tidak dapat dibedakan dengan orang yang mempunyai gaya hidup materialistis. Kesamaan yang kita lihat adalah bahwa bagi mereka segala sesuatu dinilai berdasarkan materi, uang, harta benda. Orang dengan prinsip seperti itu fokus pada kesenangan duniawi dan melupakan hal-hal rohani dan rohani.
5. KKN adalah singkatan dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme. ini merupakan penyakit sosial yang menyerang masyarakat dalam skala global.

Beberapa cara mengatasi permasalahan moral yang ada di masyarakat. Dalam hal ini ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan yaitu:
1. Faktor spiritual, karena agama mempunyai nilai-nilai yang menentukan kehidupan moral, maka pendidikan agama bagi masyarakat sangat diperlukan.
2. Faktor keluarga, menjaga keharmonisan keluarga dan ketentraman keluarga sangat penting dalam mencegah permasalahan moral yang ada dan melibatkan keluarga di dalamnya.
3. Faktor lingkungan dan sosial. Kita perlu mengawasi lingkungan kita dan memperhatikan dengan siapa kita bergaul. Sebab jika kita tidak hati-hati, lingkungan dan pergaulan kita bisa membawa kita pada masalah moral.
4. Faktor pendidikan, umumnya semakin tinggi pendidikan maka semakin lengkap pengetahuan dan pengalamannya. Dengan begitu, dia akan semakin sulit terjerumus ke dalam masalah moral yang rendah.
Nama : Asty Yulia Pratiwi
NPM : 2213053255

8 fungsi keluarga dalam menanamkan moral terhadap anak-anak dirumah yaitu :
1. Fungsi Agama
Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan. Di sini orang tua berperan dalam menanamkan nilai-nilai agama sekaligus memberikan identitas keagamaan pada anak. Keluarga yang berhasil mengamalkan nilai-nilai agama melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan landasan yang kuat bagi setiap anggota keluarga.

2. Fungsi Kasih Sayang
Bayi mengenal kasih sayang sejak mereka dilahirkan. Perasaan disayangi sangat penting bagi anak karena kelak ia akan tumbuh dan mampu menyayangi pula. Hal ini sangat penting bagi seluruh keluarga guna menumbuhkan rasa kasih sayang dalam konteks yang lebih luas dan mengurangi munculnya permusuhan dan anarki di masyarakat.

3. Fungsi Perlindungan
Idealnya, keluarga adalah tempat di mana anggotanya merasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, seburuk apa pun konflik dalam keluarga, hindari kekerasan verbal atau fisik, diskriminasi, atau pemaksaan kehendak.

4. Fungsi Sosial Budaya
Keluarga juga berperan penting dalam mengenalkan anak pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Selain itu, sopan santun sangat dihargai di Indonesia, dan berbagai norma, adat istiadat, dan tata krama berlaku di masyarakat. Anak-anak dapat belajar dari anggota keluarga yang lebih tua bagaimana berperilaku di sekitar orang yang lebih tua dan apa yang pantas dan tidak pantas dalam budaya mereka.

5. Fungsi Reproduksi
Salah satu tujuan kebanyakan orang ketika memulai sebuah keluarga adalah memiliki anak. Melalui pernikahan yang sah, keluarga merupakan entitas yang dapat melahirkan generasi penerus bangsa. Pendidikan seks sejak dini dan sikap menghargai terhadap lawan jenis harus ditanamkan dalam keluarga.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Keluarga merupakan tempat pertama anak untuk belajar berinteraksi dengan orang lain, terutama orang tua dan saudara kandungnya.
Di dalam keluarga, anak juga pertama kali mengalami proses pendidikan. Semua itu berkat interaksi intensif yang menjamin proses pendidikan berlangsung secara alami dan efektif.

7. Fungsi Ekonomi
Biasanya keadaan ekonomi keluarga mempengaruhi keharmonisan keluarga.
Oleh karena itu, mengajarkan anak untuk menabung dan mendorong jiwa wirausaha akan membuat mereka lebih cerdas secara finansial di masa depan.

8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan sekitar seperti tetangga dan masyarakat secara umum.

Jika sebuah keluarga tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, tidak hanya anggota keluarga yang bersangkutan yang menjadi tidak bahagia, namun berimbas pula pada karakter generasi muda secara keseluruhan.
Nama : Asty Yulia Pratiwi
NPM : 2213053255


Analisis Video 3
PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Dalam video tersebut sudah terdapat perilaku nilai dan moral di lingkungan masyarakat yang baik yaitu ditunjukkan oleh warga di lingkungan masyarakat melalui tindakan dengan menyapa tetangga ketika bertemu atau melihatnya, menjaga kebersihan lingkungan jika ada yang melihat sampah maka mengambilnya lalu membuang di tempat sampah serta menyapu lantai, berbagi kepada sesama warga di lingkungan masyarakat, bersosialisasi dengan warga masyarakat, serta melaksanakan ibadah berjamaah, mengikuti kegiatan keagamaan seperti maulid nabi, dan isra'miraj. Sehingga penanaman nilai moral itu sangatlah penting. Nilai moral merupakan tata krama yang digunakan untuk beradaptasi di lingkungan masyarakat, karena jika seseorang memiliki nilai moral yang baik akan menjadi baik dalam masyarakat begitu pula sebaliknya jika seseorang memiliki pengaruh penting di lingkungan masyarakat, tetapi tidak memiliki nilai moral yang baik maka ia akan dipandang rendah di lingkungan masyarakat.
Nama : Asty Yulia Pratiwi
NPM : 2213053255

Analisis Video 2
Wajib Tahu! Ini 5 Masalah Terbesar Remaja Masa Kini | Motivasi Merry | Merry Riana
5 Masalah Besar Paling Sering Dihadapi Oleh Remaja
1. Penampilan
Remaja seringkali merasa minder karena berat badan dan jerawat di wajah, sejatinya hidup tidak hanya tentang penampilan tetapi juga kualitas diri dan attitude.
2. Pendidikan
Pendidikan zaman sekarang sangat sulit untuk mndapat nilai yang bagus. Sehingga kita harus lebih giat dalam belajar.
3. Persahabatan
Persahabatan dapat mendatangkan tekanan bagi remaja contohnya harus membeli baju couple padahal keadaan keuangan sangat tidak memungkinkan. Mengajak tawuran agar dapat dibilang "anak gaul".
4. Percintaan
Percintaan dapat membuat remaja uring-uringan dan mendapat prestasi rendah di sekolah. Sehingga harus berhati-hati jika ingin berpacaran agar selalu mendapat prestasi yang baik di sekolah.
5. Kurang percaya diri
Percaya diri sangat penting karena merupakan ujung tombak dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak percaya diri maka akan ada banyak sekali masalah yang sulit dihadapi.