Nama : Ayu Arinda
NPM : 2213053079
1. Contoh implementasi pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar yaitu :
- pendidikan yang berpusat pada siswa, yang dimana siswa didorong untuk memiliki pengalaman langsung dalam pendidikan moral
- Pembelajaran secara komprehensif, yang dimana merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk menghasilkan siswa yang bermoral
- Pemberian ilmu pengetahuan, moral, karakter, sikap, etika dan tingkah laku sesuai dengan pancasila dan undang-undang dasar 1945
- Pengembangan budaya sekolah yang mendukung pendidikan moral, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, harmonis, dan demokratis
- Penanaman nilai-nilai moral dan kemandirian sosial yang melibatkan siswa dalam berbagai aktifitas sosial, kreatif, religius, contohnya melalui kegiatan ekstrakurikuler
2. - toleransi, yaitu sikap menghormati dan menghargai perbedaan budaya, agama dan suku. Yang dimana siswa perlu diajarkan untuk berteman dan berbuat baik terhadap semua orang tanpa memandang suku dan budayanya, kita harus mengajari siswa untuk menganggap semua ras, suku dan budaya itu sama, tidak ada perbedaan antara suku satu dengan lainnya
- pendidikan tentang agama, contohnya seperti berdoa sebelum pelajaran dimulai dan berakhir, kita juga harus mengajari anak-anak tentang berbagai budaya dan agama yang ada di dunia, hal ini dapat membantu mereka untuk memahami perbedaan yang ada
- kerja sama atau gotong royong, yaitu sikap ikut bekerja sama bersama teman baik di sekolah atau di rumah, tanpa memandang suku atau budaya mereka
- nasionalisme, yaitu sikap mencintai tanah air dan bangsa Indonesia yang beragam dan anak perlu diajarkan untuk berempati terhadap orang-orang yang sedang mengalami kesulitan
- Keadilan, yaitu mengajarkan anak bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dan perlu diperlakukan dengan adil, tanpa memandang asal usul atau keyakinan mereka, serta perlu diajarkan juga bagaimana cara menghormati pendapat orang lain
- pendidikan yang berpusat pada siswa, yang dimana siswa didorong untuk memiliki pengalaman langsung dalam pendidikan moral
- Pembelajaran secara komprehensif, yang dimana merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk menghasilkan siswa yang bermoral
- Pemberian ilmu pengetahuan, moral, karakter, sikap, etika dan tingkah laku sesuai dengan pancasila dan undang-undang dasar 1945
- Pengembangan budaya sekolah yang mendukung pendidikan moral, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, harmonis, dan demokratis
- Penanaman nilai-nilai moral dan kemandirian sosial yang melibatkan siswa dalam berbagai aktifitas sosial, kreatif, religius, contohnya melalui kegiatan ekstrakurikuler
2. - toleransi, yaitu sikap menghormati dan menghargai perbedaan budaya, agama dan suku. Yang dimana siswa perlu diajarkan untuk berteman dan berbuat baik terhadap semua orang tanpa memandang suku dan budayanya, kita harus mengajari siswa untuk menganggap semua ras, suku dan budaya itu sama, tidak ada perbedaan antara suku satu dengan lainnya
- pendidikan tentang agama, contohnya seperti berdoa sebelum pelajaran dimulai dan berakhir, kita juga harus mengajari anak-anak tentang berbagai budaya dan agama yang ada di dunia, hal ini dapat membantu mereka untuk memahami perbedaan yang ada
- kerja sama atau gotong royong, yaitu sikap ikut bekerja sama bersama teman baik di sekolah atau di rumah, tanpa memandang suku atau budaya mereka
- nasionalisme, yaitu sikap mencintai tanah air dan bangsa Indonesia yang beragam dan anak perlu diajarkan untuk berempati terhadap orang-orang yang sedang mengalami kesulitan
- Keadilan, yaitu mengajarkan anak bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dan perlu diperlakukan dengan adil, tanpa memandang asal usul atau keyakinan mereka, serta perlu diajarkan juga bagaimana cara menghormati pendapat orang lain