Kiriman dibuat oleh INDAH APRILIA WINDIYANI

Nama : Mutiara Putri
NPM : 2213053033

Analisis Video 5
"Pentingnya Nilai Moral Pancasila Dalam Lingkungan Kampus"

Kehidupan kampus merupakan suatu awal pembentukan karakter seorang mahasiswa , setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku . Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi bangsa yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat untuk menyukseskan terbentuknya suatu moral yang baik . Berbagai universitas di Indonesia menerapkan kebijakan pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral kepada karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia . Lewat kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila penerapan nilai-nilai moral Pancasila diarahkan berjalan secara manusiawi dan alamiah tidak saja lewat pengalaman secara pribadi nilai-nilai moral Pancasila tidak untuk tidak untuk sekedar dipahami melainkan untuk dihayati oleh karena itu penyerapan nilai-nilai moral Pancasila bukan lewat proses indoktrinasi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan berorientasi untuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik pada masyarakat Indonesia yang multikultural budaya kewarganegaraan perlu dibangun di atas fondasi kebajikan kewarganegaraan dan komitmen kewarganegaraan berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Berikut contoh masalah moral yang ada di lingkungan seperti:
-Vandalisme dan kekerasan
-Mencuri
-Mencontek
-Tidak terhormat pada pejabat publik
-Kekejaman terhadap sesama (bullying)
-Menyerang keyakinan orang lain yang berbeda
-Bicara kasar
-Pemerkosaan dan pelecehan seksual
-Bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara
-Perilaku merusak diri seperti narkoba

Selain itu kita juga harus menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa Pancasila dapat menjadi basis Pendidikan karakter yang khas di Indonesia dengan fokus keberagaman toleransi dan keadilan sosial misalnya dengan menguraikan sila pertama menjadi bahan-bahan nilai dalam pendidikan karakter seperti itu transisi dan penghargaan terhadap kepercayaan lain.
Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033

Analisis video 4
"Stand Up Comedy Arie Kriting: Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?"
Menurut Arie Kriting, pendidikan di Indonesia yang harus kita kritisi itu adalah pendidikan moral. Moral bangsa di Indonesia semakin menurun dan semakin rusak, karena memang pendidikan moralnya itu banyak yang suka salah sasaran. Salah satu pendidikan moral menurut Arie Kriting adalah bagaimana cara menjadi anak baik. Seperti menabung,menolong sesama, seperti membantu menyebrangkan nenek-nenek.
Nama: Indah Aprilia Windiyani
Npm: 2213053033

Analisis Video 3
“ Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral “

Lemahnya kesadaran kita terhadap lingkungan hidup itu juga terjadi karena adanya anggapan yang memandang bahwa pemanfaat alam bagi manusia itu adalah hal yang wajar. Menebang pohon guna kebutuhan manusia juga adalah hal yang sangat lumrah membuang sampah sembarangan dimanapun sepertinya masi merupakan suatu hal yang wajar karena belum ada aturan yang ketat untuk itu dengan kata lain proses kerusakan lingkungan hidup itu dapat digambarkan seperti seorang pecandu rokok ataupun minuman keras. Seorang pecandu pastilah tau bahwa rokok atau minuman keras itu dapat merusak tubuh. Namun mereka tetap menikmatinya mungkin mereka baru benar-benar akan sadar terhadap dampak negatif rokok atau minuman keras ketika telah mengalami sakit. Proses yang sama kiranya juga terjadi terhadap sikap kita kepada alam dan lingkungan hidup ini kita tau bahwa menebang pohon seenaknya atau membuang sampah sembarangan itu adalah hal-hal yang jelas salah tapi kita tetap saja melakukannya berulang-ulang sebab kita itu diuntungkan dan tidak menjadi repot dan sudah menjadi hal yang biasa ataupun kita menikmatinya.
Lingkungan dalam kajian perspektif etika dan moral:
1. Penyusutan Sumber Daya Alam
2. Polusi/ Pencemaran
3. Bisnis dan Konservasi Sumber Daya Alam

Penyusutan SDA
SDA meliputi : sumber daya lahan; hutan; air; mineral.
SDA merupakan modal utama dan fundamental untuk melaksanakan aktifitas pembangunan.
SDA yang dieksploitasi akan mengalami penyusutan dan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan.

Polusi/ Pencemaran
-udara
-tanah
-air
-suara
-limbah domestik rt
-radiasi (alam/buatan)
-teknologi.

Bisnis dan Konservasi SDA
- Konservasi merupakan segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik.
- Konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan.

UU No 24 Tahun 1992
1. Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan dengan fungsi utama •lindung atau fungsi utama budidaya.
2. Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian LH untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
3. kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi SDA.

Konseravasi SDA Di Indonesia
Sifat SDA di Indonesia yang menonjol adalah:
1. Penyebaran yang tidak merata
2. Sifat ketergantungan antara SDA

Tujuan Konservasi SDA:
-memelihara proses ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan.
-menjamin keanekaragaman genetik.
-pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.

Peranan Kawasan Konservasi
1. penyelamat usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan.
2. sebagai pengembangan ilmu pendidikan.
3. pengembangan pariwisata alam dan peningkatan devisa.
4. pendukung pembangunan di BID Pertanian.
5. keseimbangan lingkungan alam.
6. bermanfaat bagi manusia.

Fakta Etika Lingkungan:
1. Perumusan kebijakan masih terfokus pada unrenewable resources.
2. Kewajiban pada lingkungan adalah mengenai keberlanjutan hidup manusia.
3. Ekonomi vs etika lingkungan: penggunaan poluters pay principle.
4. UU lingkungan hidup adalah yang paling sulit diterapkan di Indonesia.

Masalah Lingkungan:
Bencana Kekeringan / pengendalian SDA:
-Erosi
-penurunan keanekaragaman hayati
-kehilangan sumber plasma nutfah
-pemanfataan sumber daya perikanan yang merusak dengan menggunakan racun,bom ikan,arus listrik dan penangkapan ikan yang melebihi MSY.

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3):
Limbah B3:
Limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat atau konsentrasinya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak dan mencemari lingkungan.

Limbah yang termasuk B3 memenuhi kriteria (salah satu atau lebih):
-mudah meledak
-mudah terbakar
-bersifat reaktif
-beracun
-menyebabkan infeksi
-bersifat korosif
-limbah lain, yang apabila diuji toksisitasnya dapat digolongkan sebagai B3.
Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033

Analisis Video 2
"Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Moral"
Nilai-nilai moral yang ada dimasyarakat pada pendidikan. Perkembangan iptek menjadi faktor utama dalam kemerosotannya moral khususnya pada remaja-remaja di Indonesia sehingga permasalahan moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia untuk menemukan solusi yang baik bagaimana cara mengatasi permasalahan moral pada sistem pendidikan saat ini.

Moral sendiri memiliki arti akhlak. Pendidikan moral juga ialah usaha nyata dalam membentuk moralitas anak didik menjadi generasi bangsa yang taqwa kepada tuhan yang maha esa dan bermoral juga memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat.

Dikemukakan oleh Suseno dalam Sigit Mulyono tahun 2011 bahwa kata moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya. Dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk layak tidak layak dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama,orang tua,dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari.
Pendidikan Moral dikembangkan dilingkungan sekolah atau di setiap pendidikan juga di lingkungan rumah sendiri yaitu faktor keluarga dan juga faktor masyarakat. Pada dasarnya pendidikan moral akan lahir dari perilaku setiap individu sesuai dengan lingkungannya berada. Adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat dan serta keadilan di setiap masyarakat kemasyarakatannya.

Ada 3 faktor yang menjadi penyebab khususnya pendidikan moral , yaitu:
1. Kurangnya pendidikan moral dikeluarga
2. Adanya pengaruh globalisas
3. Kurangnya peranan dari agama,lingkungannya maupun disetiap individu itu sendiri.
Maka dari itu untuk membangun kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembangnya seseorang dalam berbagai aspek terutama pendidikan moral dan karakternya. Pada usia remaja menuju dewasa khususnya bagi para mahasiswa pembentukan moral dan karakter seharusnya bisa dikondisikan dan dibenahi melalui diri sendiri. Tetapi di perkuliahan mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai moral pada mata kuliah pendidikan pancasila untuk menyempurnakan pembentukan dari moral yang sudah dimiliki. Mahasiswa sendiri perlu membantu dan membentuk susunan moral dilingkungannya agar tercipta rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Sehingga dapat dikatakan bahwa moral menjadi suatu tindakan yang penting untuk ditanamkan dan dikembangkan disetiap individu untuk mengembangkan bangsa dan negaranya. Sebab memiliki moral yang baik akan menjadi cerminan untuk setiap individu dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan ketentuan yang sudah ada dan ditetapkan akan disenangi oleh banyak orang disekitarnya.
Nama : Indah Aprilia Windiyani
Npm : 2213053033
Kelas: 3H

Analisis video 1
REFLEKSI MORAL HIDUP DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Dalam video tersebut terdapat contoh refleksi moral hidup dalam kehidupan manusia, terdapat seorang laki-laki yang suka melakukan kebaikan. kebaikannya suka menolong sesama seperti meniram tanaman, membantu pedagang gerobak menyebrang jalan, memberi makan anjing, suka memberi nenek pisang tanpa meminta timbal balik dari kebaikan yang dilakukannya.
Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan memberi kebahagiaan kepada diri kita serta lingkungan disekitar kita. Kita juga harus menanamkan sikap baik dalam kehidupan kita sehari hari dengan menolong dan membantu orang yang membutuhkan tanpa membeda bedakan suku, ras, agama, ekonomi, latar belakang. Karena dengan begitu akan membuat hidup kita tenang serta akan di kelilingi dengan orang orang baik.