Nama : Indah Aprilia windiyani
Npm : 2213053033
Analisis Jurnal 2
Nama jurnal : JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Volume : 2
Nomor : 1
Halaman : 30-44
Tahun terbit : 2017
Nama penulis : Ilham Hudi
Judul : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL
PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga
akhlak. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral.
Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral
bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran (BP-7,1993:25).
Menurut Fatchul Mu"in: terdapat enam karakter utama (pilar
karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai
watak dan prilaku dalam hal-hal khusus. Keenam karakter ini dapat dikatakan
sebagai pilar-pilar karakter manusia, di antaranya: (1) Respect (Penghormatan); (2)
Responsibility (Tanggung Jawab); (3) Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga
Negara); (4) Fairness (Keadilan dan Kejujuran); (5) Caring (Kepedulian dan
Kemauan Berbagi); dan (6) Trustworthiness (Keparcayaan).
Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
Kegagalan moral yang sering terjadi pada diri manusia dalam semua
tingkatan usia adalah kebutaan moral; kondisi di mana orang tak mampu melihat
bahwa situasi yang sedang ia hadapi melibatkan masalah moral dan membutuhkan
pertimbangan lebih jauh. Aspek kedua dari kesadaran moral adalah kendala-untuk bisa mendapatkan
informasi. Dalam membuat penilaian moral, sering kali kita tidak bisa memutuskan
mana yang benar sampai kita mengetahui keadaan yang sesungguhnya.
2.. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
Mengetahui sebuah nilai moral berarti memahami bagaimana
menerapkannya dalam berbagai situasi.Apa artinya "tanggung jawab" ketika Anda
melihat seseorang merusak barang milik sekolah atau mengambil sesuatu yang
bukan milik mereka
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk mengambil sudut
pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan
bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa.
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
Penalaran moral adalah memaharni makna sebagai orang yang bermoral dan
mengapakita harus bermoral. Mengapa memenuhi janji adalah hal penting? Mengapa
kita harus berusaha sebaik mungkin? Mengapa kita harus berbagi dengan orang lain?
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
Mampu memikirkan langkah yang mungkin akan diambil sescorang yang sedang
menghadapi persoalan moral disebut sebagai kcterampilan
pengambilan keputusan reflektif.
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Memahami diri sendiri merupakan pengetahuan moral yang paling sulit untuk
dikuasai, tetapi penting bagi pengembangan karakter. Untuk menjadi orang yang
bermoral diperlukan kemampuan mengulas perilaku diri sendiri dan
mengevaluasinya secara kritis.
Perilaku Moral (Moral Action)
1. Kompetensi
Kompetensi moral adalah kemampuan mengubah pertimbangan dan perasaan
moral ke dalam tindakan moral yang efektif. Untuk menyelesaikan sebuah konflik
secara adil, misalnya, kita membutuhkan keterampilan praktis seperti mendengarkan,
mengomunikasikan pandangan kita tanpa mencemarkan nama baik orang lain,
dan melaksanakan solusi yang dapat diterima semua pihak.
2. Kehendak
Kehendak dibutuhkan untuk menjaga emosi agar tetap terkendali
olehakal.Kehendak juga dibutuhkan untuk dapat melihat dan memikirkan suatu
keadaan melalui seluruh dimensi moral.
3. Kebiasaan
Dalam banyak situasi, kebiasaan merupakan faktor pembentuk perilaku
moral.Orang-orang yang memiliki karakter yang baik bertindak dengan sungguhsungguh, loyal, berani, berbudi, dan adil tanpa banyak tergoda oleh hal-hal
sebaliknya. Mereka bahkan sering kali menentukan "pilihan yang benar" secara tak
sadar. Mereka melakukan hal yang benar karena kebiasaan.
Salah satu cara untuk menumbuhkan aspek moral feeling adalah dengan cara
membangkitkan kesadaran anak akan pentingnya memberikan komitmen terhadap
nilai-nilai moral. Sebagai contoh untuk untuk menanamkan kecintaan anak untuk
jujur dengan tidak mencontek, orang tua harus dapat menumbuhkan rasa bersalah,
malu dah tidak empati atas tindakan mencontek tersebut. Kecintaan ini (moral
feeling) akan menjadi kontrol internal yang paling efektif, selain kontrol eksternal
berupa pengawasan orang tua terhadap tindak tanduk anak dalam keseharian.
(MasnurMuslich, 2014).
endidikan karakter pada dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling
berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang
terdiri dari:(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) Tanggung jawab
kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran, (4) Hormat dan santun, (5) Kasih
sayang, kepedulian, dan kerjasama, (6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang
menyerah, (7)Keadilan dan kepemimpinan, (8) Baik dan rendah hati, dan (9)
Toleransi, cinta damai, dan persatuan.