གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ridho Nur Firdaus

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi 2

Ridho Nur Firdaus གིས-
Nama : Ridho Nur Firdaus
NPM : 2216031138
Kelas : Reguler B

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang sangat penting untuk mengetahui dan mengevaluasi pembangunan suatu negara khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan menunjukkan sejauh mana kinerja pemerintah pada berbagai sektor ekonomi dalam menghasilkan nilai tambah atau pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Pemanfaatan teknologi dibidang ekonomi dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang ada. Kemajuan teknologi telah memaksa kita melakukan percepatan pemanfaatan teknologi digital yang mendorong lahirnya profesi baru, seperti munculnya e-commerce dan beberapa profesi lain yang berbasis digital.
Akan tetapi, pemanfaatan ini belum sepenuhnya sesuai dengan sila ke-5 pancasila dimana belum meratanya perekonomian pada setiap daerah, dan pemahaman tentang teknologi yang masih terbatas pada daerah tertentu.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

Ridho Nur Firdaus གིས-
Nama : Ridho Nur Firdaus
NPM : 2216031138
Kelas : Reguler B

Menurut saya fungsi pendidikan pancasila merupakan sebagai ideologi terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup bangsa. Namun, diperlukan kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru. Maraknya penyebaran hoaks dan informasi yang memecah belah bangsa dan negara, dimana hal itu melanggar nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia

Kaitan dari kemajuan teknologi dalam menerapkan nilai pancasila, melalui pendidikan formal, memberikan pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai pendidikan, dan menguatkan rasa nasionalisme melalui pendekatan budaya populer semisal musik, film dan olahraga. Pancasila tidak hanya menghafalkan butir-butir dari kelima sila, melainkan memahami arti dari setiap sila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

Ridho Nur Firdaus གིས-
Nama : Ridho Nur Firdaus
NPM : 2216031138
Kelas : Reguler B

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting yaitu sebagai pedoman dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini justru terasa berjalan stagnan, dimana semua teknologi terasa hanya mengikuti tren yang ada. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, bagi bangsa Indonesia adalah mutlak, dimana kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara beragama. Jika diikuti dengan pandangan-pandangan dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan menjadi referensi para cendekiawan, akan terlihat berjalan berlawanan.

Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:
1. Sila KeTuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya conndiri maupun dengan Tuhannya, manus la dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

Ridho Nur Firdaus གིས-
Nama : Ridho Nur Firdaus
NPM : 2216031138
Kelas : Reguler B

A. Menurut saya etika politik Indonesia saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini yang menjerat seorang pejabat negara. Terlihat bahwa sumpah jabatan bagi mereka hanyalah sekedar ucapan. Mereka tidak ragu untuk melanggar sumpah yang telah diucapkan seperti berlaku korupsi, dan beberapa tindakan yang lainnya. Dan juga beberapa anggota yang tidur saat sedang rapat dapat menunjukkan bahwa etika politik di Indonesia belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

B. Generasi muda yang ada di lingkungan saya masih kurang dalam beretika dan bersopan santun. Dilihat dari sikap, perilaku, serta bahasa/perkataan yang mereka ucapkan tidak patut untuk diucapkan terutama pada anak-anak seusia itu. Solusinya adalah dari lingkungan keluarga karena keluarga seharusnya menjadi pembentuk karakter anak untuk pertama kali. Namun lingkungan pergaulan juga berperan penting dalam membentuk karakter anak.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Ridho Nur Firdaus གིས-
Nama : Ridho Nur Firdaus
NPM : 2216031138
Kelas : Reguler B

Media massa sebagai alat untuk kontrol sosial didasarkan pada pemikiran pribadi bahwa alat komunikasi seperti televisi, radio, dan surat kabar sudah menjadi konsumsi sehari-hari penduduk di Indonesia apalagi dengan masuk dan dikenalnya telepon genggam, perangkat seperti laptop, maupun perangkat lain yang dapat memuat informasi didalamnya, maka seperti yang diutarakan Hoefnagels dalam buku Barda Nawawi Arief bahwa, media massa dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap hukum.
Pengaruh media massa dalam kehidupan sehari-hari kini, misalnya, iklan di perempatan, layar informasi di lampu lalu lintas, surat kabar, majalah. Komik, dan sebagainya, sudah diteliti oleh ilmuwan sejak pecahnya Perang Dunia Pertama pada tahun 1914. Menurut Bryant, tidak heran bahwa pada masa itu, hampir semua orang menganggap media massa pengaruhnya sangat kuat, hal ini disebabkan adanya pada masa perang Penduduk di Amerika termasuk ilmuwan diantara mereka percaya bahwa media massa, khususnya televisi, tayangan film, dan radio telah memberikan perubahan kepada audiensnya.

Kekuatan besar media massa pada masa awal abad ke-20 digambarkan sebagai peluru yang ditembakkan atau obat yang disuntikkan. Istilah ini kemudian memunculkan gagasan teori kekuatan pengaruh media massa. Memasuki era akhir abad ke-20, penelitian tentang dampak pemberitaan media massa yang dapat mempengaruhi penegakan hukum menciptakan perdebatan dimana sebagian sarjana berpendapat pemberitaan media dapat mempengaruhi sudut pandang audiensnya terhadap poin-poin tertentu. Sementara sebagian lagi berpendapat bahwa dampaknya meskipun ada sangatlah minim, karena berbeda metode dan kondisi dari audiensnya, tergantung dari bagaimana audiensnya menerima informasi yang disajikan media massa.

Media massa yang memiliki erat dengan keterkaitan masyarakat. Bahkan dalam sistem sosial, media massa menjadi salah satu institusi sosial yang memiliki potensi dan efek yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebagai sumber kekuatan. Perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial politik. Sebaliknya media massa memiliki ketergantungan terhadap kehidupan politik. Kajian mengenai media massa senantiasa berkaitan dengan sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya yang berkembang.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.