གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ M. Naufal Khansa (Naufal PSTI B)

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Soal-1

M. Naufal Khansa (Naufal PSTI B) གིས-
Nama: M. Naufal Khansa
Kelas: PSTI B
NPM: 2255061019

Analisis Soal 1
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Tanggapan:
Menurut saya, masyarakat Indonesia masih mudah digiring opininya dengan berita-berita hoax yang bertebaran walaupun memiliki latar belakang terpelajar. Berita hoax mudah tersebar sebab masyarakat lebih menyukai berita yang mendukung pemikiran mereka bukan karena kebenarannya. Dampak yang ditimbulkan pun semakin besar karena adanya media sosial. Terkadang berita-berita hoax tersebut disusun secara terstruktur oleh oknum-oknum tertentu untuk menggiring opini masyarakat untuk keuntungan pribadi mereka. Adapun yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoax agar opini kita sebagai masyarakat tidak mudah digiring oleh pihak tertentu adalah sebagai berikut.
1. Tetap tenang dalam membaca berita dan tidak mudah terprovokasi dengan isi yang ada didalamnya.
2. Bertanggung jawab dalam melakukan validasi fakta yang ada di dalam berita sebelum menyebarkan berita tersebut.
3. Melakukan pengecekan kembali berita dari berbagai sumber yang tersedia.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik ?
Tanggapan:
Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial akan berakibat pada rendahnya tanggung jawab masyarakat terhadap bermedia sosial. Akibatnya banyak berita-berita hoax yang bertebaran, adanya oknum-oknum tertentu yang menggiring opini dan memprovokasi masyarakat untuk kepentingan pribadi, serta timbulnya percakapan yang berujung perdebatan yang berbau SARA. Adapun solusi yang dapat di implementasikan atas perkembangan iptek adalah sebagai berikut.
1. Memfilter berita yang ada agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila supaya dapat meminimalisir berita-berita yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan menggiring opini suatu kelompok tertentu.
2. Melakukan sosialisasi perkembangan iptek kepada seluruh kalangan masyarakat agar tidak buta teknologi.
3. Meningkatkan literasi diri dengan banyak membaca dari berbagai sumber agar perspektif dalam berpikir menjadi luas.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut.
Tanggapan:
Menurut saya membeli dan menggunakan produk iptek luar negeri tidaklah buruk. Tetapi agar masyarakat indonesia tidak semakin tertinggal maka diperlukan pemikiran yang kreatif danb inovatif dalam menyikapi produk yang dipasarkan tersebut. Dalam bidang iptek contohnya, masyarakat indonesia dapat membeli produk mentah atau produk setengah jadi, kemudian dikembangkan menjadi produk jadi yang dapat dijual kembali atau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Produk tersebut dapat berupa perangkat elektronik, software, bahkan suatu ide project. Masyarakat indonesia juga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dengan cara ikut dalam project-project yang ada atau menjadi pekerja di perusahaan tertentu. Dengan begitu, kita tetap dapat berkembang dalam iptek.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Jurnal

M. Naufal Khansa (Naufal PSTI B) གིས-
Nama : M. Naufal Khansa
Kelas : PSTI B
NPM : 2255061019

Analisis Jurnal: "Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalm Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"

Berdasarkan analisis saya dalam jurnal yang disediakan, dalam kehidupan saat ini globalisasi telah berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Globalisasi mendorong munculnya berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia yang akan berlangsung. Pengaruh globalisasi dapat menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lain.

Pendidikan merupakan salah satu kunci dalam menghadapi dampak negatif dari arus globalisasi, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia. Dalam sejarah bangsa Indonesia, Pancasila merupakan solusi yang menyatukan berbagai perbedaan dan keragaman bangsa yang ada di indonesia. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa. Pelestarian nilai-nilai Pancasila dilakukan khususnya lewat proses pendidikan formal, karena lewat pendidikan berbagai butir nilai Pancasila dapat ditanamkan dan dikembangkan.

Dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sikap mahasiswa yang dilandasi oleh pengetahuan terhadap pancasila berguna untuk membantu membentuk suatu pola pikir dalam memilah dan memilih budaya, ilmu, maupun teknologi yang masuk. Dengan adanya proses memilah dan memilih, aspek-aspek yang dibawa oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat di bagi menjadi dua bagian secara umum, yaitu yang baik dan buruk. Hasil pembagian tersebut bukanlah hasil yang sepenuhnya objektif sebab pola pikir setiap manusia berbeda-beda. Tetapi dengan adanya pembagian tersebut, paling tidak individu yang bersangkutan dapat mengambil keputusan yang tepat atas aspek-aspek yang dibawa masuk oleh perkembangan zaman. Dengan begitu, sikap yang dilandasi oleh pancasila tidaklah kaku dan menutup jalan bagi adanya perubahan. Pancasila justru memberi kesempatan bagi nilai-nilai baru untuk tumbuh dalam negara dengan tetap berada di bawah kepribadian bangsa.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Soal

M. Naufal Khansa (Naufal PSTI B) གིས-
Nama: M. Naufal Khansa
Kelas: PSTI B
NPM: 2255061019

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Jawaban:
Sistem etika perilaku politik saat ini sudah mulai membaik, tetapi belum 100% sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut dikarenakan sejak zaman reformasi telah dilakukan pembenahan dalam batang tubuh birokrasi indonesia. Tetapi, tetap saja masih ada oknum-oknum dalam jajaran birokrasi yang tetap mempertahankan budaya birokrasi pemerintahan yang lama dan ingin memanfaatkan kedudukan mereka guna kepentingan pribadi ataupun golongan. Beberapa contoh penyimpangan etika dalam perilaku politik yang tak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila adalah sebagai berikut.
a. Kurangnya efisiensi dalam pemanfaatan anggaran publik, misalnya pemborosan anggaran seperti manipulasi bukti belanja, melakukan perjalanan dinas yang tidak penting, serta penyelewengan dana yang diberikan. Hal ini seringkali mengarah kepada tindakan korupsi yang bahkan saat ini seringkali dianggap lazim di kalangan masyarakat.
b. Masih adanya politik kepentingan dalam jajaran birokrasi saat ini. Tujuan umum dari politik ini adalah untuk menguntungkan atau memperkaya kelompok atau golongannya sendiri sehingga sering terjadi ketidak adilan dalam pemerintahan. Faktor ini seringkali mengarah terhadap politik kolusi dan nepotisme dimana sangat merugikan karena dapat timbul suatu dinasti politik yang menghancurkan asas demokrasi yang dianut di Indonesia.
c. Lemahnya kesadaran aparatur pemerintah untuk mengabdikan dirinya sebagai pelayanan publik. Sebab adanya faktor ini, aparatur pemerintahan sering kali memberikan pelayanan yang tidak baik kepada masyarakat dan kecepatan pelayanan mereka yang sering kali lambat dengan alasan yang kurang dapat diterima. Hal ini menjadikan mereka sebagai momok yang menjengkelkan bagi masyarakat sehingga masyarakat lebih suka menghindar berurusan dengan mereka kecuali terpaksa.
Strategi yang dapat diambil untuk mengembalikan sistem etika perilaku politik berdasarkan nilai-nilai Pancasila diantaranya adalah memperkuat transparansi politik sehingga masyarakat dapat ikut melakukan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah melalui lembaga pemerintahan terkait. Menegakkan supremasi hukum sehingga aparatur negara dapat diadili secara adil berdasarkan hukum tanpa membeda-bedakan jabatan mereka. Dan mengembangkan remunerasi berdasarkan kinerja, sehingga mendorong aparatur lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!

Jawaban:
Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya dapat dinilai baik dan mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, salah satu sebabnya adalah generasi muda yang ada tetap menjunjung tinggi norma kesopanan. Sebagai contoh, mereka dapat memposisikan diri ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, seumuran maupun dengan orang yang lebih tua. Kebiasaan menyapa orang pula tetap dilakukan walaupun hanya sekadar tersenyum. Hal ini tetap menceriminkan adanya kesadaran diri generasi muda untuk menjunjung tingga nilai kesopanan yang berlaku. Alasan lainnya adalah dalam kaitannya dengan hal agama, dikarenakan merupakan daerah yang heterogen, perilaku hormat-menghormati diantara penganut agama tetap ada. Sebagai contoh, apabila ada kegiatan penting dan salah satu anggota ternyata memiliki kepentingan dalam agamanya, para anggota yang lain dapat memakluminya dan memberikan keringanan. Sikap lain yang mencerminkan nilai etika yang baik adalah tetap adanya generasi muda yang tergerak untuk membantu orang lain yang sedang kesulitan.
Dekadensi moral adalah merosotnya nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Adanya dekadensi moral saat ini berkaitan erat dengan arus globalisasi yang besar. Generasi muda saat ini banyak meniru dan menerapkan kebudayaan asing yang sering kali tidak cocok untuk di terapkan di indonesia. Dalam kaitannya dengan hal ini, solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah dekadensi moral adalah sebagai berikut.
a. Melakukan filter dalam memilah dan memilih informasi yang ada dalam arus globalisasi sehingga didapat informasi yang dapat berguna dan cocok diterapkan didalam nilai budaya indonesia.
b. Sebagai orang tua, diperlukan pengawasan serta memberikan perhatian yang cukup terhadap anak-anaknya. Dengan begitu generasi muda tidak akan merasa canggung untuk mengobrol dan bercerita kepada orang tua mereka sendiri. Dengan adanya komunikasi yang baik dalam keluarga, sikap dan moral generasi muda saat ini dapat diperkuat menjadi lebih baik.
c. Menempatkan diri untuk mengikuti berbagai kegiatan yang baik sehingga dikelilingi dengan lingkungan yang baik pula. Sebagai generasi muda, pencarian jati diri merupakan hal yang pasti akan terjadi. Dengan menempatkan diri ke berbagai kegiatan yang baik, generasi muda dapat belajar dan memanfaatkan skill mereka untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Nama: M. Naufal Khansa
Kelas: PSTI B
NPM: 2255061019

Judul Artikel:
Implementasi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Tanggapan Saya:
Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang luhur, sebab di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut termasuk didalamnya adalah nilai ketuhanan (religiusitas), nilai kemanusiaan (moralitas), nilai persatuan Indonesia (kebangsaan), nilai permusyawaratan dan perwakilan, serta nilai keadilan sosial. Keseluruhan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ini tidaklah dapat berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi antara nilai sila yang satu dengan nilai sila yang lainnya. Dalam kaitannya sebagai dasar negara, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum dan bermakna sebagai perwujudan cita-cita seluruh rakyat Indonesia. Maksud dari kata "sumber dari segala sumber hukum'" adalah hukum-hukum yang ada dan berlaku di Indonesia harus mengambil ajaran Pancasila dan Pancasila itu sendiri dijadikan sebagai induk dalam tatanan norma di Indonesia. Sedangkan maksud dari perwujudan cita-cita seluruh rakyat Indonesia adalah Pancasila merupakan titik acuan dalam mengarahkan dan menggapai tujuan bangsa dan negara.

Dalam kehidupan yang semakin mendunia ini, suatu dasar negara sangat diperlukan. Sebab dengan adanya dasar negara, Indonesia tidak mudah terpengaruh dengan negara-negara lain di belahan dunia ini. Segala pengaruh dari luar dapat disaring terlebih dahulu oleh nilai-nilai Pancasila sehingga hanya pengaruh yang membawa dampak positif serta sesuai dengan bangsa Indonesia-lah yang dapat masuk. Dengan adanya dasar negara Pnacasila pula, negara Indonesia dapat bersikap tegas dengan negara-negara lain karena adanya sumber hukum yang jelas. Segala perilaku warga di dalamnya serta kegiatan bersama dengan negara lain memiliki payung hukum yang jelas, sehingga negara lain tidak dapat ikut campur seenaknya.

Nilai-nilai dalam Pancasila sangat perlu dilestarikan dan dipelajari oleh generasi muda bangsa ini. Dengan pengertian yang cukup tentang pancasila, kita sebagai generasi muda dapat membangun negara Indonesia menjadi negara yang lebih maju, tetapi tetap bercirikan budaya sendiri. Keadaan yang adil dan makmur pula dapat dicapai bilai kita semua sebagai generasi muda dapat mengimplementasikan setiap nilai-nilai pancasila tanpa terkecuali.
Nama: M. Naufal Khansa
Kelas: PSTI B
NPM: 2255061019

Tugas Analisis Video "Apa Itu Pancasila?"

Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke dan di dalamnya terdapat banyak sekali keragaman baik suku, bangsa, maupun budaya. Pancasila hadir sebagai pedoman bangsa indonesia yang beragam. Di dalam pancasila terdapat unsur-unsur pemersatu dan perekat bangsa sebab di dalamnya terdapat nilai ketuhanan yang mana bila semua masyarakat Indonesia sepakat bahwa keberagaman adalah karunia dari tuhan yang Maha Kuasa, maka kita akan dapat menghormati sesama manusia tanpa membedakan-bedakan, karena sejatinya kita adalah makhluk tuhan yang sama. Dari sikap saling menghormati inilah sikap beradab dapat timbul, yang mana akan menuntun bangsa indonesia kepada sikap yang adil dan makmur. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan landasan untuk bersikap dan bertingkah laku masyarakat Indonesia agar terbentuknya kepribadian bangsa yang adil, makmur, dan harmonis dimana seluruh sikap tersebut dapat memperkuat tekad dan semangat Indonesia untuk bersatu.

Beberapa kejadian ataupun kasus intoleransi dalam kehidupan sehari-hari merupakan buah dari sikap Masyarakat yang acuh tak acuh serta menghiraukan eksistensi Pancasila sebagai dasar dan oedoman hidup bangsa Indonesia. Maka dari itu untuk membenahi sikap-sikap intoleran tersebut diperlukan perbaikan dan kesadaran dalam diri setiap individu masyarakat Indonesia bahwa kita adalah satu keluarga.