Nama: M. Naufal Khansa
NPM: 2255061019
Kelas: PSTI B
Analisis Jurnal:
Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Sedangkan etnosentrisme memiliki pengertian menganggap bahwa kebudayaan yang dimiliki lebih baik dari budaya lain atau membanggakan budaya sendiri dan menganggap rendah budaya lain.
Untuk menangkal suatu sikap etnosentrisme diperlukan rasa peduli terhadap sesama khususnya mengingatkan bahwa kita ada di dalam negara yang berbingkai Bhinneka Tunggal Ika, dimana keragaman bukan diyakini sebagai penghambat, melainkan suatu kekayaan budaya yang dapat menghidupkan serta memperkuat kearifan lokal di antara masyarakat sebagai bentuk identitas nasional.
Integrasi nasional sebagai hasil dari Identitas nasional perlu untuk dibangun agar negara multikultural ini dapat menyatukan berbagai perbedaan yang ada sehingga mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan yaitu menjaga kesatuan, persatuan, dan kedaulatan negara, serta mampu menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang bersatu didalam keberagaman.