Kiriman dibuat oleh MIFTAHUL JANNAH 2253053012

Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

ANALISIS VIDEO 2

Kekerasan di lingkungan sekolah

Dari hasil pengamatan video tersebut dapat di peroleh bahwa kekerasan di sekolah maupun diluar sekolah sangatlah tidak di perbolehkan karena bisa menyangkut hal hal yang tidak di inginkan, seperti dalam video di atas terdapat beberapa kasus yang menyebabkan terenggutnya nyawa peserta didik.
Hal ini juga terjadi karena kurangnya pengawasan dan pengajaran etika serta sopan santun dari orang tua peserta didik masing masing.

Disini kita sebagai calon pendidik harus lebih bijak dalam mengambil tindakan, Sesalah apapun peserta didik akan lebih baiknya ditegur atau di beri pelajaran dengan sewajarnya.
Begitu juga peran orang tua, karena orang tua berperan penting dalam pola pemikiran anak anak, jika tidak ada didikan maka anak akan cenderung mengikuti atau melakukan apa yang mereka liat di lingkungan nya.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

ANALISIS VIDEO 1

Dalam video tersebut kita dihadapkan persoalan dilematis tentang moralitas yakni teori The Trolley Problem. Terdapat pilihan dari prespektif yang berbeda untuk mencari nilai moral yang lebih baik atau hanya tipuan belaka.

Kemudian Terdapat juga problem, memilih untuk menyelamatkan 1 orang atau 5 orang, Pilihan yang terdapat dalam video tersebut itu tidak ada yang benar keduanya hanya mendatangkan penyesalan serta rasa bersalah karena kita memilih dengan waktu yang sangat tipis, laju atau cepat dan pilihannya pun tetap menjadikan kita sebagai seorang pembunuh.
Maka dari itu ketika hal ini terjadi dan tidak mempunyai opsi lain, kita dapat melakukan apa yang menurut kita benar kedua duanya juga memiliki resiko, pastinya ada yang menyalahkan diri kita karna sudah membunuh orang namun ada juga yang memahami dan setuju atas situasi yang kita hadapin karena kita tidak punya pilihan selain mengorbankan salah satunya.

Adapun problem selanjutnya, walaupun menyelamatkan 5 orang itu namun masih akan terlibat, karena 1 orang yang di atas itu tidak akan mati jika kita tidak mendorong nya dan resikonya juga tidak akan lebih besar.

Untuk problem terakhir sudah jelas kita harus memilih untuk menyelamatkan keluarga.
Nama: Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas :3G

Analisis jurnal 2

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora
Tahun terbit : April, 2010
Judul jurnal : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
Penulis Jurnal : H. Wanto Rivaie
Kata kunci : Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia.

ISI JURNAL
Hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahterah.nilai moral Pancasila yang sesungguhnya, dimana sila Pertama adalah Ketuhanan Yang maha Esa, dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, dapat dipraktekan dalam interaksi sosial sehari-hari, baik terjadi di lingkungan keluarga(Pendidikan Informal, lingkungan Sekolah (Pendidikan Formal), dan Pendidikan Kemasyarakatan(Pendidikan non Formal). Ketiga lingkungan pendidikan tersebut perlu didasari interaksi sosial yang saling menghargai, saling percaya dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang sejahtera.Pendidikan Generasi Muda Yang Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar ModernJati diri generasi muda dapat dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat
atau oleh usaha yang terprogram,direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern. Namun demikian sesederhana apapun pembentukan jati diri generasi muda tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan. Pada Sila Ketuhanan YME, yang tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, yang berbunyi: ”.... Jati diri seseorang akan terbangun manakala seseorang dapat membedakan dirinya dengan makhluk lain, khususnya manusia lainnya yang ada diluar dirinya dan menyadari tentang kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya selaku manusiaDiperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru,Dosen,Tokoh Masayarakat Formal/Non Formal)

Dalam hal pendidik dalam arti luas kaitannya dengan pembentukan jatidiri yang terlihat pada penampilan kepribadian seseorangDi lembaga pendidikan formal dan non formal (masyarakat), pendidik yang bertugas membentuk nilai moral untuk membangun jatidiri generasi muda adalah guru dan tokoh masyarakatPenciptaan Suasana Yang
Kondusif Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh Nilai Kreatif Dan Bertanggung JawabKomunikasi menunjukan kebersamaan, pertemanan, dan keadilan, berbagi dengan yang lain. Suasana pendidikan yang kondusif perlu didasari komunikasi yang penuh nilai.Dengan demikian maka dalam komunikasi yang penuh nilai, kreatif dan bertanggung jawab, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana si pembelajar bisa tumbuh self confidence, dan self esterm agar potensi yang adapada dirinya berkembang secara maksimal dan berbudaya nasional Indonesia (Berbudin).Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan.
Faktor-Faktor Personal Yang Mempengaruhi Tindakan Manusia
Ada dua macam pendekatan dalam pembentukan prilaku manusia. Kedua pendekatan ini menekankan faktor-faktor psikologis dan faktorfaktor sosial. Atau dengan istilah lain faktor-faktor yang timbul dari dalam individu (faktor personal), dan faktorfaktor berpengaruh yang datang dari luar individu (faktor environmental).Perspektif yang berpusat pada personalmempertanyakan faktor-faktor internal, apakah baik berupa instik, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis jurnal 1

IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal : Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Tahun Terbit : 2022
Nama Jurnal : Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan
Kata Kunci : Nilai Moral Pancasila, Generasi dan Anti Korupsi

ISI JURNAL

Nilai, moral dan hukum berperan penting dalam kehidupan kita sebagai masyarakat Karena Nilai merupakan dasar pertimbangan bagi individu untuk melakukan sesuatu lalu Moral merupakan perilaku yang seharusnya dilakukan atau dihindari dan Hukum merupakan sarana nilai-nilai moral yang ingin ditegakkan.Sehingga nilai-nilai, moral, dan hukum semuanya berfungsi untuk melayani kemanusiaan.
1.berfungsi mengingatkan masyarakat agar berbuat baik bagi diri sendiri dan orang lain sebagai anggota masyarakat. 2. Untuk menarik perhatian pada isu-isu etika yang belum diperhatikan masyarakat. 3. Dapat menarik perhatian orang terhadap gejala “kecanduan emosional”. Selain itu, fungsi nilai, moral dan hukum terletak pada konteks pengendalian dan pengaturan.
Cara agar kehidupan berjalan lebih baik, aman, damai dan lebih teratur serta secara tidak langsung menjaga ketertiban bagi sesama masyarakat maka dari itu pentingnya memahami keterkaitan nilai dan moral. Dengan Pendidikan moral mampu berjalan dengan baik, serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri. Tanpa nilai-nilai Pancasila dan moral, masyarakat Indonesia tidak akan memiliki pandangan atau pedoman untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam negara yang memiliki budaya beragam. Kemudian Ketika terjadinya tindakan korupsi dapat dicegah dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima seingga lingkungan kehidupan akan menjadi lebih nyaman, tentram, damai, makmur dan sejahtera. Pengajaran dan pengimplementasian nilai Pancasila dapat dimulai sejak anak usia dini. Lingkup perkembangan moral pada anak usia dini meliputi kemampuan untuk bertindak sopan, jujur, penolong, hormat, toleran terhadap perbedaan orang lain, sportif, serta menjaga kebersihan. Disinilah peran serta orang tua, guru dan masyarakat dibutuhkan.
Nama : Miftahul Jannah
Npm :2253053012
Kelas : 3G

Analisis Video

PENGALAMAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Seperti yang kita ketahui lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila, Pada bagian tengah burung garuda terdapat perisai yang berisi lambang sila Pancasila.
Pengamalan sila Pancasila yaitu penerapan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

LIMA SILA PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa lambang sila pertama yaitu Bintang yang berarti mengajak kita untuk percaya Kepada tuhan dan melaksanakan perintahnya. Salah satu contoh pengamalan sila kepada tuhan yaitu melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab dengan lambang rantai yang berarti kita di ajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia. Salah satu pengamalan contoh sila ke 2 yaitu membantu korban bencana alam.
3. Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin yang berarti kita di ajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia, salah satu contoh pengamalan sila ke3 mengikuti upacara dengan tertib
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan di lambangkan dengan kepala banteng sila ini mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Salah satu contohnya yaitu menyampaikan pendapat berdiskusi.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dilambangkan dengan padi dan kapas yang bersrti kita di ajak untuk besikap adil terhadap salah satu contohnya yaitu tidak berbuat curang kepada orang lan