Kiriman dibuat oleh MIFTAHUL JANNAH 2253053012

Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2

Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana

HASIL ANALISIS

Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi
suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila.

Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.

Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI), penyelesaian berbagai
permasalahan hukum yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia harus diakui tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Namun belakangan ini sering terjadi ketidak
sesuaian beretika dalam masyarakat yang
menghilangkan citra dari karakter bangsa.

Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika di kampung Cijambe Girang Sukaresmi,sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat.
Tentunya hal ini harus diperhatikan dan
diberikan upaya agar moral bangsa tetap terjaga.

Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang
dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri.

Terutama dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, kehidupan mereka banyak dipengaruhi oleh banyaknya faktor sehingga dapat mengubah sedikit- demi sedikit etika dan moral, kebiasaan hidup dan gaya hidup. Sekiranya hal ini terlihat tidak penting dikalangan masyarakat bahkan setiap daerah tanpa
menyadari hal ini terjadi secara bertahap merubah etika masyarakat terutama pada generasi muda.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis jurnal 1

Identitas jurnal
Judul Jurnal: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Volume Dan Halaman: Vol.-, No. -, Halaman
Tahun: -
Penulis: Suhartono, S.


HASIL ANALISIS
Di era teknologi komunikasi ini,
komunikasi individual semakin mengglobal.
Kemajuan ekonomi material negara -negara maju, membuat silau orang-orang yang hidup di negara-negara berkembang. Mereka terstimuli untuk bisa berkehidupan dengan kelimpahan harta dalam waktu sesingkat mungkin. Sementara itu, karena kualitas pendidikannya, mereka belum memiliki potensi kreatif untuk menghasilkan kelimpahan ekonomi material. Jika kebetulan mereka memperoleh kepercayaan menduduki jabatan dalam pemerintahan dan hukum, maka atas kekuasaannya itu mereka secara berjamaah berbuat korupsi.

Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya denga n sistem “money politics”. Sudah barang tentu, tidak menghasilkan pemimpin yang aspiratif bagi kepentingan umum. Di sepanjang
masa jabatanya, mereka hanya sibuk untuk secara cerdik menciptakan kesempatan berkorupsi.

Egoisme individual menjadi watak para pe nguasa. Akibat daripadanya, terjadi krisis kepemimpinan. Jika demikian halnya maka dinamika sosial untuk meraih tujuan umum melemah.

Kalau tradisi konflik kepentingan individu dan masyarakat justru “meng -gairahkan” kehidupan bermasyarakat, maka gairah itu kini berubah menjadi sebuah kesibukan yang menghabiskan energi untuk memerangi para koruptor. Padahal mereka justru penguasa dalam pemerintahan. Akibatnya, jalan menuju pencapaian tujuan umum menjadi “buntu” total. Padahal, jika para penguasa memiliki komitmen moral dan etika yang kuat, maka mengelola tradisi konflik kepentingan, justru memberi keuntungan bagi seluruh individu dan masyarakat dan otomatis bagi para pemimpin. Karena di dalam diri individu terdapat potensi sosial dan di dalam masyarakat
terdapat potensi individual. Tetapi rupanya para pemimpin justru memanfaatkan tradisi konflik
sosial itu sebagai alat penyelamatan diri. Mereka seolah berwatak membela kepentingan umum,
tetapi di balik itu memanfaatkan untuk sebesar -besarnya bagi keuntungan pribadi mereka sendiri.

Dengan dalih efisiensi bahan bakar minyak, konsumsi minyak tanah diganti gas tanpa didahului dengan pembelajaran; dengan dalih standardisasi nasional, sistem evaluasi ujian akhir nasional diberlakukan; dan masih banyak lagi proyek berl abel kepentingan umum, tetapi bermotif eksploratif bagi kepentingan pribadi.
Jadi, paradigma konflik sosial antara dua kepentingan menjadi lebih rumit. Potensi individual yang terkandung di dalam individualisme berubah menjadi negatif berupa keserakahan. Terlebih moral negatif keserakahan itu menjadi watak para pemimpin dan pejabat pemerintahan. Potensi kesatuan yang terkandung di dalam kolektivisme terpendam begitu dalam, sehingga semangat kebersamaan tidak muncul ke permukaan.

Bertitik tolak dari hal tersebut di atas, pemikiran ini mencoba mencari kejelasan kembali
tentang hakikat manusia dan masyarakatnya, agar kemudian bisa menilai kelayakan konflik
antara individualisme dan kolektivisme di dalam kehidupan bermasyarakat.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis Video 3

Video tersebut menjukkan bahwa
keluarga adalah lingkungan utama untuk menentukan moral dalam diri individu, terdapat beberapa fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi Agama, nilai moral seperti keimanan, ketaqwaam, kejujuran dan lain lain.
2. Fungsi sosial budaya, nilai moralnya seperti gotong royong, sopan santun, toleransi dll.
3. Fungsi Cinta kasih sayang, nilai moral seperti empati, keakraban, keadilan dll.
4. Fungsi perlindungan, nilai moral seperti pemaaf, tanggap, dan ketabahan.
5. Fungsi Reproduksi, nilai moral seperti bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan , nilai moral seperti percaya diri, kreativitas, dan bekerja sama.
7. Fungsi ekonomi, nilai moral seperti disiplin, hemat, dan keteliltian.
8. Fungsi pemeliharaan lingkungan, nilai moralnya seperti kebersihan dan kedisiplinan.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis Video 1
Pentingnya pendidikan moral untuk anak anak terutama pada anak sekolah dasar karena pendidikan moral merupakan proses yang dimana dapat menanamkan baik dan buruk mengenai perilaku untuk mencapai tahap dewasa. Saat usia anak sekolah dasar mereka juga harus memiliki sikap atau perilaku yang baik dalam sekolah maupun kehidupan sehari hari.
Terdapat faktor penyebab menurunnya moral pada anak, adanya perundungan di sekolah dan kekerasan fisik dalam keluarga. 

Nah kita dapat memberikan beberapa nasihat dan menjelaskan kepada anak pentingnya moral.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisis video 4

Seperti yang kita ketahui saat ini kita mudah dalam mengakses informasi kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media sudah banyak macam informasi yang kita temui hal ini dapat menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita, kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk menggambarkan perilaku generasi muda di permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan kemudian sesuai obat penistaan agama tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua hal ini merupakan yang memprihatinkan etika dan moral.
Disini nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan
3 persamaan etika dan moral
•etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
•etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
•etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang.
Pentingnya etika berkomunikasi dengan baik dalam proses pembelajaran daring yang pertama perhatikan waktu ketika ingin menghubungi bapak atau ibu guru Pilihlah waktu saat pembelajaran daring hindari waktu ibadah istirahat dan tidak menghubungi terlalu hai hai Hai yang kedua bahasa yang baik dan sopan Gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan mudah dimengerti oleh guru