Kiriman dibuat oleh MIFTAHUL JANNAH 2253053012

Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

ANALISIS VIDEO 5

Setiap kampus di Indonesia
mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku Karena nilai moral Pancasila dalam kehidupan Kampus untuk awal pembentukan karakter seorang mahasiswa sangat penting Agar dapat menciptakan generasi muda yang berakhlak dalam kehidupan bermasyarakat sehingga terbentuknya suatu moral yang baik.

Disini mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dapat berorientasi untuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat kewarganegaraan.

Terdapat kendala kendala moral yang ada di lingkungan
1. vandalisme dan kekerasan
2. ⁠mencuri
3. ⁠mencontek
4. tidak hormat dan tidak becus dalam kerja
5. ⁠kekejaman terhadap teman seusia
6. ⁠menyerang keyakinan orang lain
7. ⁠berbicara kasar
8. ⁠pemerkosaan dan pelecehan
9. ⁠menurunkan tanggung jawab
10. ⁠perilaku merusak diri seperti narkoba
Nama : Miftahul Jannah
NPM: 2253053012
Kelas : 3G

ANALISIS VIDEO 2

Pengembangan Iptek adalah faktor kunci dalam pendidikan moral di Indonesia, IPTEK juga fokus masyarakat untuk menemukan solusi yang baik.
Moral adalah aspek fundamental dari kehidupan manusia berasal dari kehidupan yang baik, diajarkan oleh agama, manusia dan lingkungan. Nilai-nilai Pancasila dapat mempromosikan moral yang baik dan juga berfungsi sebagai panduan bagi masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan.
Terdapat Tiga faktor berkontribusi pada pendidikan moral: kurangnya pendidikan moral di lingkungan lokal, pengaruh globalisasi, dan kebutuhan individu untuk mengembangkan kualitas moral mereka sendiri.
Di masa muda Perkembangan moral dan karakter sangat penting bagi para guru untuk mengembangkan moral dan sifat yang dapat dikembangkan dan ditumbuhkan dalam kehidupan manusia.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas: 3G

ANALISIS VIDEO 4

Dalam video tersebut terdapat seorang komika Arie Kriting menyampaikan statement bahwa pendidikan moral yang diajarkan di Indonesia itu salah.
Disini Peran pemerintah, guru, dan orang tua lagi-lagi sangat penting untuk membentuk karakter anak agar memiliki nilai moral yang baik karena pendidikan moral yang terdapat dalam pelajaran pendidikan pancasila yang diajarkan materi yang disampaikan hanya itu-itu saja.
Nah Padahal dalam pendidikan pancasila dan kewarganegaraan nilai moral harus lebih ditekankan lagi kepada peserta didik sehingga terdidik dan memiliki nilai moral yang baik.
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Analisi Jurnal 1

IDENTITAS JURNAL
Judul : Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Tahun : 2020
Nomor : 1
Volume : 3
Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Kata Kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

HASIL ANALISIS
Para Dosen Agama Islam Universitas Pamulang melihat adanya fenomena
degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi yaitu kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah
akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Sudah Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan
remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama

Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk
dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan indonesia sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap
telah melakukan degradasi moral moral yang baik adalah yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah SAW
Nama : Miftahul Jannah
Npm : 2253053012
Kelas : 3G

Penanaman nilai dan moral dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk membentuk karakter dan perilaku yang baik pada anak didik. Terdapat beberapa Cara untuk menanamkan nilai dan moral:
Orang tua, guru, dan anggota masyarakat harus menjadi contoh yang baik dalam perilaku dan tindakan mereka karena anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, Komunikasi terbuka membuka dialog dengan anak-anak dan siswa untuk membahas nilai-nilai dan moral yang penting, Pendidikan formal dan informal: Sekolah dan keluarga harus memberikan pendidikan formal dan informal tentang nilai-nilai dan moral yang diinginkan. Hal ini dapat dilakukan melalui pelajaran, cerita, permainan, dan kegiatan lain yang melibatkan refleksi moral, dan Penguatan positif:menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai dan moral yang diajarkan. Ini dapat berupa pujian, penghargaan, atau pengakuan atas tindakan mereka.
Adapun Hambatan -Hambatan dalam proses penanaman nilai dan moral:
Pengaruh lingkungan negatif: Anak-anak dapat terpengaruh oleh lingkungan yang tidak mendukung nilai-nilai dan moral yang diinginkan. Lalu Kurangnya konsistensi: Jika nilai dan moral hanya diajarkan secara sporadis atau tidak konsisten, anak-anak mungkin kesulitan memahami dan menginternalisasikannya. Dan Kurangnya pemahaman: Anak-anak mungkin kesulitan memahami nilai-nilai dan moral yang diajarkan jika tidak dijelaskan dengan cara yang relevan dan mudah dipahami bagi mereka.
Terdapat Trik dan strategi untuk menjadikan penanaman nilai dan moral menjadi kebiasaan yang berkelanjutan:
a. Konsistensi: Nilai dan moral harus diajarkan secara konsisten dan terus-menerus dalam berbagai situasi dan lingkungan.
b. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari: Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai dan moral yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. 
c. Pembelajaran yang berkelanjutan: Penanaman nilai dan moral harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah.
d. Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat: Orang tua dan anggota masyarakat harus bekerja sama dengan sekolah untuk memperkuat penanaman nilai dan moral.