Posts made by Selly Defi Maharani 2253053024

Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024
Kelas : 3F

Kekerasan dilingkungan sekolah
Kekerasan di lingkungan sekolah memiliki dampak yang merusak pada siswa yang terlibat. Para korban sering mengalami trauma psikologis, depresi, kecemasan, mereka juga mengalami gangguan belajar dan rendahnya prestasi akademik karena kesulitan berkonsentrasi dan merasa tidak aman di sekolah.Penting bagi sekolah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mencegah dan mengatasi kekerasan di lingkungan sekolah dengan cara seperti meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, baik di antara siswa, guru, maupun orang tua. Sekolah harus memiliki sistem pengawasan yang efektif. Guru, staf, dan pengawas harus aktif dalam memantau perilaku siswa dan mengatasi insiden kekerasan dengan segera.Guru harus dilatih untuk mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan dan bagaimana mengatasinya dengan baik. Mereka juga harus bisa menciptakan lingkungan kelas yang aman.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024
Kelas : 3F

PENTINGNYA PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI

Globalisasi adalah proses integrasi ekonomi, politik, sosial, dan budaya antar negara-negara di seluruh dunia.Dampak dari globalisasi telah menimbulkan transformasi nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. Kesadaran akan hak-hak personal seseorang semakin tinggi, kehidupan cenderung semakin individualis, semakin permisit, dan luuturnya nilai-nilai moral. Nampaknya pendidikan nilai selama ini banyak terjadi adanya keterpaksaan, yaitu nilai-nilai diajarkan dengan paksa untuk diketahui secara kognitif dan dilaksanakan. Tetapi karena dipaksakan maka tidak sampai menyentuh hati hasilnya sikap dan perilaku anak didik tidak berakar dari pengalaman nilai yang otentik. Kita tidak dapat membendung pengaruh jaman, dan tidak dapat memalingkan perharian mereka dari nilai-nilai yang sedang trend. Dampak globalisasi sangat berpengaruh pada nilai kehidupan seseorang, oleh sebab itu pendidikan nilai dan moral sangat penting dilakukan sedini mungkin agar generasi muda tidak terbawa arus globalisasi yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Seorang pendidik harus bisa melaksanakan tugas mereka dengan bertanggung jawab, yaitu mengajar dan mendidik. Mendidik tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan nilai-nilai siswa. Membekali anak didik dengan nalar dan hati yang kuat. Penekanan pada nilai-nilai seperti norma, agama, nasionalisme, dan nilai-nilai luhur bangsa sebagai bagian dari pendidikan nilai yang kuat.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024
Kelas : 3F

PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH

Salah satu aspek terutama dalam kehidupan seorang Muslim merupakan mempunyai standar moral yang besar. Ini terutama berkaitan dengan pengajaran dan pendisiplinan siswa untuk memiliki perilaku dan karakteristik pribadi yang terbaik. perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah Provinsi Aceh dilaksanakan secara Islami, mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Qanun ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Aceh untuk mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Di Indonesia, pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. Kedelapan belas nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis, patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab (Kemendiknas, 2010). Nilai-nilai tersebut dipupuk dengan memadukan nilai dengan isi kurikulum tertulis, kurikulum tidak tertulis (hidden curriculum), serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Artinya nilai yang akan dikembangkan harus diwujudkan dalam isi setiap mata pelajaran melalui proses pembelajaran di kelas, tugas di luar kelas, dan juga terwujud dalam aturan sekolah.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024
Kelas : 3F

Permasalahan yang dihadapi adalah kereta dengan perlintasan lurus akan menabrak 5 orang dan cabang perlintasan yang berbelok akan menabrak 1 orang.Yang harus dilakukan diam dan tetap membiarkan kereta berjalan lurus atau menarik tuas untuk membuat kereta berbelok? Keputusan yang banyak diambil sebagian orang adalah berbelok,prinsip moralnya adalah lebih baik menyelamatkan 5 orang dari pada hanya 1 orang.Apakah mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak adalah pilihan yang lebih baik?
The trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan yang dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks berpikir mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak, mungkin itu menjadi pilihan yang lebih bermoral. Akan tetapi, jika kita berada di sisi yang berbeda kita tidak akan mengorbankan hal tersebut. Moralitas terlalu sering menjadi alat pembenaran saat berada di posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan dan ternyata moralitas hanyalah egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024

Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Dikalangan Remaja.

Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahterah.
Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan
pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.Ke depan ke tiga lingkungan pendidikan tersebut perlu meningkatkan kerjasama yang kuat, koordinasi yang sistematis, dan saling bahu-membahu dalam bingkai nilai kekeluargaan yang sesuai dengan nilai-nilai agama yang suci, sebagai anak bangsa yang merindukan kembali kokohnya jati diri bangsa ini, menjadi bangsa yang cerdas otaknya, lembut hatinya, dan terampil tangannya sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang maju yang bernilai, bermoral, dan berbudaya Indonesia yang di Ridhai Tuhan Yang Maha Esa.