གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Selly Defi Maharani 2253053024

Nama : Selly defi maharani
Npm : 2253053024


Degradasi Moral Pelajar Jaman Modern

Degenerasi moral pada siswa masa kini adalah fenomena di mana nilai moral yang tradisional mulai memudar di tengah generasi muda. Banyak faktor yang mempengaruhi ini, seperti media dan teknologi, terutama sering menampilkan konten yang dapat mempengaruhi pemikiran dan perilaku siswa. Selain itu, kurangnya pengawasan dan bimbingan dari orang tua karena berbagai alasan juga berkontribusi pada penurunan nilai-nilai moral.
Menurut Ibu Retno Listyarti, seorang Komisioner KPAI bidang pendidikan, yang menjadi penyebabnya dari kekerasan yang ada baik itu dengan anak sebagai pelaku ataupun sebagai korbannya adalah pola pengasuhan orang tua di rumah serta strategi dan pendekatan yang digunakan guru dalam mengelola kelas. Dalam kasus terkait ada dua kemungkinan yang terjadi, salah satunya adalah murid dikatakan berkemungkinan tidur dikelas dan guru mengecat wajahnya menggunakan minya yang menyebabkan si murid menjadi bahan tertawaan, dengan ini kekerasan pun terjadi dan berakhir memakan korban. Tidak peduli apapun alasannya, kekerasan tidak bisa dibenarkan baik itu guru ataupun murid sebagai pelakunya.
Menurut Praktisi Pendidikan yaitu Dr. Itje Chodidjah, MA , seorang guru memiliki standar kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi pedagogik.
Menurut Ibu Vero Adesla sebagai psikolog memberikan pandangannya tentang masalah ini. Dia mengakui bahwa anak-anak memiliki kemampuan berpikir dan bernalar, tetapi saat emosi atau amarah muncul, mereka mungkin bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Oleh karena itu, penting untuk melatih anak-anak dalam mengelola emosi mereka sejak dini.
Nama : Selly defi maharani
Npm : 2253053024


6 TAHAP PERKEMBANGAN MORAL MENURUT KOHLBERG

Lawrence kolhberg melakukan sebuah penelitiannya untuk merumuskan beberapa tahapan moral.
Adapun 3 level tahap perkembangan moral dimana setiap levelnya terdapat 2 tahap menurut Lawrence Kolhberg yaitu :
Tahap Pra-konvensional:
1) Menghindari hukuman, yaitu seseorang bertindak agar tidak dihukum, seperti berhenti di lampu merah agar tidak ditilang.
2) Keuntungan dan minat pribadi, yaitu tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat pribadi, seperti membantu orang karena berharap mendapat bantuan balik.
Tahap Konvensional:
1) Menjaga sikap orang baik, yaitu seseorang hindari konflik karena memperhatikan norma sosial dan pendapat orang lain.
2) Memelihara peraturan, Penting untuk mematuhi peraturan agar tidak terjadi kekacauan.
Tahap PASCA-KONVENSIONAL:
1) Orientasi kontrak sosial, dimana setiap individu memiliki latar belakang berbeda, dan hak-hak individu harus diperhatikan bersamaan dengan hukum yang berlaku.
2) Prinsip etika universal, yaitu seseorang bertindak sesuai prinsip internalnya, bahkan jika bertentangan dengan hukum.
Nama : Selly defi maharani
Npm : 2253053024

PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran
dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan
membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal.Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu
dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Dengan kata lain, pendidikan moral diperlukan sekaligus sebagai kontrol kondisi sosial dan sarana yang sangat diperlukan untuk aktualisai diri.

Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya,kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada
tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya.Penelitian Kohlberg menunjukan bahwa bila penalaran-penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa ia mempunyai pertimbangan moral tertentu atau melakukan tindakan tertentu diperhatikan, maka akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pendangan moral orang tersebut. Mungkin saja seseorang menunjukan bahwa berbuat curang itu salah, karena dapat ditangkap, sedangkan orang lain barangkali menunjukan bahwa berbuat curang itu merongrong kepercayaan umum yang dibutuhkan untuk berlangsungnya masyarakat.
Nama : Selly defi maharani
Npm : 2253053024

PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia, banyak hal dalam penyelesaian masalah hidup yang membutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional.

Pendidikan nilai moral di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Cina memiliki latar belakang ideologi yang berbeda. Di Indonesia, pendidikan nilai masih belum sepenuhnya menyentuh nilai-nilai global dan masih terfokus pada kurikulum nasional. Di India, pendidikan nilai lebih populer dan tidak terbatas pada sudut pandang agama. Di Malaysia, pendidikan nilai diajarkan secara langsung melalui pendidikan moral dan agama, serta tidak langsung melalui mata pelajaran lain dan kegiatan kokurikuler. Di Cina, pendidikan nilai juga dihadapi tantangan, terutama karena tekanan pada kemampuan akademik siswa.Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi. Pendidikan nilai moral merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional.