Nama : Juliana Wulandari
Npm : 2213053291
Kelas :2A
Analisis video
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
1. Demokrasi masa revolusi kemerdekaan
Pada masa ini demokrasi yang ada di Indonesia masih sangat terbatas karena masih ada upaya dari Belanda untuk menjajah kembali Indonesia dan masih banyak terjadi pemberontakan yang ada di wilayah-wilayah Indonesia.
2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Masa demokrasi parlementer adalah masa kejayaan Demokrasi di Indonesia karena pada masa ini banyak ditemukan elemen demokrasi pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Walaupun dikatakan sebagai masa kejayaan Demokrasi, demokrasi parlementer gagal! Mengapa demikian? Demokrasi parlementer gagal disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
a. Dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik. Seperti partai Islam, partai nasionalis, partai dan jengkol, serta partai non-islam.
b. Basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah.
c. Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3. Perkembangan Demokrasi terpimpin (1959-1965)
Ada 3 kekuatan politik yang utama pada masa ini yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI
4. Perkembangan Demokrasi pada pemerintahan orde baru
Pada 3 tahun awal demokrasi ini, kekuasaan seolah olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat. Akan tetapi setelah 3 tahun itu peranan ABRI sangat dominan, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, serta masa mengambang, monolitas ideologi negara dan inkorporasi lembaga nonpemerintah.
4. Perkembangan Demokrasi masa Reformasi (1998-sekarang)
Demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi pancasila. Karakteristiknya sebagai berikut.
a. Pemilu yang dilaksanakan tahun1999-2004 jauh lebih demokratis dibandingkan dengan pemilu tahun tahun sebelumnya.
b. Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintah pusat sampai pada tingkat desa.
c. Pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka.
d. Sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
Npm : 2213053291
Kelas :2A
Analisis video
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
1. Demokrasi masa revolusi kemerdekaan
Pada masa ini demokrasi yang ada di Indonesia masih sangat terbatas karena masih ada upaya dari Belanda untuk menjajah kembali Indonesia dan masih banyak terjadi pemberontakan yang ada di wilayah-wilayah Indonesia.
2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Masa demokrasi parlementer adalah masa kejayaan Demokrasi di Indonesia karena pada masa ini banyak ditemukan elemen demokrasi pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Walaupun dikatakan sebagai masa kejayaan Demokrasi, demokrasi parlementer gagal! Mengapa demikian? Demokrasi parlementer gagal disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
a. Dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik. Seperti partai Islam, partai nasionalis, partai dan jengkol, serta partai non-islam.
b. Basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah.
c. Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3. Perkembangan Demokrasi terpimpin (1959-1965)
Ada 3 kekuatan politik yang utama pada masa ini yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI
4. Perkembangan Demokrasi pada pemerintahan orde baru
Pada 3 tahun awal demokrasi ini, kekuasaan seolah olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat. Akan tetapi setelah 3 tahun itu peranan ABRI sangat dominan, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, serta masa mengambang, monolitas ideologi negara dan inkorporasi lembaga nonpemerintah.
4. Perkembangan Demokrasi masa Reformasi (1998-sekarang)
Demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi pancasila. Karakteristiknya sebagai berikut.
a. Pemilu yang dilaksanakan tahun1999-2004 jauh lebih demokratis dibandingkan dengan pemilu tahun tahun sebelumnya.
b. Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintah pusat sampai pada tingkat desa.
c. Pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka.
d. Sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.