གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Farida Juwita 2213053179

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal yang berjudul "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital Bagi Kalangan Milenial" oleh Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli.

Didapat bahwa di era digital saat ini, fenomena degradasi moral sudah merajalela pada kalangan milenial. Fenomena kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang inilah yang disebut dengan degradasi moral. Fenomena yang marak terjadi seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja; seks bebas, konsumsi obat-obat terlarang, dan lainnya. Fenomena ini dapat terjadi akibat akses bebas dengan globalisasi dunia yang dimiliki oleh kalangan milenial. Kalangan milenial saat ini memiliki nteraksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Globalisasi yang tak ada batasan terhadap budaya kehidupan masyrakat Indonesia inilah yang sangat mempengaruhi terjadinya degradasi moral.

Atas maraknya fenomena ini, dilakukan pengarahan berupa kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor. Yang memiliki tujuan untuk mendorong pihak-pihak dalam pendidikan
mendukung program guna menjadikan para generasi muda memiliki bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Selain bagi kalangan muda, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal yang berjudul "Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial" oleh Ulil Hidayah.

Pendidikan memiliki peran sebagai agen perubahan. Yakni memiliki visi untuk merubah adab yang dimiliki seseorang dari yang tidak baik menjadi baik. Tentu banyak tantangan yang dihadapi dalam mencapai tujuan ini. Dapat dilihat dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah seperti kebijakan sentralisasi yang berubah menjadi desentralisasi, kemudian demokratisasi hingga terjadinya perubahan kurikulum. Dalam era otonomi ini, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. Akan ada peluang yang cukup luas untuk pendidikan Indonesia maju dengan political will yang baik dan kuat terhadap pendidikan. Pada era saat ini pula, pendidikan karakter memiliki peran yang penting. Seperti Pendidikan Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan. Kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama serta mengajarkan toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada era Kurikulum 2013 misalnya, PAI dan PKn meniliki porsi 3 jam pelajaran dalam sepekan. Ini diharapkan dapat memberikan out put berupa nilai kepribadian yang unggul secara pribadi dan sosial serta diimplementasikan dalam kehidupan anak didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Dalam PAI juga ditambahkan penekanan Budi Pekerti.
Dimana pendidikan moral yang ada berupa materi pokok meneladani sifat Rosulullah, hidup hemat dan derhana, menghindari judi dan pertengkaran. Sedangkan PKn mengalami banyak perubahan muatan, seperti Pendidikan Moral dan Pancasila (PMP) serta Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Dalam materi PKn ini mencakup pendidikan politik atau mengenai ketatanegaraan yang berlandaskan Pancasila.
Proses penanaman nilai melalui mata pelajaran PAI dan PKn melalui tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi di sekolah. Tahap persiapan dirancang melalui SKL (Standard Kompetensi Lulusan) yang kemudian diturunkan dalam Kompetensi Inti dan materi. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan menggunakan berbagai pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan untuk siswa dapat mengeksplor pengetahuan yang dimilikinya. Hingga tahap evaluasi, dimana merupakan tahapan pokok guna mengukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran. Disinilah, evaluasi perlu direkonstruksi pada mata pelajaran PAI dan PKn guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik melalui:
a) Rekonstruksi pertama harus dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik harus kompeten di bidangnya dan bisa mengintegrasikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di lingkungan kehidupan
b) Terkadang peserta didik harus dihadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya.
c) Pendidik mencakup instrumen penilaian secara luas
d) Pendidik menyisipkan pembelajaran multicultural melalui kurikulum laten secara sporadic
e) Evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar peserta didik.
Penilaian inu perlu difokuskan pada ranah afektif. Karena dapat berimplikasi secara lansung terhadap perkembangan psikomotor peserta didik.

Evaluasi dalam pendidikan ini haruslah dilakukan perbaikan secara terus menerus terutama pada pendidikan moral di sekolah. Dengan ini, diharapkan dapat dilaksanakan kualitas pendidikan moral dengan baik melalui Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas
penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video yang berjudul "Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral nak usia dini l" oleh Sindi Anugrahwati.

Dari video tersebut didapat bahwa tiap guru pada PAUD bertugas dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi hingga melakukan penilaian. Penilaian ini penting dilakukan guna mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing peserta didik.Termasuk perkembangan moral dan agama. Dalam penilaian, terdapat alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik yang disebut dengan instrumen penilaian. 

Penilaian memiliki manfaat tidak hanya bagi anak, namun juga bermanfaat bagi guru dan orang tua.
a) Bagi anak. Penilaian bermanfaat dalam membantu memelihara pertumbuhan dirinya serta memelihara perkembangan anak menjadi lebih optimal. Dengan penilaian juga, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya.
b) Bagi orang tua. Penilaian yang dilakukan guru membantu orang tua dalam memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak pada satuan PAUD. Dengan ini, dapat memudahkan orang tua di rumah dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan.
c) Bagi guru. Dengan penilaian, guru dapat mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak serta
mengetahui akan hambatan dalam tumbuh kembangnya. Dengan begitu guru dapat menyesuaikan stimulasi dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Penilaian juga membantu dalam rencana pembelajaran selanjutnya melalui data dan informasi yang diperoleh terkait perkembangan anak.

Selain manfaat, terdapat prinsip-prinsip penilaian, yakni :
1. Mendidik. Sebab proses hasil penilaian ini menjadi dasar untuk memotivasi dalam membina tumbuh dan perkembangan anak.
2. Berkesinambungan. Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus-menerus.
3. Objektif. Penilaian harus dilakukan secara adil
4. Akuntable. Dimana penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
5. Transparan. Artinya, penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang hasilnya dapat diakses oleh orang tua dan semua pihak bersangkutan.
6. Sistematis. Dengan menggunakan berbagai instrumen, penilaian dilakukan secara teratur teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan
7. Menyeluruh. Artinya, selain sikap, penilaian mencakup seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan seperti pengetahuan maupun keterampilan
8. Bermakna. Penilaian yang dilakukan haruslah memberikan bermanfaat bagi anak, orang tua, guru dan pihak lain yang relevan.

Terdapat berbagai teknik dalam penilaian
dan lingkup yang digunakan dalam penilaian yang mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak. Artinya teknik yang digunakan sesuai dengan usia anak, yaitu pada usia 2-3 tahun 3-4 tahun 4-5 tahun serta 5-6 tahun. Dalam hal ini, instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian dapat berupa penilaian proses seperti catatan anekdot, rubrik dan atau Instrumen penilaian hasil kemampuan anak. Kemudian terdapat mekanisme penilaian yang terbagi menjadi empat :
1. Menyusun teknik instrumen penilaian terlebih dahulu yang disesuaikan indikator capaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap teknik dan Instrumen penilaian
3. Mendokumentasikan penilaian terkait proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan capaian perkembangan anak ini pada orang tua saat tiba akhir semester.

Teknik-teknik dalam penilaian tersebut diantaranya :
- BB atau belum berkembang. Dinilai BB apabila dalam kegiatan, anak masih perlu dibimbing dan dicontohkan.
- MB atau mulai berkembang. Dinilai MB apabila anak melakukan kegiatan tetapi harus diingatkan serta harus sedikit dibantu oleh guru
- BSH atau berkembang sesuai harapan. Ketika anak sudah bisa melakukan kegiatannya secara mandiri konsisten tanpa harus diingatkan.
- BSB atau berkembang sangat baik. Ketika anak-anak ini sudah dapat melakukan kegiatannya secara mandiri bahkan sudah dapat membantu temannya.
Bentuk penilaian dapat berupa penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester, portofolio anak dan dokumen lain yang diperlukan oleh setiap satuan PAUD. Berguna untuk memantau kemajuan belajar hasil belajar dan melakukan perbaikan hasil kegiatan belajar pada setiap bentuk penilaian yang telah dilakukan oleh guru PAUD.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video yang berjudul "Etika, Nilai dan Moral" oleh Ramadani Putra dan Rhifando Abdillah.

Dari video tersebut didapat bahwa etika nilai dan moral itu saling berkaitan. Karena ketiganya bertujuan untuk mengarahkan manusia memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Etika sendiri memiliki arti sebuah cara manusia dalam memperlakukan sesama dan menjalani kehidupan sesuai dengan aturan yang berlaku. Seperti mengucap salam ketika masuk rumah, membuang sampah pada tempatnya, dan lainnya. Sedangkan nilai atau dapat disebut sebagai sistem keyakinan merupakan sesuatu yang bermakna, dijunjung tinggi dan menjiwai tindakan seseorang. Nilai dan norma terkadung dalam etika dan moral yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan. Nilai ini memiliki sifat dan jenis, diantaranya :
- Relatif, yakni nilai bergantung pada tempat dan waktu.
- Subjektif, yakni nilai akan berbeda-beda bagi tiap orang. Seperti bentuk norma yang berbeda pada tiap lingkungan masyarakat.

Dalam kehidupan, moral merupakan hal-hal yang menjadi pendorong dalam bertindak dengan baik sesuai dengan kewajiban atau keharusan. Serta moral dianggap sebagai tolak ukur atas benar atau tidaknya suatu tindakan yang dilakukan. Sehingga etika, nilai dan moral merupakan hal yang wajib dipelajari guna untuk dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, baik toleransi, menghargai maupun tanggung jawab atas suatu tindakan yang kita jalankan.