Posts made by Farida Juwita 2213053179

Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Hasil analisis video berjudul "Etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring"

Dari video di atas, disampaikan bahwa di era modernisasi dan globalisasi saat ini kita dapat dengan mudah mengakses hal apapun. Artinya, kita sebagai generasi muda harus dapat memilih antara yang baik dan yang buruk. Perilaku manusia saat ini dapat digambarkan melalui banyaknya permasalahan sosial yang saat ini kerap terjadi. Permasalahan sosial seperti pembunuhan, bullying, pelecahan seksual dan lain sebagainya dapat terjadi karena etika dan moral manusianya.

Maka, etika dan moral menjadi pedoman bagi kehidupan manusia dalam berbuat dan bertingkah laku. Dalam etika dan moral terdapat prinsip serta aturan hidup manusia. Dapat diwujudkan etika dan moral yang baik melalui pendidikan, pembiasaan dan keteladanan serta dukungan dari berbagai aspek. Pendidikan utama dan yang pertama adalah lingkungan keluarga. Penerapan nilai-nilai yang baik sangat menentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Etika dan moral dalam keluarga yang sering kita abaikan contohnya seperti tidak pamit dan mencium tangan kepada orang tua sebelum pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan dan lainnya.

Saat covid-19, pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah. Artinya pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Dalam pembelajaran daring pun harus sesuai dengan nilai dan norma. Seperti sopan santun, seperti mengucapkan salam, memperkenalkan diri, bertutut sopan kepada guru, tidak membolos pembelajaran online. Dalam pembelajaran online juga harus memiliki etika berkomunikasi dengan baik. Seperti memperhatikan tutur kata dan bahasa yang baik, mengucap salam, menggunakan nama dan akun asli, menampilkan foto asli di grup chat atau tampilkan wajah dalam pertemuan pembelajaran daring, serta lainnya.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Hasil analisis video 2 "Pendidikan Moral Anak Sekolah"

Dari video di atas, mula-mula diketahui ada seorang anak bernama Beni yang bersikap tidak sopan. Ia melakukan kegaduhan dengan melempar kertas saat pembelajaran berlansung. Akibatnya, suasana kelas tidak kondusif. Selain itu, Beni menabrak gurunya ketika berjalan namun pergi begitu saja setelahnya, tanpa menolong sang guru. Serta Beni mengajak teman-temannya untuk melakukan hal buruk seperti merokok dan minum alkohol. Ketiga perilaku di atas menunjukkan moral yang buruk. Akhirnya, sang guru sebagai pendidik memberi nasihat kepada Beni dan anak anak lainnya di kelas untuk tidak mengulangi hal buruk tersebut.
Dapat diartikan bahwa pendidik di sekolah memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan nilai moral yang baik pada siswa.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Hasil analisis video 1 dengan judul "Pentingnya Pendidikan Moral Untuk Anak Sekolah Dasar" oleh Karina Cahyani.

Dari video tersebut di dapat bahwa pendidikan moral merupakan proses atau upaya dalam menanamkan baik dan buruk suatu perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral memiliki tujuan yang penting terutama untuk anak Sekolah Dasar agar mereka dapat
memiliki sikap yang baik, berbudi pekerti yang luhur, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.

Penurunan mora pada anak dapat disebabkan oleh hal-hal seperti perundungan di sekolah dan kekerasan fisik dalam keluarga misalnya pertengkaran anak dengan saudara kandungnya. Dalam hal tersebut, peranan orangtua serta guru sangat penting dalam menumbuhkan kepribadian anak menjadi pribadi yang kokoh.

Pada moral anak terdapat penyelesaiannya agar tidak menyimpang dari tujuan. Penyelesaian dapat diatasi dengan orang tua yang berperan sebagai motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan, seperti memberikan nasihat pada anak. Pendidikan moral harus benar benar diajarkan untuk dapat membentuk manusia memiliki kepribadian yang baik.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal berjudul "Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja" oleh Fahrudin.

Didapat bahwa lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengajarkan terkait nilai dan moral kepada anak. Artinya, orang tua memegang peran utama dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya moral seorang anak dapat dilihat pendidikan dan bimbingan orang tuanya. Sebagai lingkungan pendidikan pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Pendidikan di lingkungan keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga itu sendiri.

Sejalan dengan semakin pesatnya arus globalisasi, banyak muncul kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh tidak baik pula pada kemapanan dan tatanan masyarakat. Sehingga amat penting proses pendidikan moral bagi anak-anak, khususnya dalam keluarga, hingga kelak remaja dapat memiliki moral yang baik dalam kehidupan bangsa ini.


Kemorosotan moral ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik titik
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda
9. Pengaruh westernisasi yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi

Dengan demikian, proses pengajaran nilai moral melalui pendidikan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kenakaln remaja. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan nilai moral bagi anak-anaknya, termasuk nilai dan moral dalam beragam. Sejak dini, perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah dengan Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak, menanamkan pendidikan moral, dan menciptakan suasana yang harmonis.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal berjudul "PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH" oleh Rukiyati.

Didapat bahwa sekolah berperan dalam mengajarkan pendidikan moral. Sekolah berfungsi dalam upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius. Nilai nilai moral penting utnuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga dapat terwujud generasi unggul. Pendidikan moral di sekolah perlu direncanakan dan haruslah bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya. Sebab pendidikan moral di sekolah tidak hanya terbatas pada guru semata. Namun seluruh subjek dalam sekolah dapat bekerja sama membangun moral siswa agar menjadi orang yang baik seperti; pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah. Karena sekolah merupakan tempat tempat yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Terkait pendidikan moral, peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum serta tanggung jawab sosial. Disinilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.
1. Pendidik
Di mana guru memiliki peran penting dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral untuk dapat membangun moral yang baik pada peserta didik. Kemudian materi, metode, dan evaluasi untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebab guru merupakan tokoh utama dalam membantu mewujudkan moral ini, sehingga seorang guru tentu perlu memiliki moral yang baik terlebih dahulu.

2. Materi
Selanjutnya, dalam perencanaan terdapat materi terkait pendidikan moral. Materi ini haruslah mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk dapat membentuk pribadi yang bermoral dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Pendidikan moral ini berkaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Di sekolah, moral terhadap diri sendiri yang dapat diajarkan kepada peserta didik seperti dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar atau bekerja, keuletan, disiplin waktu. Sedangkan pendidikan moral terhadap sesama dapat dibentuk dalam menjaga silaturahmi, toleransi, saling menolong dan menghargai. Pada alam semesta, pendidikan moral mengajarkan bahwa perlunya penguatan terhadap nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, serta mengajak untuk menggunakan kembali barang-barang bekas dengan tujuan untuk menjaga alam semesta. Serta pengajaran nilai moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang sesuai dengan sila pertama Pancasila.

3. Metode
Terdapat banyak metode yang dapat diterapkan, diantaranya :
a. Inkulkasi nilai. Dimulai dengan berupaya menanamkan nilai-nilai inti kepada peserta didik, seperti bertanggung jawab, toleransi, patriotisme dan belas kasih. Ini dilakukan dengan membangun literasi yang baik pada peserta didik.
b. Keteladanan. Ialah dengan menjadikan lingkungan kekuarga maupun masyarakat sebagi teladan dalam menanamkan nilai-nilai moral.
c. Klarifikasi nilai. Dengan metode ini, peserta didik diberikan pencerahan terkait moral yang baik untuk diterapkan. Sehingga metode ini dapat menjawab beberapa pertanyaan dan membangun sistem nilai mereka sendiri.
d. Metode fasilitasi nilai. Di sekolah, pendidik dan pihak sekolah menjadi fasilitator untuk peserta didik dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya. Contohnya, adanya fasilitias ibadah yang menanamkan nilai moral terhadap Sang Pencita, dan contoh lainnya.
e. Metode keterampilan nilai moral. Pembiasaan dapat menjadi sebuah langkah dalam mewujudkan keterampilan moral dalam diri peserta didik. Dengan mereka bertibdak kemudian menjadikannnya suatu komitmen, secara perlahan akan membentuk diri mereka menjadi baik.
4. Evaluasi
Dalam pendidikan moral, terdapat tiga ranah yang terdiri atas evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, serta evaluasi perilaku. Dengan evaluasi, diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan moral yang ditetapkan. Dalam mencapai tujuan ini, peserta didik perlu memiliki kemampuan bernalar dalam bertindak atas suatu hal tertutama yang berkaitan dengan nilai dan moral.

Dengan seluruh komponen ini, pendidikan nilai moral di sekolah diharapkan dapat berjalan efektif