Posts made by Farida Juwita 2213053179

Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis jurnal berjudul “Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Milenial” oleh Ahmad Yani Nasution dan Moh Jazuli.

Didapat bahwa sudah marak fenomena degradasi moral terjadi pada kalangan milenial. Terutama di era digital saat ini.
Fenomena kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang inilah yang disebut dengan degradasi moral. Fenomena yang marak terjadi seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja; seks bebas, konsumsi obat-obat terlarang, dan lainnya. Fenomena ini dapat terjadi akibat akses bebas dengan globalisasi dunia yang dimiliki oleh kalangan milenial. Kalangan milenial saat ini memiliki nteraksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Globalisasi yang tak ada batasan terhadap budaya kehidupan masyrakat Indonesia inilah yang sangat mempengaruhi terjadinya degradasi moral.

Atas maraknya fenomena ini, dilakukan pengarahan berupa kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor. Yang memiliki tujuan untuk mendorong pihak-pihak dalam pendidikan
mendukung program guna menjadikan para generasi muda memiliki bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Selain bagi kalangan muda, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas 3G

8 fungsi keluarga dalam proses penanaman dan penerapan nilai moral, diantaranya :

1. Fungsi Agama. Artinya, dalam keluarga terdapat nilai moral seperti keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, kasih sayang.
2. Fungsi sosial budaya. Dalam keluarga, nilai moral yang dapat diterapkan seperti gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan.
3. Fungsi cinta kasih. Nilai moral seperti empati atau peka terhadap suatu hal, keakraban, keadilan pemaaf, kesetiaan, pengorbanan suka menolong, dan bertanggung jawab. Nilai ini dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga.
4. Fungsi perlindungan. Nilai moral yang dapat diterapkan seperti pemaaf, tanggap, dan berusaha tabah.
5. Fungsi reproduksi. Artinya, dalam keluarga dapat menerapkan nilai moral yaitu bertanggung jawab termasuk pada kesehatan maupun keteguhan.
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan. Dalam keluarga, nilai moral yang dapat diterapkan seperti sikap percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.
7. Fungsi ekonomi. Yakni mengandung nilai moral seperti hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.
8. Fungsi peliharaan lingkungan. Dalam keluarga, dapat diterapkan nilai moral berupa kebersihan dan kedisiplinan.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video berjudul “Pendidikan Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat”.

Video di atas menunjukkan bahwa banyak contoh nilai dan moral yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat. Seperti :
- Saling menyapa sesama tetangga
- Bekerja bakti membersihkan lingkungan desa
- Membuang sampah pada tempatnya
- Bersedekah
- Berpartisipasi dalam kegiatan keagamaa- - Saling berbagi.
Seluruh kegiatan baik yang dilakukan dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Melakukan kegiatan positif sama dengan menaati norma yang ada pada lingkungan tersebut. Ini merupakan bentuk bagaimana nilai dan moral yang baik dapat diterapkan pada kehidupan masyarakat. Serta merupakan bukti nyata bahwa pendidikan nilai dan moral dapat diajarkan melalui lingkungan masyarakat bukan hanya lingkungan sekolah.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video berjudul “Pendidikan Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat”.

Video di atas menunjukkan bahwa banyak contoh nilai dan moral yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat. Seperti :
- Saling menyapa sesama tetangga
- Bekerja bakti membersihkan lingkungan desa
- Membuang sampah pada tempatnya
- Bersedekah
- Berpartisipasi dalam kegiatan keagamaa- - Saling berbagi.
Seluruh kegiatan baik yang dilakukan dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Melakukan kegiatan positif sama dengan menaati norma yang ada pada lingkungan tersebut. Ini merupakan bentuk bagaimana nilai dan moral yang baik dapat diterapkan pada kehidupan masyarakat. Serta merupakan bukti nyata bahwa pendidikan nilai dan moral dapat diajarkan melalui lingkungan masyarakat bukan hanya lingkungan sekolah.
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video berjudul “Wajib tahu! Ini 5 masalah terbesar remaja masa kini”.

Video di atas menunjukkan bahwa pada masa remaja cenderung banyak masalah yang muncul. Wajar sebetulnya sebab remaja adalah fase transisi menuju dewasa. Masalah terbesar yang sering muncul bagi remaja yakni :
1. Penampilan. Bagi remaja, penampilan menjadi hal yang membuatnya minder. Seperti berat badan ataupun jerawat yg muncul pada dirinya. Namun, penampilan bukanlah hal yang amat penting. Attitude lebih penting untuk diupgrade menjadi lebih baik.
2. Pendidikan. Saat ini, bagi remaja pendidikan merupakan tantangan yg sulit. Banyak yg akhirnya pasrah dengan hasil belajarnya, namun banyak pula yg berjuang selama prosesnya. Sebab pendidikn itu penting!
3. Persahabatan. Berbagai cara banyak remaja lakukan untuk dapat diterima di lingkungan pertemanannya. Seharusnya, berteman tidak perlu membeda-bedakan. Tapi perlu bijak juga dalam memilih teman dan bergaul sebab berpengaruh terhadap masa depan.
4. Percintaan. Masa remaja sering diwarnai kisah cinta. Jadikan jatuh cinta sebagai penyemangat bukan sebagai alasan untuk tidak perlu mementingkan aspek lainnya.
Percaya diri. Banyak remaja krisis percaya diri atau minder-an. Percaya diri merupakan ujung tombak yang harus dimiliki. Dengan percaya diri kita senantiasa mampu menghadapi masalah yg muncul.