གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Farida Juwita 2213053179

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 4

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G
Prodi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan

Analisis video 4 berjudul "Stand Up Comedy Arie Kriting: Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?"

Video tersebut menyatakan bahwa Pendidikan moral di Indonesia masih kurang kritis. Pendidikan ini dikemas dalam berbagai materi pelajaran. Seperti Pendidikan Moral Pancasila diganti menjadi PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), lalu pancasila dihilangkan dari nama mapel menjadi PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan. Berbagai metode ini diupayakan untuk dapat membentuk karakter generasi bangsa yang sesuai dengan nilai dan moral.

Salah satu topik yang selalu muncul dalam mapel tersebut adalah bagaimana peserta didik dapat menjadi sorang anak yang baik. Artinya, pendidikan moral di Indonesia seharusnya tidak hanya teori saja, melainkan perlu aksi nyata dalam menerapkan pendidikan nilai dan moral.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G
Prodi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan

Analisis video 2 berjudul "Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan moral"

Video tersebut menyatakan bahwa urgensi pendidikan berperan dalam nilai moral yang ada di masyarakat. Banyak fenomena kenakalan remaja terutama yang disebabkan oleh perkembangan iptek. Adanya pendidikan moral merupakan upaya dalam mengatasi fenomena tersebut. Selain itu, pendidikan moral diharapkan mampu membentuk karakter generasi bangsa untuk memiliki etika yang baik. Namun, pendidikan moral yang diberikan kepada seseorang juga bergantung pada lingkungan tempat ia tinggal.

Moral dianggap sebagai baik buruknya suatu perilaku. Krisisnya nilai dan moral yang saat ini disebabkan beberapa faktor.
Faktor-faktor yang menjadi penyebab sistem pendidikan moral, diantaranya:
1. Kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga
2. Adanya pengaruh dari globalisasi
3. Kurangnya peranan dari agama lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri
Artinya, moral yng baik dapat tercipta dalam lingkungan yang baik pula. Sehingga perlu adanya pembenahan atas kurang baiknya suatu lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap kehidupan.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G

Analisis video 1 berjudul "Refleksi Moral Hidup Dalam Kehidupan Manusia"

Dalam video tersebut, terdapat anak yang ringan tangan dalam menolong sesamanya. Bahkan menolong hewan sekalipun. Selain itu, ia juga taat dalam menjalankan ibadah. Perilaku-perilaku tersebut menunjukkan nilai dan moral tertanam dengan baik pada dirinya.

Sebagai warga negara, kita juga harus memiliki pemahaman terhadap nilai dan moral serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sama seperti anak tersebut. Hal hal kecil seperti tolong menolong, taat menjalankan ibadah, menghargai sesama merupakan cerminan diri kita bahwasanya nilai dan moral terealisasikan dengan baik.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 5

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 2G
Prodi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan

Analisis video 5 berjudul "Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan kampus"

Video tersebut menyatakan bahwa seorang mahasiswa harus berpegang teguh pada norma yang berlaku. Dalam pembentukan karakter mahasiswa, kampus menerapkan pendidikan Pancasila. Terkandung banyak nilai dan moral yang menjadi pedoman kehidupan dalam pendidikan Pancasila. Oleh karenanya, diharapkan mahasiswa dapat menyerap nilai moral melalui pendidikan Pancasila. Penyerapan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan merupakan upaya untuk mempersiapkan mahasiswa terlibat dan berpartisipasi aktif dalam politik yang ada di kehidupan bermasyarakat. Perlu pondasi yang kuat dalam membangun budaya kewarganegaraan atas beragamnya budaya dan masyarakat multikultural. Komitmen kewarganegaraan juga perlu didasarkan atas nilai-nilai Pancasila.

Banyaknya penyimpangan moral di lingkungan kampus seperti :
1. Vandalisme dan kekerasan,
2. Mencuri,
3. Mencontek,
4. Tidak hormat pada pejabat publik,
5. Kekejaman terhadap sesama teman seusianya atau bullying,
6. Menyerang keyakinan
7. Bicara kasar,
8. Pemerkosaan dan pelecehan seksual, perilaku merusak diri seperti narkoba.

Berdasarkan hal-hal tersebut, nilai Pancasila sangatlah perlu kita tanamkan sebagai mahasiswa. Nilai Pancasila yang dipelajari dan diterapkan akan membentuk karakter yang sesuai.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Farida Juwita 2213053179 གིས-
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 2G
Prodi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan

Analisis jurnal berjudul "Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral pada Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan Pendidikan Orang Tua" oleh Ilham Hudi.

Didapat bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Terutama dari pengetahuan moral yang dimilikinya. Baik itu pengetahuan dari linkungan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Mereka akan mencontoh keteladanan dari orangtua, masyarakat dan guru. Namun, kenyataannya saat ini bangsa Indonesia mengalami krisis keteladanan. Di mana perilaku negatif yang ditonton melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian siswa. Akibatnya, sangat sulit untuk dibendung budaya negatif tersebut khususnya oleh guru di sekolah.

Konsepsi moral yang dibahas disini merujuk pada konsep; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat. Konsepsi diatas lazim disebut dengan akhlak. Di mana terkait erat dalam konsepsi karakter pada Pendidikan Karakter di Indonesia. Pembentukan karakter bangsa dapat dilakukan melalui proses pengetahuan (knowing) tersebut yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk tindakan kebiasaan (habits). Pengetahuan moral terbagi menjadi 6, yakni :
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness) Merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang siswa untuk mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah untuk diputuskan.
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values). Memahami bagaimana menerapkan nilai moral dalam berbagai situasi.
3. Pengambilan Perspektif (Perspektive Taking). Merupakan kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain agar dapar menghormati orang dengan baik dan bertindak dengan adil terhadap mereka.
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning). Ketika hendak melakukan sesuatu siswa akan mempelajari mana yang termasuk sebagai nalar moral dan mana yang tidak.
5. Membuat Keputusan (Decision Making). Keterampilan dalam memikirkan langkah yang mungkin akan diambil seseorang saat menghadapi persoalan moral.
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge). Penting untuk memiliki kemampuan mengulas perilaku diri sendiri serta membangun pemahaman diri yang sadar terhadap kekuatan dan kelemahan karakter untuk dapat memperbaikinya.
 
Setelah moral knowing diperlukan moral action dalam realita kehidupan sehari-hari. Namun, pendidikan nilai moral atau karakter hanya sampai pada moral knowing, dimana sebatas hanya tahu atau memahami nilai-nilai atau moral tanpa melaksanakannya. Sehingga pendidikan orang tua dapat berperan penting disini. Dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, proses alih nilai berlansung secara lebih berkesinambungan sehingga interaksi berlansung lebih efektif dibandingkan yang terjadi di kelas. Proses alih nilai terjadi di mana pembinaan imtaq dan pembudayaan yang meliputi pembinaan terhadap keyakinan, sikap, budi pekerti, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa dikembangkan dengan pemahaman dan wawasan yang dimiliki. Di samping faktor pembiasaan dan peneladanan, pembinaan imtaq dan pembudayaan dalam keluarga juga akan lebih berhasil karena adanya penghayatan terhadap nilai-nilai agama yang melahirkan keyakinan, sikap, perilaku maupun akhlak.

Penulis juga menyampaikan bahwa penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri Kota Pekanbaru mendapatkan hasil yang baik. Bahwa berdasarkan pendidikan orangtua, pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru terbukti mempengaruhi Perilaku moral (moral action) siswa.