Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179
Kelas : 3G
Setelah mengamati video yang berjudul Apakah Itu Moral-The Trolley Problem, saya mendapat bahwa Trolley Problem dalam video ini merupakan teori filosof yang menawarkan pertanyaan terkait perspektif nilai dan moral seseorang.
Dalam permasalahan yang ditawarkan pertama, mengenai pengambilan keputusan terhadap hilangnya 5 nyawa atau hilangnya 1 nyawa. Tentu saya sendiri akan memilih 1 nyawa daripada 5 nyawa.
Sedangkan pada persoalan kedua terkait, memilih untuk mendorong 1 orang lain untuk menghentikan kereta atau membiarkan kereta melaju menabrak 5 orang di rel. Disini, saya akhirnya memilih untuk tidak melakukan apapun, karena menurut saya, itu diluar kendali saya. Jika mendorong 1 orang sama saja saya membuat diri saya terperangkap dalam kesalahan yang akan berlarut. Sehingga saya memutuskan untuk tidak melakukan apapun.
Namun, ternyata dalam kedua persoalan ini justru dapat membawa dilema terkait moralitas. Trolley Problem disini ternyata mengungkap bahwa dilema ini sering diadaptasikan dalam konteks perang maupun persoalan besar. Sehingga moralitas pun dipertanyakan karena justru menjadi alat sebagai penutup antara keegoisan atau sebagai pembenaran sebuah keputusan untuk mengorbankan banyak orang lain demi kepentingan yang lebih menguntungkan atau besar.
NPM : 2213053179
Kelas : 3G
Setelah mengamati video yang berjudul Apakah Itu Moral-The Trolley Problem, saya mendapat bahwa Trolley Problem dalam video ini merupakan teori filosof yang menawarkan pertanyaan terkait perspektif nilai dan moral seseorang.
Dalam permasalahan yang ditawarkan pertama, mengenai pengambilan keputusan terhadap hilangnya 5 nyawa atau hilangnya 1 nyawa. Tentu saya sendiri akan memilih 1 nyawa daripada 5 nyawa.
Sedangkan pada persoalan kedua terkait, memilih untuk mendorong 1 orang lain untuk menghentikan kereta atau membiarkan kereta melaju menabrak 5 orang di rel. Disini, saya akhirnya memilih untuk tidak melakukan apapun, karena menurut saya, itu diluar kendali saya. Jika mendorong 1 orang sama saja saya membuat diri saya terperangkap dalam kesalahan yang akan berlarut. Sehingga saya memutuskan untuk tidak melakukan apapun.
Namun, ternyata dalam kedua persoalan ini justru dapat membawa dilema terkait moralitas. Trolley Problem disini ternyata mengungkap bahwa dilema ini sering diadaptasikan dalam konteks perang maupun persoalan besar. Sehingga moralitas pun dipertanyakan karena justru menjadi alat sebagai penutup antara keegoisan atau sebagai pembenaran sebuah keputusan untuk mengorbankan banyak orang lain demi kepentingan yang lebih menguntungkan atau besar.