Posts made by Andika Purbaya 2213053169

Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis video 1

Setelah Melihat video tersebut saya menyimpulkan bahwasanya dalam video tersebut di jelaskan pengertian dan Hubungan atau kaitan antara etika, nilai dan moral.

Hubungan etika, nilai dan moral
Etika nilai dan moral saling berkaitan sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pengertian Etika, nilai dan moral
1. Etika
Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dengan menjalani hidup dan kehidupan yang baik sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.
Contohnya
1. mengucapkan salam ketika kita bertamu atau memasuki rumah.

Etika dan moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan atau berkaitan karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan dan berlaku dalam masyarakat.

2. Nilai
Nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga bisa disebut penghargaan penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat menyenangkan memuaskan menarik atau sebagai sistem keyakinan.

Sifat dan dan jenis nilai yaitu :
1. Bersifat relatif, artinya nilai tergantung oleh tempat dan waktu
2. Lebih bersifat subjektif, nilai berbeda-beda bagi setiap orang.

3. Moral
Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral adalah sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis Jurnal 2

Setelah saya membaca jurnal tersebut dapat saya pahami bahwasanya Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai untuk diterapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah semakin komplek dan perubahan disegala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. DiIiIlat dari segi materinya, pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena nilai-nilai fundamental yang dapat menentukan kaarah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk seluruh umat manusia telah di sampaikan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, melalui Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, Masih banyak kelemahan yang perlu diatasi.

Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan' watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat di integrasikan kedalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Khususnya mengenai pendidikan kewarganegaraan, didalamnya terdapat pemahaman dan penghargaan terhadap
sistem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan bekerja sam~ dan ketrampilan mengatasi konflik.

Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah perlu dilengkapi denagan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri. memiliki komitmen yang tinggi untuk
bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk melakukan tindakan bermoral. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat mengembangkan subjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual, pendekatan pendidikan nilai dan
moral yang masih bernuansa indoktrinasi perlu
diinovasi dengan pendekatan komprehensif yang meliputi : inculcating 'menanamkan niIai dan moralitas', modeling 'meneladakan 'nilai dan moralitas, facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development 'pengembangan ketrampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kebidupan sosial yang .
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis Jurnal 1

Setelah saya membaca jurnal tersebut saya menyimpulkan bahwa memang benar pendidik utama di sekolah adalah guru. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata. Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah. Lalu dalam tujuan pendidikan di amanatkan berdasarkan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu guru juga bertugas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik. Oleh karena itu guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Selanjutnya materi pendidikan moral, materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah,2010). Anak-anak yang hidup sekarang ini hidup di zaman modern akhir yang sangat jauh berbeda cara berpikir dan perilakunya dengan anak-anak di masa lalu. Indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah usang dan tidak sejalan dengan semangat modern tersebut. Maka, ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai. lalu melakukan evaluasi, evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan
nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Supaya tujuan pendidikan nilai yang berwujud perilaku yang diharapkan dapat tercapai, subjek didik harus sudah memiliki kemampuan berpikir/bernalar dalam permasalahan nilai/moral sampai dapat membuat keputusan secara mandiri dalam menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Dalam hal evaluasi afektif, Dupon (Darmiyati, 2009: 54) telah menemukan tahap-tahap perkembangan afektif
sebagai berikut:
a. Impersonal, egocentric: tidak jelas strukturnya.
b. Heteronomous: berstruktur unilateral, vertikal.
c. Antarpribadi: berstruktur horizontal, bilateral.
d. Psychological-personal: menjadi dasar keterlibatan orang lain atau komitmen pada sesuatu yang ideal.
e. Autonomous: didominasi oleh sifat otonomi.
f. Integritous: memiliki integritas, mampu mengontrol diri secara sadar.