གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Andika Purbaya 2213053169

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Andika Purbaya 2213053169 གིས-
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis jurnal :
Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Setelah membaca jurnal tersebut dapat saya analisis bahwasanya pada masa sekarang (abad 21) telah terjadi berbagai macam konflik. Mulai dari konflik kepentingan individu dan masyarakat, Bertitik tolak dari hal tersebut , pemikiran ini mencoba mencari kejelasan kembali tentang hakikat manusia dan masyarakatnya, agar kemudian bisa menilai kelayakan konflik antara individualisme dan kolektivisme di dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut filsafat moral (etika), masya -rakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antarindividu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual(individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan.

Arti filsafat
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata -kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono,2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan.

Arti Etika dan Moral
Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin“mos” atau “mores”, berarti costum, … “relating to principles of right and wrong in behavior ”.Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertibtingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi,moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik.Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.

Terdapat tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkansecara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individualbersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untukmencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensikehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiapindividu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya,mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistemkerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum.Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagiseluruh individu anggotanya.Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadisatu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi.Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkankreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan olehlapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yangberkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, merekabersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 3

Andika Purbaya 2213053169 གིས-
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis video 3

Setelah melihat video tersebut dapat saya analisis bahwasanya banyak sekali perbedaan perbedaan tingkat pendidikan antara Jepang dan Indonesia. Tentunya negara pasti punya kondisi berbeda mulai dari kebudayaan ekonomi, penduduk, sampai watak masyarakatnya pasti berbeda. Perbedaan ini mempengaruhi sistem pendidikan di tiap negara. Salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia ada negara Jepang.
Berikut perbedaan sistem pendidikan Jepang dan Indonesia
1. Kebersihan sejak dini
Indonesia itu merupakan salah satu negeri yang paling sering membuang sampah sembarangan. Sedangkan sekolah di Jepang tidak mempunyai petugas kebersihan. Hal ini disebabkan kurikulum Jepang mengharuskan semua siswa untuk membersihkan kelasnya sendiri. Hal ini disebabkan agar siswa bertanggung jawab dan peka terhadap kondisi lingkungan yang kotor.

2. akan bareng
Proses makan di Jepang dianggap penting, makanya pendidikan mengatur makanan di sana mulai dari makanan, menyiapkan dan cara makan. Mereka juga makan bersama-sama dan diikuti oleh para guru-guru. Hal ini dilakukan untuk membangun hubungan positif antara siswa dan eksposisi dengan guru.

3. Mata pelajaran sedikit
Beda dengan mata pelajaran di Indonesia yang lebih banyak mata pelajaran, hal ini berbeda dengan Jepang mata pelajaran pendidikan dasar di Jepang tergolong sedikit setiap mata pelajaran yang diajarkan tidak akan diulang lagi pada minggu selanjutnya.

4. pendidikan karakter
Pendidikan di Indonesia ditandai dengan berbagai ujian dari ujian tulis sampai ujian lisan neneknya akan dijadikan faktor untuk menaikkan kelas, sedangkan di Jepang berbeda pendidikan di Jepang tidak melibatkan Apa itu ujian di awal 3 tahun pendidikan dasar siswa mereka akan memfokuskan siswa untuk mengajarkan pendidikan karakter sopan santun sikap positif dan pendidikan karakter lainnya. Hal ini disebabkan karena perintah Jepang percaya kalau pendidikan karakter akan menjadi dasar yang baik untuk para siswa dan membantu meningkat pendidikan .

5. Minat baca
Di Indonesia sangat rendah di minat membaca Indonesia berada di urutan ke-60 negara soal minat baca, sedangkan Jepang di sana mereka membiasakan siswa untuk membaca sebelum memulai pembelajaran itulah mengapa Jepang memiliki minat baca yang tinggi.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> FORUM pertanyaan

Andika Purbaya 2213053169 གིས-
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169

Tanggapan saya mengenai perbedaan hard skill dan softskil. Hard skill adalah keterampilan yang bersifat konkret dan dapat diukur, seperti kemampuan dalam bahasa pemrograman, keahlian mengemudi, atau keterampilan matematika. Sementara itu, soft skill adalah keterampilan yang berkaitan dengan kepribadian dan interaksi sosial, seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja tim, dan empati. Hard skill dapat diajarkan dan diukur melalui ujian atau penilaian konkret, sedangkan soft skill lebih bersifat subjektif dan dapat diperoleh melalui pengalaman dan latihan interpersonal.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis jurnal 2

Setelah membaca jurnal tersebut saya ber analisis bahwasanya Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moralkeagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2)lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumahtangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat alat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktuluang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8)Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung. Proses pembinaan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah).
Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral,seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, danlain-lainnya.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 4

Andika Purbaya 2213053169 གིས-
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis video 4

Setelah melihat tayangan video tersebut saya ber analisis bahwasanya di zaman sekarang sosial media merupakan sumber informasi yang menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita ada informasi positif dan informasi negatif. Bagi generasi muda dituntut untuk mengikuti zaman, tapi di sisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kehidupan. Mengapa? karena kita generasi muda yang akan meneruskan bangsa ini maraknya kasus-kasus yang kita lihat di sosial media dan media televisi ini menggambarkan perilaku manusia saat ini dan juga menggambarkan perilaku generasi muda saat ini.

Permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, pembulian, kekerasan seksual, narkoba, penistaan agama, tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua ini merupakan kasus yang memprihatinkan. Ini berhubungan dengan etika dan moral, memang ketika membicarakan tentang etika dan moral merupakan hal yang klasik tetapi etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia. Secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu mose secara jamak yaitu mouse mouse yang artinya kebiasaan atau adat. Dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk salah maupun benar. Sedangkan etika menurut dokter menyatakan bahwasanya etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

Tiga persamaan etika dan moral
1. perbuatan tingkah laku
2. Sifat seseorang
3. Prinsip atau aturan hidup manusia.

Pengembangan etika dan moral perlunya adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah-sekolah merupakan aspek terpenting dalam menanamkan dan menerapkan pendidikan.