Kiriman dibuat oleh Andika Purbaya 2213053169

Nama : Andika Purbaya
NPM : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis video 4

Setelah mengamati video yang di berikan tentang "Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?", dapat di ketahui pada materi stand up comedy tentang menjadi anak baik melalui pendidikan moral . Dalam rangka menciptakan pendidikan moral yang efektif bagi anak-anak dan remaja, video tersebut menyoroti pentingnya menyampaikan pesan moral dengan pendekatan yang menyenangkan dan menghibur. Proses belajar yang menyenangkan dan relevan bagi anak-anak akan membantu mereka memahami nilai-nilai moral dengan lebih baik.

Selain itu, video tersebut menyoroti esensinya memadukan hiburan dengan nilai-nilai moral dalam pendidikan. Memahami bahwa pendidikan moral tidak harus kaku dan serius, tetapi dapat disampaikan dengan cara yang menghibur, membuka pintu untuk pemahaman yang lebih mendalam. Dengan menyatukan aspek hiburan dan moralitas, pendidikan semacam ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga berpotensi membentuk karakter generasi mendatang. Oleh karena itu, dalam mengembangkan pendidikan moral, penting untuk terus menjelajahi cara-cara kreatif dan menyenangkan agar pesan-pesan moral dapat meresap dan memberikan dampak positif yang lebih besar.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis jurnal

Hasil analisis :
Dari jurnal tersebut dapat di analisis bahwaa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh tim dosen agama Universitas Pamulang menunjukkan kesadaran terhadap perubahan sosial, terutama dalam konteks degradasi moral di era digital, khususnya di kalangan milenial. Sosialisasi dan implementasi teknologi menjadi solusi penting, dengan fokus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan MTs Insan Madani.

Pelatihan yang dilakukan oleh tim PKM mencakup tahap persiapan, survei awal, dan penyusunan bahan pelatihan. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman fenomena degradasi moral, solusi menghadapinya, serta metode dakwah yang tepat bagi kalangan milenial. Dalam sesi pelatihan, peserta terlihat antusias dengan banyaknya pertanyaan, menunjukkan ketertarikan pada isu-isu moral dan keagamaan.

Saran dari kegiatan ini melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tim dosen dan instansi terkait, untuk membantu generasi muda, terutama kalangan milenial, membangun bekal moral dan softskill yang baik. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan di setiap jenjang pendidikan sebagai upaya mengatasi degradasi moral di era digital.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

Hasil analisis :
Tinjauan konsep dasar moral menyoroti kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri dan merosotnya nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, serta perkembangan moralitas individu. Keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat dianggap langka, memberikan ruang bagi perilaku negatif di kalangan anak-anak dan remaja. Pendidikan karakter melalui kurikulum sekolah dianggap penting untuk memperkokoh jatidiri generasi muda.

Moral, etika, dan nilai memiliki konsep yang saling terkait, dengan moral merujuk pada nilai dianggap baik dan patut. Dalam pendidikan karakter, budi pekerti, nilai, norma, dan moral dinamakan akhlak. Karakter, menurut KBBI, mencakup sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang. Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan karakter bangsa pada peserta didik.

Enam pilar karakter, seperti penghormatan, tanggung jawab, dan keadilan, dianggap penting dalam mengukur watak dan prilaku manusia. Pengetahuan moral melibatkan kesadaran moral, pemahaman nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, pengambilan keputusan, dan pemahaman diri sendiri.

Pendidikan nilai diharapkan membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan terinformasi. Kesimpulannya, pendekatan serius diperlukan untuk memperkuat jatidiri generasi muda melalui pendidikan karakter dan nilai-nilai bangsa.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169
Analisis video 3

Hasil analisis video :
Setelah melihat video tersebut dapat kita amati bahwa masalah lingkungan dalam kajian etika dan moral menunjukkan bahwa kesadaran manusia terhadap lingkungan masih lemah. Terdapat kecenderungan untuk mengabaikan dampak negatif terhadap alam, mirip dengan perilaku seorang pecandu yang menyadari konsekuensinya setelah mengalami kerusakan. Kendala utamanya adalah kurangnya aturan yang tegas dan kesadaran moral yang kuat dalam perlakuan terhadap lingkungan. Dalam perspektif etika, perilaku manusia terhadap alam seringkali tidak bertanggung jawab karena kehilangan orientasi dalam memperlakukan alam dengan baik. Sementara itu, aspek moral menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas hidup, di mana perlakuan terhadap lingkungan memiliki dampak langsung.

Pentingnya kajian etika dan moral terlihat dalam berbagai aspek seperti penyusutan sumber daya alam, polusi, bisnis, dan konservasi. Penyusutan sumber daya alam yang tidak terkendali mengarah pada dampak lingkungan yang serius, termasuk perubahan iklim dan bencana alam. Selain itu, polusi dan ketidakseimbangan antara bisnis dan konservasi menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam konteks Indonesia, meskipun ada regulasi seperti Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992, masih terdapat kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Perlu adanya pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara bisnis dan konservasi sumber daya alam untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Krisis moral global yang dihadapi saat ini menunjukkan bahwa penanaman nilai moral harus dimulai sejak dini melalui pendidikan sepanjang usia. Kesimpulan ini menggarisbawahi perlunya perubahan paradigma dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab moral dan etika kita untuk memastikan kelangsungan hidup dan kesejahteraan generasi mendatang.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis video

Hasil analisis :
Dari video tersebut dapat di ketahui nilai moral Pancasila memegang peranan krusial dalam membentuk karakter mahasiswa di lingkungan kampus. Kehidupan kampus di Indonesia berfungsi sebagai fase awal pembentukan individu yang berakhlak dan berjiwa kritis. Setiap universitas berkomitmen untuk menanamkan kesadaran terhadap norma dan hukum sebagai upaya mencetak generasi muda yang berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan Pancasila menjadi pilar utama dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral, dengan harapan peserta didik dapat menyerap nilai-nilai Pancasila secara manusiawi dan alamiah, melibatkan pengalaman pribadi tanpa terbatas pada doktrinasi mata kuliah.

Meskipun upaya pendidikan Pancasila dilakukan, masih terdapat tantangan serius terkait masalah moral di lingkungan kampus. Perilaku tidak tepat, pelecehan seksual, dan kurangnya tanggung jawab sebagai warga negara merupakan ancaman yang perlu ditanggulangi. Bahkan, masalah tersebut menciptakan risiko serius, seperti ketidakamanan fisik bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penekanan pada nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting guna membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bermoral dan bertanggung jawab.

Penting untuk memahami bahwa keberhasilan pendidikan karakter dan nilai moral Pancasila bukan hanya tanggung jawab kampus, tetapi juga masyarakat secara luas. Perlu adanya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk pondasi kebajikan kewarganegaraan. Hanya dengan komitmen bersama, penghormatan terhadap perbedaan, dan penanaman nilai Pancasila, kita dapat membentuk generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga bermoral dan siap berkontribusi positif dalam membangun bangsa.