Posts made by Andika Purbaya 2213053169

Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 2G
Analisis jurnal

Identitas jurnal:
Nama jurnal: DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA
DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA
Penulis: Galih Puji Mulyono, dan Rizal Fatoni
Jenis jurnal: Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
Volume, Nomor, dan Halaman: Vol 7 No 2 Oktober 2019, hal 97-107

Pendahuluan :
Pada pendahuluan dijelaskan Pancasila sebagai alat
politik dalam menentukan arah kebijakan
dan distribusi suatu Negara, dengan hal ini Pancasila pada sila keempat yaitu
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan
perwakilan, dapat mempengaruhi aspek
kehidupan masyarakat terutama yang
ditujukan dalam hal pemilihan umum daerah
di Indonesia yang demokratis.
Pengertian pemilihan
umum secara luas yaitu “sebagai sarana
yang penting dalam kehidupan suatu Negara
yang menganut azas Demokrasi yang
memberi kesempatan berpartisipasi politik
bagi warga Negara untuk memilih wakilwakilnya yang akan menyuarakan dan
menyalurkan aspirasi mereka” (Nazir,
2017).
Kegiatan pemilihan umum ini telah
tertuang didalam Pancasila pada sila
keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam
permusyawaratan dan perwakilan, menurut
Yusdiyanto, (2016):
“Didalam sila keempat ini memiliki Nilai
dan Butir-Butir berpangkal dari Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab, Persatuan
Indonesia, dan menjiwai sila Keadilan
Sosial. Nilai filosofis adalah bahwa hakikat
Negara sebagai makhluk individu dan
makhluk sosial. Pengertian pemilihan
umum secara luas yaitu “sebagai sarana
yang penting dalam kehidupan suatu Negara
yang menganut azas Demokrasi yang Memberikan kesempatan untuk partisipasi politik.
Warga negara dapat memilih perwakilan mereka yang akan menyuarakan dan menyalurkan keinginan atau aspirasi mereka” (Nazir,2017). Kegiatan pemilihan umum ini terkandung dalam petunjuk pancasila Yang keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam
permusyawaratan dan perwakilan, menurut
Yusdiyanto, (2016):
“kandungan sila keempat ini memiliki Nilai
dan Butir-Butir berpangkal dari Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab, Persatuan
Indonesia, dan menjiwai sila Keadilan
Sosial. Nilai filosofis adalah esensi ini Negara sebagai individu makhluk sosial.

Hasil dan pembahasan :
Pancasila sebagai staatfundamental
norm dan ideologi bangsa menimbulkan
kesadaran bahwa pancasila mengandung
nilai-nilai yang menjadi landasan
fundamental dalam penyelengaraan negara.
Salah satu landasan pokok sebagai cerminan
penyelengaraan negara berupa pemilu
terdapat pada sila keempat dalam Pancasila
tersebut adalah nilai kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/ perwakilan. Oleh
karena itu, Nilai-Nilai dalam sila keempat
Pancasila merupakan bentuk dari
Demokrasi.
Pemilihan kepala daerah langsung
diadopsi di dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 1 Tahun 1957 tentang
Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. Pasal
23 Ayat (1) dinyatakan, ”Kepala Daerah
dipilih menurut aturan yang ditetapkan
dalam UndangUndang”. Penjelasanya
ditegaskan bahwa “Kepala Daerah haruslah
seorang yang dekat kepada dan dikenal oleh
masyarakat Daerah yang bersangkutan, dan
karena itu Kepala Daerah haruslah seorang
yang mendapat kepercayaan dari rakyat
tersebut, dan diserahi kekuasaan atas
kepercayaan tersebut.

Pemilihan umum kepala daerah
secara langsung
merupakan upaya
menciptakan pemerintahan yang demokratis,
salah satu harapan demi terwujudnya
demokrasi yaitu munculnya calon pemimpin daerah secara independen. Masyarakat
Indonesia secara luas memahami demokrasi
sebagai bentuk pemilihan secara langsung
untuk mengisi kekosongan jabatan
pemerintahan dan politik. Oleh karena itu
penerapan nilai demokrasi sila keempat
Pancasila digunakan untuk mengurangi
gesekan sosial yang terjadi akibat kampanye
oleh partai politik. Dengan jwa demokratis
maka masyarakat akan
menerima
pemerintah daerah yang terpilih.


Simpulan:
Pancasila sila keempat merupakan
perwujudan demokrasi di Indonesia,
demokrasi yang dinginkan adalah ikut
sertaan rakyat didalam menjalankan roda
pemerintahan. Melindungi demokrasi juga
melindungi sesuatu yang menyandang status
minoritas, minoritas dalam hal ini adalah
yang bertarung sesuai dengan amanat nilai demokrasi dalam sila
keempat Pancasila.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 2G

Analisis video

Menurut saya demokrasi itu memang berisik karena demokrasi memberikan hak-hak dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan. Demokrasi mendorong seseorang untuk berani berbicara menyampaikan aspirasinya kepada pemerintahan secara bebas. Karena demokrasi menjamin kebebasan individual. Banyak negara-negara besar di dunia menganut sistem pemerintahan demokrasi, bahkan negara yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi tidak mau apabila negara ini disebut dengan negara yang tidak demokratis. Hal ini membuktikan bahwa paham demokrasi sudah menjadi paham yang dianut oleh negara-negara di dunia. Selain karena demokrasi memfasilitasi silang pendapat, demokrasi juga menjamin kebebasan untuk pendapat. Dengan kebersihan itu Bagaimana sistem ini jadi pilihan banyak negara. Alasan utama negara yang sistem demokrasi yang baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan, mengurai konflik dan meningkatkan partisipasi publik dari segi penegakan HAM misalnya negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi.

Warga negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi. Kebebasan dan kemakmuran sebagai negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an, jumlah negara yang menganut sistem demokrasi meningkat pesat. Namun bukan berarti demokrasi adalah pemerintahan yang sempurna. Menurut analisis krisis demokrasi tahun 2019, nilai rata-rata indeks demokrasi di 165 negara turun dari 6,48 menjadi 5,44, nilai terburuk sejak tahun 2006. Ada beberapa alasan mengapa demokrasi melemah atau dilanda krisis , mulai dari rendah tingkat kepercayaan terhadap pemerintah dan kebijakan tertentu, hingga pengurangan jumlah anggota partai dan regulasi pemerintah yang dinilai tidak transparan.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 2G

Analisis video

Setelah saya melihat dan menyimak video tersebut saya menganalisis bahwasannya di dalam pendidikan kewarganegaraan itu ada dua bab yang penting kita pelajari, yang pertama adalah identitas nasional dan yang kedua adalah integrasi nasional. Nah identitas di sini tujuannya supaya kita mengetahui apa sih identitas kita sebagai bangsa Indonesia, yang kedua karena bangsa Indonesia ini terdiri dari banyak suku bangsa yang berbeda agama, budaya dan ras maka perlu adanya suatu upaya untuk mengintegrasikan menyatukan. Identitas nasional dan integrasi nasional di sini yang pertama adalah identitas nasional. Identitas nasional adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang di dalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku dan dan dihimpun dalam satu kesatuan, intinya adalah budaya sehingga konsepnya adalah bagaimana kita mengumpulkan sekumpulan dari budaya tersebut untuk menjadi satu seperti Indonesia, yang kedua hakikat identitas nasional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. Hakikatnya karena Pancasila di sini merupakan aktualisasi yang tercermin dalam penataan kehidupan kita dalam arti yang luas Pancasila.

Unsur identitas nasional unsur identitas nasional di sini ada yang pertama adalah suku bangsa Indonesia terdiri dari satu-satu suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. Kemudian berikutnya adalah agama agama ada berbagai macamnya ada Islam, protestan, Katolik dan aliran kepercayaan. Kemudian budaya juga seperti itu di Jawa barat saja sudah terbagi menjadi beberapa jenis budaya apalagi bahasa mencapai ratusan, nah ini adalah unsur identitas nasional. Berdasarkan struktur identitas nasional ada identitas instrumental dan identitas alamiah, identitas fundamental kita adalah Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi negara, yang kedua ada identitas instrumental, identitas instrumental adalah undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945. Itu ada bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia bendera Indonesia adalah merah putih lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila semboyan Indonesia adalah bhinneka tunggal Ika dan lagu kebangsaan Indonesia adalah Indonesia raya semuanya itu tertera dalam UUD 45. yang ketiga adalah identitas alamiah identitas alami serta pluralisme dan suku budaya bahasa agama dan kepercayaan, jadi identitas alamiah itu keberadaan alamiah Indonesia dalam bentuk kepulauan yang baik secara langsung suku, agama, budaya dan bahasa Indonesia. Identitas nasional kita kemudian yang berikutnya adalah integrasi nasional integrasi Nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda kenapa karena kita terdiri dari banyak variabilitas ini. Sehingga gimana caranya untuk disesuaikannya, jadi secara pengertian proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dari dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian. fungsi faktor pendorong yang pertama adalah sejarah kita punya sejarah sumpah pemuda, ya pada tahun 45 itu ada keinginan untuk menyatukan karena mengintegrasikan pemuda dari berbagai daerah kemudian adanya keinginan untuk bersatu.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 2G
Npm : 2213053169

Analisis Jurnal

INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Oleh: Agus Maladi Irianto

Setelah membaca isi dalam jurnal tersebut saya beranalisis bahwasanya pada awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai dengan bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia di antaranya adalah
penghormatan kepada Sang Saka Merah
Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya,
Bahasa Indonesia, dan seterusnya. Identitas ini merupakan representasi diri
seseorang atau masyarakat melihat dirinya
sendiri dan bagaimana orang lain melihat
mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bangsa Indonesia ini menjadi
sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional
yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran
nasional selanjutnya menjadi dasar dari
keyakinan adanya integrasi nasional yang
mampu memelihara dan mengembangkan
harga diri bangsa, harkat dan martabat
bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa
dari subordinasi (ketergantungan,
ketertundudukan, keterhinaan) terhadap
bangsa asing.

Bangsa kita Indonesia
dikaruniai alam yang elok dengan
iklim subtropis yang bersahabat
dan tanah yang subur. Ia adalah negara
dengan 17.504 pulau, 1.068 suku bangsa,
dan memiliki sedikitnya 665 bahasa daerah.
Indonesia juga kaya dengan spesies langka.
Baik flora maupun fauna. Ada mamalia,
kupu-kupu, reptil, burung, unggas, dan
amfibi yang berjumlah lebih dari 3.025
spesies. Tumbuhan yang hidup di Indonesia berjumlah sekitar 47.000 spesies atau setara
dengan 12 persen dari seluruh spesies
tumbuhan di dunia. Bahkan, dalam bidang
seni dan budaya terdapat sedikitnya 300 gaya
tari tradisional dari Sabang sampai
Merauke. Walaupun Indonesia dikarunia beragam suku, budaya, alam dll. Akan tetapi hal ini tidak selalu terhindar dari konflik dan pertentangan. Maka muncullah
faham sentrisme yang kemudian melahirkan
misalnya, etnosentrisme, religisentrisme,
politksentrisme, dan seterusnya. Sebagai
ilustrasi, dalam budaya Jawa misalnya
dikenal istilah “nanding sarira”
memperbandingkan diri. Inilah pangkal
munculnya kesombongan kolektif,
etnosentrisme. Etnosentrime merupakan
kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya

etniknya lebih unggul dibandingkan dengan
budaya etnik lain. Melihat sejumlah deskripsi yang
telah diuraikan pada pembahasan terdahulu
maka dapat dikatakan bahwa integrasi
nasional adalah jalan keluar untuk
menghadapi yang hingga saat ini masih
terus-menerus melanda Indonesia. Perlunya kesadaran masyarakat bangsa Indonesia bahwa pluralitas bangsa
Indonesia sudah menjadi sebuah
keniscayaan, jika masing-masing pelaku sadar semestinya tidak akan terjadi konflik.