Nama : Andika Purbaya
Kelas : 2G
Npm : 2213053169
Prodi : PGSD
Analisis soal
1. Hal positif yang dapat di ambil adalah seharusnya kita harus berfikir terbuka, lihat dari segi mana pun seperti sejarah dan bagaimana sikap untuk menyelesaikan konflik ini dengan baik. Disini kita belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat dan kesatuan serta persatuan negara yang utuh.
2. Menurut saya jika wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, bangsa Indonesia kemungkinan akan timbul disintergrasi bangsa. Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya disintegrasi bangsa, antara lain 1) Menurunnya sikap toleransi masyarakat. 2) Kesenjangan sosial sehingga menyebabkan iri hati antar kelompok. 3) Muncul ideologi baru selain Pancasila. 4) Ketidakpuasan masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya, dan lain sebagainya. Terdapat kasus disintegrasi bangsa yang pernah terjadi di Indonesia, contohnya seperti Pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965. Gerakan G30S/PKI merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia yang memiliki tujuan untuk merebut kekuasaan dan mencoba mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis.
3. Dalam upaya penyelesaian sengketa mengenai batas negara, perlu juga dilakukan beberapa pendekatan tergantung karakteristik wilayah diperbatasan tersebut. Artinya hal ini menegaskan bahwa perbatasan bukanlah hanya terkait masalah politik, melainkan juga terkait dengan sosial dan budaya. Pemerintah Indonesia ataupun Timor Leste harusnya bekerja sama untuk menciptakan perdamaian di perbatasan, jangan sampai ketika konflik tersebut mengalami eskalasi baru dua negara mulai bertindak. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi, seharusnya pemerintah cepat tanggap saat terjadi masalah ini agar masalah ini tidak menjadi masalah yang besar seperti yang sudah terjadi akhirnya Timor Leste memisahkan diri dari wilayah Indonesia. Disini Wawasan nusantara berfungsi sebagai sumber dalam melakukan kebijakan dan keputusan. Sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman kita untuk belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat.
Kelas : 2G
Npm : 2213053169
Prodi : PGSD
Analisis soal
1. Hal positif yang dapat di ambil adalah seharusnya kita harus berfikir terbuka, lihat dari segi mana pun seperti sejarah dan bagaimana sikap untuk menyelesaikan konflik ini dengan baik. Disini kita belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat dan kesatuan serta persatuan negara yang utuh.
2. Menurut saya jika wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, bangsa Indonesia kemungkinan akan timbul disintergrasi bangsa. Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya disintegrasi bangsa, antara lain 1) Menurunnya sikap toleransi masyarakat. 2) Kesenjangan sosial sehingga menyebabkan iri hati antar kelompok. 3) Muncul ideologi baru selain Pancasila. 4) Ketidakpuasan masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya, dan lain sebagainya. Terdapat kasus disintegrasi bangsa yang pernah terjadi di Indonesia, contohnya seperti Pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965. Gerakan G30S/PKI merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia yang memiliki tujuan untuk merebut kekuasaan dan mencoba mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis.
3. Dalam upaya penyelesaian sengketa mengenai batas negara, perlu juga dilakukan beberapa pendekatan tergantung karakteristik wilayah diperbatasan tersebut. Artinya hal ini menegaskan bahwa perbatasan bukanlah hanya terkait masalah politik, melainkan juga terkait dengan sosial dan budaya. Pemerintah Indonesia ataupun Timor Leste harusnya bekerja sama untuk menciptakan perdamaian di perbatasan, jangan sampai ketika konflik tersebut mengalami eskalasi baru dua negara mulai bertindak. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi, seharusnya pemerintah cepat tanggap saat terjadi masalah ini agar masalah ini tidak menjadi masalah yang besar seperti yang sudah terjadi akhirnya Timor Leste memisahkan diri dari wilayah Indonesia. Disini Wawasan nusantara berfungsi sebagai sumber dalam melakukan kebijakan dan keputusan. Sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman kita untuk belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat.