Npm : 2213053169
Kelas : 3G
Analisis video
Setelah saya melihat video tersebut saya beranalisis bahwa Silam foot mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai trolly problem. The trolley problem dapat membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, Apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari, apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih baik adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah pembenaran belaka.
Kita mungkin sering mendengarnya bahkan sepanjang hidup kita pelajaran moral seperti ini masuk sebagai sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar, maka tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, genocide diskriminasi minoritas, pengrusakan lingkungan, industrialisasi dan lain sebagainya. hanya dengan alasan demi perdamaian dunia, demi kepentingan umum, demi kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah atau karena 90% orang berpikir demikian tak mengapa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar dan semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral.
Mulai sekarang mari kita hapus tentang apa yang sudah kita yakini dari moralitas, apa yang telah kita pahami selama ini tentang moral justru sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu atau bahkan diri kita sendiri untuk menyakiti orang lain. Dari sinilah kita diberitahu bahwa moralitas memang terlalu sering jadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan bukan sebab pada akhirnya moralitas ternyata hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompok sendiri.