Kiriman dibuat oleh Andika Purbaya 2213053169

Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 3G

Analisis video

Setelah saya melihat video tersebut saya beranalisis bahwa Silam foot mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai trolly problem. The trolley problem dapat membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, Apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari, apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih baik adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah pembenaran belaka.

Kita mungkin sering mendengarnya bahkan sepanjang hidup kita pelajaran moral seperti ini masuk sebagai sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar, maka tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, genocide diskriminasi minoritas, pengrusakan lingkungan, industrialisasi dan lain sebagainya. hanya dengan alasan demi perdamaian dunia, demi kepentingan umum, demi kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah atau karena 90% orang berpikir demikian tak mengapa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar dan semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral.

Mulai sekarang mari kita hapus tentang apa yang sudah kita yakini dari moralitas, apa yang telah kita pahami selama ini tentang moral justru sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu atau bahkan diri kita sendiri untuk menyakiti orang lain. Dari sinilah kita diberitahu bahwa moralitas memang terlalu sering jadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan bukan sebab pada akhirnya moralitas ternyata hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompok sendiri.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis Jurnal 1

Setelah membaca jurnal tersebut dapat di simpulkan bahwasanya pada sosialisasi penerapan nilai moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah, yang dilakukan dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini. Seperti apa itu tujuan pendidikan moral Pancasila, Pendidikan Moral Pancasila bertujuan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, serta menjadi standar baik atau buruknya perbuatan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi muda rentan terhadap nilai moral pancasiala, ditambah dengan kemajuan IPTEK sehingga menimbulkan adanya korupsi. Pendidikan moral pancasila sangatlah penting, dengan adanya metode sosialisasi yang diterapkan bagi anak sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai moral pancasila yang ditanam sejak dini. Denganmenanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
Nama : Andika Purbaya

Kelas : 3G

Npm : 2213053169 

 Analisis Jurnal 2

 "MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA" 

Setelah membaca jurnal tersebut dapat di analisis bahwasanya sangat penting sekali untuk membina nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan remaja. Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anakanak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Pola pembinaan yang sistematis dan terarah dalam membangun interaksi sosial antar warga bangsa yang baik tersebut seyogyanya dibangun melalui lembaga pendidikan formal (SD,SMP, SLA, dan Perguruan Tinggi), dengan tidak mengesampingkan berbagai unsur keluarga, dan masyarakat, perlu bantu membantu dan bahu-membahu membangun bangsa ini. Untuk Pembinaan generasi muda(SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa lepas dari filsafat hidup atau pandangan hidup seseorang ,masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. Salah satu ilmu yang penting di terapkan kepada peserta didik untuk membentuk kepribadian nilai moral yang baik adalah pendidikan agama atau ilmu agama. Dengan landasan pendidikan agama yang dilakukan di keluarga, sekolah dan masyarakat dengan sebaik-baiknya, maka akan terbangun kepribadian peserta didik yang memiliki nilai-nilai moral yang termasuk dalam pancasila, dimana sila yang pertama adalah Sila Ketuhanan YME, yang menjadi dasar sila-sila yang lain. Hal ini dimaknai sebagai upaya membangun peserta didik dan warga bangsa yang selalu menjunjung tinggi, dan menerapkan dalam hidup sehari-hari pola perilaku yang sesuai dengan agama yang dianutnya, karena sebagai bangsa yang beragama tidak ada satupun ajaran agama yang menganjurkan kejahatan, kecuali ajaran agama tersebut dibelokkan oleh akal manusia untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, dan bukan untuk kesejahteraan umat manusia.

Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Analisis video

Setelah melihat video tersebut saya dapat menganlisis bahwasanya dalam video tersebut terdapat pelajaran mengenai pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua tahu bahwa lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Pada bagian tengah burung garuda terdapat perisai yang berisi lambang sila Pancasila. Pada Pancasila tersebut kita harus tahu pengamalan sila Pancasila. Pengamalan sila Pancasila artinya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

1. Sila Pertama
Sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa, dilambangkan dengan lambang bintang. Sila pertama mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain. Contoh pengamalan yaitu, berdoa sebelum dan sesudah makan dan menghormati agama orang lain.

2. Sila kedua
Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab sila kedua dilambangkan dengan gambar rantai, mengajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia. Berikut beberapa contoh pengamalan sila kedua yaitu, membantu korban bencana alam, membantu adik belajar kepada orang lain kesulitan dan bersikap sopan kepada orang tua

3. Sila ketiga
Sila ketiga berbunyi persatuan Indonesia sila ketiga dilambangkan dengan pohon beringin. Sila ketiga kita diajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia atau cinta tanah air. Contoh pengamalan sila ketiga mengikuti upacara bendera dengan tertib mencintai dan bangga menggunakan barang atau produk buatan Indonesia, bermain dengan teman, melestarikan budaya daerah dan berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama pula

4. Sila keempat
Sila keempat berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dilambangkan dengan kepala banteng. Sila keempat mengajak kita untuk musyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Beberapa contoh pengamalan sila keempat yaitu, menyampaikan pendapat hasil musyawarah dengan lambang negara saling menghargai pendapat musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

5. Sila kelima
sila kelima berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila kelima dilambangkan dengan padi dan kapas. Pada sila kelima kita diajak duduk bersikap adil terhadap sesama. contoh pengamalan sila kelima yaitu, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung, serta melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang.
Nama : Andika Purbaya
Kelas : 3G
Npm : 2213053169

Jawaban :

1. Pendidikan nilai dan moral sangat penting bagi siswa terutama sekolah dasar. Pendidikan moral
bertujuan pada pembentukan sikap dan perilaku seseorang agar dapat bertindak sesuai dengan
kaidah-kaidah moral yang berlaku di lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, adanya pendidikan
moral akan menentukan mudah tidaknya seseorang dapat diterima di dalam lingkungan
sosialnya. Hal ini mengingat bahwa dalam berinteraksi dengan orang lain tidak hanya menuntut
kecerdasan orang secara kognitif, akan tetapi diperlukan kecerdasan afektif dan psikomotor.
Kecerdasan afektif dapat dikembangkan melalui pendidikan moral.

Fungsi utama pendidikan nilai dan moral adalah
Pembentukan Karakter, pendidikan nilai dan moral membantu siswa memahami nilai-nilai dasar seperti integritas, empati, tanggung jawab, dan kejujuran. Ini membantu membentuk karakter yang baik. Membangun Kepribadian, tujuan utama adalah membantu siswa mengembangkan kepribadian yang baik, sehingga mereka dapat menjadi warga yang bertanggung jawab dalam masyarakat. Membantu dalam Pembelajaran, etika belajar dan perilaku yang baik adalah bagian penting dari pendidikan. Ini membantu siswa mencapai potensi akademik mereka dengan lebih baik. Dengan menerapkan pendidikan nilai dan moral di sekolah, tujuan utama adalah membantu siswa menjadi individu yang beretika, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai yang baik yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di lingkungan sosial atau sekolah.


2. Untuk mempelajari nilai dan moral yang ada di sekolah, keluarga, dan masyarakat, peserta didik dapat melakukan Hal-hal berikut seperti, berkomunikasi dengan Orang Tua dan Keluarga. Peserta didik dapat berbicara dengan orang tua dan anggota keluarga tentang nilai-nilai dan moral yang dijunjung tinggi di rumah. Diskusi ini dapat membantu mereka memahami perspektif keluarga terkait nilai-nilai tersebut. Mengikuti Pelajaran Etika dan Pendidikan Moral,Banyak sekolah menyediakan pelajaran etika atau pendidikan moral. Peserta didik dapat aktif mengikuti pelajaran ini dan bertanya kepada guru tentang nilai-nilai yang diajarkan.

Observasi dan Pembelajaran dari Masyarakat. Mengamati perilaku dan interaksi dalam masyarakat dapat membantu peserta didik memahami nilai dan moral yang ada di lingkungan sekitarnya. Mereka dapat mengambil contoh positif dari tokoh atau kelompok yang menerapkan nilai-nilai yang baik. Membaca Buku dan Artikel tentang Etika dan Moral. Membaca materi yang berkaitan dengan etika dan moral dapat membantu peserta didik memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai ini. Mereka dapat mencari buku, artikel, atau sumber-sumber lain yang relevan. Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial. Mengambil bagian dalam kegiatan sosial atau sukarela dapat membantu peserta didik mengaplikasikan nilai-nilai dan moral yang mereka pelajari dalam tindakan nyata.