Kiriman dibuat oleh Issa Virnama 2213053043

Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

"5 Masalah Terbesar Remaja Masa Kini"
Masa remaja adalah masa yang penuh warna tapi masa remaja juga adalah masa yang penuh gejola. Masa remaja adalah masa transisi dari kecil akan menjadi dewasa maka ada beberapa masalah diantaranya.
1. Masalah penampilan: Remaja seringkali merasa tidak puas dengan penampilan fisik mereka. Mereka mungkin merasa tidak percaya diri tentang berat badan, bentuk tubuh, jerawat, atau penampilan keseluruhan. Hal ini dapat menyebabkan stres, rendah diri, dan mungkin mengembangkan masalah kepercayaan diri.
2. Masalah pendidikan: Remaja sering menghadapi tekanan akademik yang tinggi, termasuk tuntutan untuk mendapatkan nilai tinggi, memilih jurusan, dan persiapan ujian. Mereka juga harus menavigasi tuntutan sosial dan menyeimbangkan aktivitasnya di luar sekolah. Beban ini dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan mungkin menurunkan motivasi belajar.
3. Masalah persahabatan: Remaja mungkin menghadapi konflik atau kegagalan dalam hubungan pertemanan mereka. Mereka mungkin merasa kesepian, diasingkan, atau tertekan oleh tekanan sosial untuk mempertahankan hubungan yang tidak sehat. Ketidakstabilan dalam hubungan pertemanan dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional remaja dan mengganggu perkembangan sosial mereka.
4. Masalah percintaan: Remaja seringkali mengalami tekanan dalam hal hubungan percintaan. Mereka mungkin menghadapi tekanan untuk memiliki pasangan, menjalani hubungan yang tidak sehat, atau mengalami perpisahan yang menyakitkan. Masalah percintaan ini dapat mempengaruhi emosi mereka, mengganggu konsentrasi belajar, dan berdampak negatif pada hubungan sosial mereka.
5. Masalah percaya diri: Remaja seringkali mengalami perubahan yang signifikan dalam identitas dan peran mereka saat mereka tumbuh dewasa. Mereka mungkin merasa tidak yakin tentang siapa mereka dan apa yang mereka ingin capai dalam hidup. Kurangnya kepercayaan diri dapat menghambat kemajuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk dalam hubungan, pendidikan, dan aspirasi karir.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

"Nilai Moral Dilingkungan Masyarakat"
Contoh nilai moral yang baik dilingkungan masyarakat
1. Tolong menolong (saling menolong orang yang membutuhkan bantuan)
2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik (saling menyapa orang yang dikenal jika bertemu)
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Bertegur sapa
5. Mengikuti pelajaran dengan tentram
Contoh nilai moral yang tidak baik dilingkungan masyarakat
1. Mencuri
2. Membuang sampah sembarangan
3. Memandang rendah orang lain
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi
5. Membuang sampah di sungai
6. Berkelahi dengan teman dan tidak melarai teman yang berkelahi
Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memiliki makna (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

"Problematik Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.

Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan.
Tujuan utama era reformasi di Indonesia adalah penegakan hukum dan keadilan. Namun pada kenyataannya hal itu masih belum berjalan maksimal, kurangnya etika masyarakat di zaman modern ini membuat Indonesia kehilangan banyak penerus yang bermoral dikarenakan tidak adanya upaya pemerintah atau penegak hukum untuk menangani masalah ini. Hukum Indonesia hertujuan untuk menghendaki adanya hubungan harmonis dan serasi antara pemerintah dan masyarakatnya dengan memprioritaskan kerukunan yang terkandung dalam pancasila.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa.
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral.
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat.
3. Membatasi teknologi yang ada.
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah.
2. Seminar tentang kesadaran hukum.
3. Menegakkan HAM dimasyarakat.
4. Pemerintah harus bertindak.

Setelah dikaji lebih dalam mengenai etika dan moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal yang sepele jika dilihat lebih serius untuk membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Dalam Webster's New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari bahasa Latin "mos" atau "mores", berarti costum, "relating to principles of right and wrong in behavior". Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan "moralitas" (Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu "tata tertib tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat". Jadi, moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik. Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, "ethos", juga berarti kebiasaan atau watak.
Menurut Franz Magnis Suseno (1991), "ajaran moral memuat pandangan-pandangan nilai- nilai dan norma-norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Norma moral adalah aturan tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia". Sedangkan mengenai etika, ditandaskan bahwa "etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral". Lebih lanjut, ditekankan bahwa "etika mempersoalkan tentang mengapa kita harus mengikuti moralitas tertentu, bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung-jawab berhadapan dengan pelbagai moralitas". de Vos (1987), mengatakan bahwa "etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan dan moral. Sedangkan moral adalah hal-hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan- tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma".
Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Misalnya, "korupsi" adalah perilaku tidak bermoral, tetapi tidak membayar pajak" (karena alasan tertentu) adalah perilaku tidak etis. Tetapi, keduanya tetap mempersoalkan masalah yang sama, yaitu perilaku. Kemudian, dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan, berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan. Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujua n bersama. Jadi tidak perlu terjadi benturan konflik.

Sejak lahir, manusia menyandang sifat labil. Meski di dalam sifat labil terkandu ng potensi dinamis, tetapi jika tidak mendapat binaan secara tepat justru bisa merusak kehidupan. Di balik ke-labil-an itu terlihat jelas bahwa pendidikan menjadi tuntutan kodrat manusia. Manusia siapapun, di manapun berada, sampai kapanpun wajib berpendidikan di dalam menghadapi setiap peri-kehidupannya. Dari sisi pendidikan, dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik -mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Di balik fakta itu, ada keberagaman potensi individual. Seseorang yang lebih menguasai bidang tertentu, wajib mendidik yang lain dan sebaliknya ia harus siap untuk mendapat didikan orang lain yang lebih menguasi bidang: yang berbeda.

Jadi nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut dorongan moral (hati nurani individual) dan nilai-nilai etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan belajar suatu kemajuan dapat diraih. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara etis bertanggung jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Korupsi tidak hanya dilakukan oleh orang-orang besar bahkan anak sekolah pun bisa melakukannya, terkadang hal kecil yang kita lakukan tanpa kita sadari kita melakukan korupsi. Seperti divideo ini seorang siswa melakukan korupsi dengan berbohong kepada temannya.
Tapi diakhir video tersebut siswa yang bersalah mengakui kesalahannya.