Posts made by Okvi Nurbaeti 2213053296

Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Angeline Riesma dari Universitas Katolik Soegijapranata membuat sebuah video berjudul "Refleksi Moral Hidup dalam Kehidupan Manusia" dengan tujuan memberikan wawasan pengetahuan etika dalam hidup manusia dan menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai hidup serta perlunya menghormati kehidupan manusia pada setiap fase penting.

Dalam video yang telah disajikan, Angeline menampilkan contoh kebaikan yang dilakukan oleh seseorang tanpa mengharapkan imbalan. Seseorang ini membantu tanaman, memberi makan anjing dengan sumber daya terbatas, memberi donasi untuk pendidikan anak pengemis, dan memberi buah-buahan kepada tetangga tanpa mencari pengakuan atau imbalan. Semua tindakan dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih.
Angeline menyampaikan bahwa dari semua perbuatan baik tersebut, yang diperoleh oleh orang tersebut adalah emosi positif, seperti kebahagiaan melihat kebahagiaan orang lain, rasa cinta, pemahaman yang lebih dalam, dan rasa syukur. Meskipun tidak mendapatkan keuntungan materi atau popularitas, orang tersebut menemukan kebahagiaan melalui perbuatan baiknya.

Kesimpulan dari video yang disajikan yaitu, Angeline menekankan pentingnya memberikan kebaikan kepada orang lain sebagai sumber kebahagiaan dalam hidup kita. Dia mengajak untuk menanamkan sikap baik, menolong sesama, bersyukur, berbuat baik, mengasihi sesama, menghindari memberikan dampak buruk kepada sesama, dan hidup sesuai dengan ajaran yang dianut.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Mengenai penanaman nilai dan moral dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ini sangatlah berperan penting bagi tumbuh kembang anak yang memiliki sikab moral yang baik.

* Dilingkungan Keluarga
Cara menenamkannya:
- Memberikan pemahaman sikap sikap baik pada anak.
- Orang tua memberikan contoh yang positif untuk anak-anak.
- Menerapkan aturan dan konsekuensi yang terkait dengan perilaku moral.

Hambatan:
- Kesibukan orang tua dapat menjadi hambatan karena kurangnya waktu untuk interaksi.
- Orangtua yang mempunyai masalah pribadi
- Kurangnya pengetahuan atau pemahaman orang tua tentang bagaimana menanamkan nilai moral.

Strategi Efektif:
- Menciptakan rutinitas keluarga yang melibatkan waktu berinteraksi.
- Berkomunikasi secara terbuka antar anggota keluarga untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.
- Melibatkan anak dalam keputusan dan tanggung jawab keluarga.

* Dilingkungan Sekolah
Cara Menanamkan:
- Mengintegrasikan pendidikan moral ke dalam kurikulum.
- Melakukan pembelajaran yang diawali dan diisi oleh kegiatan yang baik contohnya salam sebelum masuk kelas, berdoa, ice breaking yang berkaitan dengan moral dll.

Hambatan:
- Terbatasnya waktu dalam kurikulum yang padat.
- Tidak adanya dukungan atau pelatihan untuk guru dalam mengelola pendidikan moral.
- Tantangan dalam menyesuaikan nilai sekolah dengan nilai di rumah.

Strategi Efektif:
- Kerja sama dengan orang tua untuk memperkuat pesan moral di rumah dan di sekolah.
- Menanamkan etika dan moral melalui kisah, studi kasus, dan permainan peran.

* Dilingkungan Masyarakat
Cara Menanamkan:
- Mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan sukarela.
- Menyediakan model peran masyarakat yang positif.
- Membangun lingkungan yang mendukung perkembangan moral.

Hambatan:
- Ketidakstabilan sosial atau ketidaksetaraan dapat menjadi penghambat nilai.
- Pengaruh negatif dari media dan teman sebaya.
- Tidak adanya inisiatif masyarakat untuk mendukung pendidikan moral.

Strategi Efektif:
- Menyelenggarakan kegiatan sosial dan seminar untuk masyarakat.
- Melibatkan organisasi masyarakat dalam mendukung pendidikan moral.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Penulis: Ilham Hudi
Judul: PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Tahun: 2017

Abstrak:
Abstrak dengan jelas menyajikan tujuan penelitian, yaitu untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan moral dan perilaku moral siswa SMP Negeri di Kota Pekanbaru dengan mempertimbangkan pendidikan orang tua. Abstrak Memberikan gambaran metode analisis data yang digunakan, melibatkan analisis deskriptif (rata-rata dan simpangan baku) dan analisis inferensi (regresi) dengan menggunakan program SPSS18. Namun, Abstrak tidak menyajikan informasi tentang keterbatasan penelitian. Informasi ini dapat membantu pembaca memahami batasan dan relevansi temuan penelitian.

Pendahuluan:
Pada pendahuluan ini sudah sangat terinci mulai dari Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral, Konsep dasar karakter, Pengetahuan Moral (Moral Knowing, Perilaku Moral (Moral Action), dan Pendidikan Orang Tua. Hal ini memudahkan pembaca untuk lebih mengerti karena dirinci satu persatu.

Metode Penelitian:
Metode penelitian juga sudah sangat lengkap dan terperinci mulai dari Tempat, Populasi dan Sampel, Prosedur Pengumpulan Data, Prosedur Analisis Data, Statistik Deskriptif, Statistik Inferensi. Sehingga memudahkan untuk pembaca mengerti.

Hasil Pembahasan:
Jurnal ini memakai 2 tabel sebagai rincian dari hasil dan pembahasan penelitian ini. Sehingga membuat pembaca mudah memahami.

Penutup:
Kesimpulan utama dari penelitian adalah bahwa pengetahuan moral siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru memiliki pengaruh terhadap perilaku moral siswa. Kesimpulan memberikan implikasi tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan moral anak-anak mereka. Namun, Kesimpulan tidak mencantumkan informasi tentang keterbatasan penelitian, yang dapat memberikan gambaran lebih lengkap kepada pembaca tentang batasan dan generalisabilitas temuan.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Penulis : Ahmad Yani Nasution dan Moh Jazuli
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang
Judul: MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIAL

Abstrak:
- Abstrak ini membahas peran penting kalangan millenial dalam menentukan masa depan suatu bangsa,
- Fokus pada perhatian terhadap kualitas pemuda sebagai faktor kunci pembentukan Indonesia yang lebih baik.
- Menyebutkan fenomena semakin menjauhnya agama dari kehidupan bermasyarakat, terkait dengan perkembangan teknologi digital.
- Memberi perhatian khusus pada dampak perkembangan tersebut terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan MTs Insan Madani.

Pendahuluan:
- Mengungkapkan topik Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang difokuskan pada "Problem Pengembangan Moral Remaja dalam Perspektif Pendidikan Islam".
- Menyatakan bahwa tujuan PKM adalah memberikan pemahaman dan upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital.
- Menyebutkan manfaat PKM, khususnya pemahaman dan motivasi untuk menangkal degradasi moral di era digital.

Metode Pelaksanaan Kegiatan
- Menggunakan metode pelatihan dengan dua pendekatan utama: presentasi dan diskusi.
- Presentasi digunakan untuk mentransmisikan informasi secara formal, sementara diskusi digunakan untuk interaksi dua arah antara pemateri dan peserta.
- Pelatihan dilakukan dengan cara memberikan presentasi terlebih dahulu.
- Diskusi kemudian diadakan sebagai bentuk interaksi langsung antara pemateri (dosen agama Islam Universitas Pamulang) dan peserta (siswa-siswi Mts Insan Madani).
- Penggunaan teknik ini dapat mendukung pemahaman peserta melalui penyampaian informasi dan interaksi langsung.


Hasil dan Pembahasan
- Penjelasan mengenai tahap persiapan memberikan gambaran bahwa kegiatan PKM ini tidak hanya berfokus pada saat pelaksanaan, tetapi juga melibatkan tahapan persiapan yang matang.
- Survei awal dan wawancara dengan kepala sekolah mencerminkan upaya untuk memahami konteks dan kebutuhan di Mts Insan Madani.
Pemateri dan Moderator:
- Adanya moderator untuk masing-masing pemateri dapat membantu mengarahkan diskusi dan menjaga kelancaran sesi pelatihan.
- Pertanyaan aktif dari peserta menunjukkan ketertarikan dan keinginan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
- Pemateri memberikan jawaban yang terkait dengan konteks Indonesia dan nilai-nilai Islam, menunjukkan pendekatan lokal dan agama dalam menjawab pertanyaan.
- Pembahasan mengenai metode dakwah yang tepat bagi kalangan millenial memberikan solusi konkret terkait permasalahan degradasi moral. Pemateri memberikan penekanan pada peningkatan keimanan, ibadah, dan pemahaman cara bermedia sosial yang baik.
- Penyebutan kegiatan seru dan games menunjukkan adanya aspek interaktif dan kreatif dalam pelaksanaan PKM. Penggunaan pendekatan ini dapat meningkatkan keterlibatan peserta dan memperkuat pemahaman melalui pengalaman langsung.

Kesimpulan dan Saran:
- Kesimpulan menyatakan bahwa kegiatan PKM telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan rencana.
- Memberikan gambaran positif terkait pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
- Menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk tim dosen dan berbagai stakeholders, dalam mendukung program penanggulangan degradasi moral.
- Menekankan pentingnya memberikan bekal moral kepada generasi muda, termasuk pemuda, agar dapat menghadapi tantangan di era digital.
- Merinci bahwa siswa perlu dibimbing tidak hanya dalam aspek akademis tetapi juga dalam pengembangan softskill dan pencarian jati diri.
- Menyarankan agar tim dosen dan pihak lainnya terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang bertujuan memberikan bekal moral kepada generasi muda.
- Mengharapkan bahwa keberhasilan PKM ini dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk terus mendukung dan melaksanakan kegiatan serupa dalam upaya menangkal degradasi moral.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Fungsi keluarga dalam menanamkan moral kepada anak-anak di rumah sangat penting dan berperan besar dalam pembentukan karakter mereka. Berikut adalah pendapat saya mengenai cara delapan fungsi keluarga dalam menanamkan moral kepada anak:

1. Memberikan Contoh Positif:
Keluarga berperan sebagai model utama dalam menunjukkan contoh perilaku moral. Dimulai dari hal-hal kecil harus sudah diajarkan sejak dini agar dapat melekat bagi anak.

2. Memberikan Pendidikan Moral dan pentingnya memiliki moral:
Keluarga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan moral kepada anak-anak, menjelaskan nilai-nilai yang dianggap penting. Keluarga harus menjelaskan perilaku yang baik dan konsekuensinya melakukan sebuah perbuatan, sehingga pada perbuatan buruk anak akan segan melakukan karena itu memiliki konsekuensi yang buruk pula.

3. Memberikan Dukungan Emosional:
Suasana kasih sayang dan dukungan emosional di dalam keluarga membantu anak-anak dalam mengembangkan kepercayaan diri dan empati, yang merupakan aspek penting dalam pembentukan moral. Keluarga harus mencukupi kebutuhan emosional anak, karena jika tidak itu akan membuat kondisi emosional anak tidak seimbang.

4. Memberikan Batasan dan Konsekuensi:
Menetapkan batasan dan konsekuensi yang jelas membantu anak-anak memahami konsep tanggung jawab dan akibat dari tindakan mereka. Ini membantu membentuk pemahaman mereka tentang norma-norma moral. sehingga anak cenderung akan melakukan perbuatan baik.

5. Mendorong Tanggung Jawab:
Keluarga dapat mendorong tanggung jawab dengan memberikan tugas-tugas rumah tangga atau tugas-tugas sekolah, mengajarkan anak-anak tentang kewajiban dan tanggung jawab mereka terhadap diri sendiri dan anggota keluarga lainnya.

6. Mengajarkan Empati dan Toleransi:
Komunikasi terbuka di dalam keluarga membantu mengajarkan anak-anak tentang pentingnya empati dan toleransi terhadap perbedaan, baik dalam hal agama, budaya, atau pandangan hidup.

7. Memberikan Keamanan dan Stabilitas:
Suasana keluarga yang aman dan stabil menciptakan fondasi yang kuat bagi perkembangan moral anak-anak. Anak-anak yang merasa aman cenderung lebih mudah mengembangkan nilai-nilai moral.

8. Mendorong Keterlibatan Sosial:
Mengajak anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan sosial atau amal membantu mereka memahami arti pentingnya berkontribusi pada masyarakat dan membentuk rasa tanggung jawab sosial.

Dengan memperhatikan dan melibatkan diri dalam fungsi-fungsi tersebut, keluarga dapat memberikan kontribusi yang baik dalam membimbing anak-anak menuju perkembangan moral yang positif.