Nama : Ayu Septiana
NPM : 2213053205
Kelas : 2C
Pretest video.
Demokrasi itu Gaduh, tapi kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara
Demokrasi memfasilitasi silang pendapat, demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Alasan utama demokrasi dipilih di beberapa negara yaitu karena sistem demokrasi yang baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif. Mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Misalnya dari segi penegakan HAM, misalnya. Negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga di negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.
Pasca perang dingin banyak negara ingin kebebasan dan kemakmuran, seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Para kritikus kerap mempertanyakan soal "apakah memberi hak pilih kepada warga atas persoalan yg mereka tidak kuasai adalah hal yang tepat?". Hal itu relevan ketika demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin populis yang anti-sains, juga para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Kini beberapa analisis meningkat mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44. Itu menjadi skor yang buruk sejak 2006. Ada beberapa alasan yang mengemukakan menggunakan demokrasi dilanda krisis. Mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus. Menurut jumlah keanggotaan partai politik hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
NPM : 2213053205
Kelas : 2C
Pretest video.
Demokrasi itu Gaduh, tapi kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara
Demokrasi memfasilitasi silang pendapat, demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Alasan utama demokrasi dipilih di beberapa negara yaitu karena sistem demokrasi yang baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif. Mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Misalnya dari segi penegakan HAM, misalnya. Negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga di negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.
Pasca perang dingin banyak negara ingin kebebasan dan kemakmuran, seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Para kritikus kerap mempertanyakan soal "apakah memberi hak pilih kepada warga atas persoalan yg mereka tidak kuasai adalah hal yang tepat?". Hal itu relevan ketika demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin populis yang anti-sains, juga para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Kini beberapa analisis meningkat mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44. Itu menjadi skor yang buruk sejak 2006. Ada beberapa alasan yang mengemukakan menggunakan demokrasi dilanda krisis. Mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus. Menurut jumlah keanggotaan partai politik hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.