Posts made by Nisa Az Zukhrufi

Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Video 2
Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini

Instrumen penilaian : alat untuk mengumpulkan data sebagi bahan pengolahan informasi untu mengukur capaian hasil belajar peserta didik.

Manfaat penilain :
1. Anak : memelihara bertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai minat, mendapat dukungan.
2. Orang tua : memperoleh informasi pertumbuhan, perkembangan dan minat anak, memberi sitimulus, memberi keputusan dan dukungan untuk kebutuhan anak.
3. Guru : untuk mengetahui perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak. mendapat informasi awal tentang hambatan tumbuh kembang anak.

Prinsip-prinsip penilain :
1. Mendidik
2. Berkesinambungan
3. Objektif
4. Akuntabel
5. Transparan
6. Sistematis
7. Menyeluruh
8. Bermakna

Teknik dan lingkup penilaian :
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dijadikan pedoman penilain perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubik dan/atau instrumental penilaian hasil perkembangan anak.

Mekanisme penilaian :
1. Menyusun teknik instrumen penilain, serta menetapkan indikator pencapaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai tahap, teknik, dan instrumen penilaian
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan
4. Melaporkan capaian perkembangan anak kepada orang tua.

Teknik penilaian :
1. BB (belum berkembang)
2. MB (mulai berkembang)
3. BSH (berkembang sesuai harapan)
4. BSB (berkembang sangat baik)

Bentuk penilaian :
1. Penilaian harian
2. Penilaian mingguan
3. Penilaian bulanan
4. Penilaian semester
5. Portofolio anak
6. Dokumen lain yang diperlukan
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis jurnal 2

Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Pembahasan :

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang yang terdiri dari para dosen agama Universitas Pamulang untuk menjawab fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial.

Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM). Tujuan dari PKM adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

Degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut KBBI. Jika diinterpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang.
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Jurnal 1

Nama jurnal : jurnal pedagodik
Nomor : 01
Volume : 5
Halaman : 69 - 81
Tahun terbit : 2018
Nama penulis : Ulil Hidayah
Judul : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

Pembahasan :

• Tujuan Pendidikan Nasional

Peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik.

• Tantangan Materi Pelajaran di Sekolah

Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertayakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

• Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi PAI dan PKn di Sekolah

Pada tahap persiapan yang telah tersusun dalam perangkat pembelajaran SKL (Standard Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu melalui Permendikbud No. 54 Tahun 2013, kemudian menjadi turunan standar isi, kompetensi inti dan materi.

Sedangkan pada tahap pelaksanaan pembelajaran, pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Dalam hal ini dipaparkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran PAI dan PKn di sekolah sudah menekankan pada kegiatan active learning, di mana peserta didik dapat mengeksplor wawasan dan pengetahuannya sendiri melalui sumber beajar yang tidak terbatas.

Tahap evaluasi merupakan salah satu komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting, dimana tolak ukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran dapat diketahui melalui evaluasi penilaian. Evaluasi meliputi semua aspek penilaian pembelajaran pada ranah kemampuan berpikir (kognitif), kemampuan rasa, sikap atau perilaku (afektif) serta kemampuan keterampilan (psikomotorik).

• Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral

Fokus pada tahapan evaluasi pembelajaran khususnya mata pelajaran PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik melalui:
a) Rekonstruksi pertama dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik harus kompeten di bidangnya dan bisa mengintegrasikan dengan kasus yang terjadi di lingkungan kehidupan
b) Sesekali peserta didik di hadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya.
c) Pendidik tidak terpaku pada instrument penilaian formalitas tapi lebih luas cakupannya
d) Pendidik menyisipkan pembelajaran multicultural melalui kurikulum laten secara sporadic
e) Evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar peserta didik.

• Output Pendidikan yang Didambakan Menuju Masyarakat Ideal

Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap peranannya di masa sekarang dan akan datang. Upaya pemberian pendidikan moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu:
Penanaman nilai (inculcation approach), perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), analisis nilai (values clarification approach), pembelajaran berbuat (action learning approach) .
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis video 1
ETIKA, NILAI, DAN MORAL

Etika, Nilai, dan Moral berkaitan sebab berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat. Contoh memberi salam saat masuk rumah.

Etika dan moral berkaitan karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan di masyarakat.

Nilai ialah makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai disebut penghargaan, penghormatan atau kualitas yang bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik atau sistem keyakinan.

Sifat dan jenis nilai :
1. Relatif : nilai bergantung tempat dan waktu
2. Subjektif : nilai berbeda-beda bagi tiap orang

Moral adalah hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan baik sebagai kewajiban atau keharusan, atau dapat dikatakan sarana mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral ialah kepekaam dalam pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip dan aturan.

Manfaat mempelajari moral adalah
1) dapat menjunjung tinggi dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.
2) toleran, etis, santun dalam sikap dan bertindak.
3) Dapat menilai kemampuan dari orang lain.
4) Bertanggung jawab terhadap bidang yang di ampu.
5) Meningkatkan Konvensionalitas.